Pemprov Kalteng Salurkan KHBS Tahap I di Palangka Raya, Bantuan Disambut Warga namun Akurasi Data Jadi Sorotan

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menyalurkan bantuan pangan melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) Tahap I di Palangka Raya, Selasa (5/5/2026). Program ini digulirkan sebagai upaya memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Penyaluran dilakukan serentak sejak pagi di sejumlah titik strategis yang tersebar di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Kelurahan Palangka di Dinas Sosial, Kelurahan Langkai di Dinas Ketahanan Pangan, Kelurahan Menteng di Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Kelurahan Pahandut di Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng.

Pemerintah provinsi menegaskan, distribusi KHBS tidak hanya menitikberatkan pada kecepatan, tetapi juga ketepatan sasaran. Proses verifikasi dan validasi data dilakukan secara berlapis guna memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Penyaluran ini kami lakukan dengan sistem verifikasi ketat agar tepat sasaran. Selain bantuan pangan, ada juga dukungan tunai sebagai stimulus ekonomi masyarakat,” demikian disampaikan dalam keterangan resmi Pemprov Kalteng.

Baca Juga :  Kapolres Kobar Beri Kejutan Tumpeng ke Kodim 1014/Pbn di HUT ke-80 TNI

Bantuan yang diberikan berupa paket bahan pangan pokok serta bantuan tunai, yang diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat di tingkat lokal.

Di lapangan, program ini mendapat respons beragam dari warga penerima manfaat. Sebagian mengaku sangat terbantu, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok di tengah harga bahan pangan yang cenderung naik.

“Alhamdulillah sangat membantu, apalagi sekarang harga sembako naik. Bantuan ini bisa untuk kebutuhan beberapa hari ke depan,” ujar Siti (43), warga Kelurahan Menteng saat ditemui di lokasi penyaluran.

Hal senada disampaikan Rahmat (50), warga Kelurahan Pahandut, yang menilai bantuan tunai menjadi nilai tambah karena bisa digunakan lebih fleksibel. “Kalau ada uang tunai, kami bisa atur sendiri kebutuhan yang paling mendesak. Jadi lebih terasa manfaatnya,” katanya.

Namun di sisi lain, sejumlah warga juga menyoroti persoalan akurasi data penerima. Masih ditemukan keluhan terkait warga yang dinilai layak namun belum terdaftar sebagai penerima bantuan.

Baca Juga :  Cegah Karhutla, Polsek Timpah Gencarkan Sosialisasi Hukum Pembakaran Hutan

“Ada tetangga saya yang kondisinya lebih sulit tapi belum dapat. Harapannya ke depan data bisa lebih diperbaiki supaya merata,” ungkap Yanto (38), warga Kelurahan Langkai.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah provinsi menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan data secara berkala, termasuk membuka ruang pelaporan dari masyarakat. Selain itu, skema “jemput bola” juga diterapkan untuk menjangkau warga yang belum terlayani dalam jadwal distribusi awal.

Program KHBS sendiri menjadi salah satu kebijakan unggulan Pemprov Kalteng dalam memperkuat perlindungan sosial berbasis kearifan lokal. Dengan pendekatan yang menggabungkan bantuan pangan dan dukungan ekonomi, pemerintah berharap program ini mampu menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, Pemprov Kalteng memastikan penyaluran bantuan akan terus dilanjutkan dengan peningkatan kualitas pelaksanaan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan, sejalan dengan visi pembangunan menuju Kalteng yang semakin BERKAH dan berkelanjutan.(*/rls/MMC/red)

Berita Terkait

Dishub Kalteng Tetapkan Rasya Alika Farshi sebagai Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ 2026
Kadis Dikbud Kobar Jelaskan SPMB SD, Usia 7 Tahun Jadi Prioritas Penerimaan
SERAP ASPIRASI WARGA, Anggota DPRD Dapil I Gelar Reses Masa Persidangan III Tahun 2026
Gubernur Agustiar Sabran Dorong Kemandirian Gunung Mas pada Peringatan Hari Jadi ke-24
Fraksi PDIP DPRD Barito Utara Minta OPD Sosialisasi Bahaya Konsumsi Obat Tanpa Pengawasan Tenaga Medis
Sekum DAD Barito Utara Klarifikasi Polemik Pemberitaan, Tegaskan Hinting Pali dan Portal Adat Tetap Dihormati sebagai Kearifan Lokal
Jalan Rusak KM 49 Muara Teweh–Puruk Cahu Picu Kemacetan Puluhan Kilometer, Pengguna Jalan Keluhkan Lambatnya Penanganan BPJN
FKM Soroti Proyek Jalan Desa Pulau Kaladan Rp1 Miliar, Minta Klarifikasi Dinas PUPR Kapuas

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:27 WIB

Dishub Kalteng Tetapkan Rasya Alika Farshi sebagai Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:25 WIB

Kadis Dikbud Kobar Jelaskan SPMB SD, Usia 7 Tahun Jadi Prioritas Penerimaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:57 WIB

SERAP ASPIRASI WARGA, Anggota DPRD Dapil I Gelar Reses Masa Persidangan III Tahun 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 20:31 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Dorong Kemandirian Gunung Mas pada Peringatan Hari Jadi ke-24

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:51 WIB

Fraksi PDIP DPRD Barito Utara Minta OPD Sosialisasi Bahaya Konsumsi Obat Tanpa Pengawasan Tenaga Medis

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page