Warga Haragandang Keluhkan Tidak Ada Tenaga Medis, Dua Ibu Melahirkan dan Tiga Warga Sakit Dikabarkan Meninggal

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga sedang membuat kotak peti Jenazah salah satu warga yang meninggal karena sakit.(fhoto:ist/Arbaduni/red-Lintaskalimantan.co)

Warga sedang membuat kotak peti Jenazah salah satu warga yang meninggal karena sakit.(fhoto:ist/Arbaduni/red-Lintaskalimantan.co)

LINTASKALIMANTAN.CO | Warga Desa Haragandang, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mengeluhkan tidak aktifnya pelayanan tenaga medis di Desa mereka selama kurang lebih empat tahun terakhir. Kondisi tersebut dinilai sangat memprihatinkan karena masyarakat kesulitan mendapatkan layanan kesehatan dasar, terutama dalam kondisi darurat.

Keluhan itu disampaikan warga Desa Haragandang, Arbaduni, kepada media online LintasKalimantan.co melalui pesan WhatsApp, Minggu (10/05/2026). Ia berharap Pemerintah Kabupaten Barito Utara, khususnya Dinas Kesehatan, segera mengambil langkah nyata dengan menempatkan tenaga medis seperti mantri maupun bidan yang menetap dan siaga di desa.

Menurut Arba, selama tidak adanya tenaga kesehatan di Desa, masyarakat harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan pengobatan ataupun pertolongan medis. Situasi itu dinilai sangat membahayakan, terlebih bagi warga yang mengalami sakit mendadak maupun ibu hamil yang membutuhkan penanganan cepat.

Baca Juga :  LAPOR KEMANA..!!! Warga Pertanyakan Transparansi Pengelolaan Lahan Sawit Eks PT AGU yang Dikuasai Negara di Barito Utara
Salah satu warga Desa Haragandang yang sedang sakit tanpa ada perawatan medis dikarenakan tidak adanya tenaga medis yang berada di Desa. (fhoto:ist/arbaduni/red-lintaskalimantan.co)

“Sudah hampir empat tahun tidak ada mantri ataupun bidan yang aktif tinggal di Desa. Warga sangat kesulitan kalau ada yang sakit atau ibu yang mau melahirkan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dalam kurun waktu tersebut sudah ada dua warga yang meninggal dunia saat melahirkan dan tiga warga lainnya meninggal akibat sakit karena terlambat mendapatkan penanganan medis.

“Sudah dua orang meninggal saat beranak dan tiga orang meninggal karena sakit. Tidak ada tempat berobat di desa sehingga warga harus keluar desa untuk mencari pertolongan,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, masih terdapat warga yang tengah sakit dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Karena itu, masyarakat berharap ada langkah cepat dari Dinas Kesehatan agar pelayanan kesehatan di Desa Haragandang kembali berjalan normal.

Baca Juga :  WARGA MENJERIT..! BBM di SPBU Mulai Langka di Barito Utara Pengisian Antri Sampai Berjam-jam, Harga di Kios  Eceran Meroket

“Kami hanya meminta ada mantri atau bidan yang standby tinggal di desa supaya masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan cepat,” tambahnya.

Arba panggilan akrabnya, juga menyinggung janji Pemerintah terkait Program Kesehatan Gratis yang selama ini disampaikan kepada masyarakat. Menurutnya, program tersebut akan sulit dirasakan manfaatnya apabila tenaga medis di desa tidak tersedia.

“Kami berharap pemerintah menanggapi keluhan ini sesuai janji kampanye bahwa kesehatan gratis. Tapi kenyataannya tenaga medis di desa tidak ada,” tegasnya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Barito Utara segera melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di wilayah pedesaan, khususnya daerah terpencil seperti Desa Haragandang, agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan masyarakat memperoleh hak pelayanan kesehatan yang layak.(*/rls/anung-red).

Berita Terkait

Presiden Prabowo Pimpin Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan
Gubernur Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, Strategi Diperluas dari Darat hingga Udara
Pemilik Lahan Tolak Hasil Rapat Camat Lahei, Desak Bupati Ambil Alih Proses Tali Asih PT NPR
Harga BBM Eceran di Barito Utara Meroket, Warga Pertanyakan Pengawasan dan Kelangkaan Pertalite
Nomor Putusan Tak Dicantumkan, Notulen Pemberian Tali Asih PT NPR Dipertanyakan: Pemilik Lahan Tak Hadir, Potensi Konflik Sosial Mengemuka
Janji PLN Dinilai Tak Terbukti, Aksi Kelima GPG Kembali Guncang Kantor PLN UP3 Palangka Raya
DEMA STAI Al Ma’arif Buntok Pimpin BEM SI Wilayah Kalteng, Siap Perkuat Konsolidasi dan Kawal Isu Strategis Daerah
252 Calon Jemaah Ikuti Latihan Manasik Umrah PT Alkamila

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Gubernur Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, Strategi Diperluas dari Darat hingga Udara

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Pemilik Lahan Tolak Hasil Rapat Camat Lahei, Desak Bupati Ambil Alih Proses Tali Asih PT NPR

Kamis, 13 Agustus 2026 - 03:37 WIB

Harga BBM Eceran di Barito Utara Meroket, Warga Pertanyakan Pengawasan dan Kelangkaan Pertalite

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:57 WIB

Nomor Putusan Tak Dicantumkan, Notulen Pemberian Tali Asih PT NPR Dipertanyakan: Pemilik Lahan Tak Hadir, Potensi Konflik Sosial Mengemuka

Berita Terbaru

LINTAS NASIONAL

Presiden Prabowo Pimpin Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan

Sabtu, 22 Agu 2026 - 15:12 WIB

You cannot copy content of this page