Viral Lansia Tinggal di Gubuk Kardus Pinggir Jalan, Lurah Palangka Siapkan Langkah Pemulangan ke Gunung Mas

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Kisah memilukan dialami sepasang lansia asal Kabupaten Gunung Mas yang ditemukan hidup dalam kondisi memprihatinkan di sebuah gubuk sederhana di pinggir Jalan Tjilik Riwut Km 1, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kehidupan pasangan lanjut usia tersebut menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan kondisi mereka viral di media sosial. Dalam rekaman video itu, keduanya tampak bertahan hidup di sebuah gubuk yang dibangun dari potongan kayu bekas dengan dinding kardus bekas kemasan. Bangunan seadanya itu menjadi satu-satunya tempat berlindung mereka dari terik matahari dan hujan dan lahan yang di pakai punya orang.

Menindaklanjuti informasi yang beredar, tim Relawan Habar Kalimantan Tengah (HKT) melakukan penelusuran untuk mencari keberadaan pasangan lansia tersebut.Rabu 3-6-2026.

Setelah melakukan pencarian, relawan akhirnya berhasil menemukan lokasi tempat tinggal keduanya.

Saat memasuki gubuk tersebut, relawan mendapati kondisi yang sangat memprihatinkan. Tidak terdapat perabotan layak maupun persediaan bahan makanan yang mencukupi. Untuk memasak, pasangan lansia itu hanya mengandalkan tungku sederhana berbahan kayu bakar. Sementara itu, stok kebutuhan pokok di dalam gubuk dilaporkan dalam keadaan kosong.

Sebagai bentuk kepedulian, tim relawan HKT segera menyerahkan bantuan berupa makanan siap saji, sembako, serta sejumlah bantuan yang dititipkan oleh para donatur. Penyaluran bantuan tersebut turut disaksikan oleh Lurah Palangka, perangkat RT setempat, serta perwakilan dari Dinas Sosial.

Baca Juga :  Terseret Arus Sungai Katingan, Korban Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Tiga Hari Pencarian

Lurah Palangka, David, mengaku baru mengetahui keberadaan pasangan lansia tersebut setelah video mereka viral di media sosial. Menurutnya, pemerintah kelurahan segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencari solusi terbaik bagi keduanya.

“Kami baru mengetahui kondisi mereka setelah informasi ini viral. Setelah mendapat laporan, kami langsung turun ke lokasi untuk melihat keadaan secara langsung dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” ujar David saat berada di lokasi.

Ia menegaskan bahwa pemerintah setempat akan berupaya mencari jalan terbaik agar pasangan lansia tersebut tidak terus hidup dalam kondisi terlantar. Salah satu opsi yang sedang diupayakan adalah pemulangan keduanya ke daerah asal di Kabupaten Gunung Mas dengan mekanisme yang sesuai dan melibatkan instansi terkait.

“Kami akan mengusahakan langkah terbaik, termasuk kemungkinan memulangkan mereka ke daerah asal di Gunung Mas apabila itu menjadi solusi yang tepat. Yang terpenting adalah bagaimana mereka bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak dan tidak lagi hidup dalam kondisi terlantar,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT setempat mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga, pasangan lansia tersebut diketahui memiliki beberapa orang anak yang tinggal di Kota Palangka Raya.

Baca Juga :  Pangdam XXII/Tambun Bungai Kunjungi Kodim 1014/Pbn, Resmikan Fasilitas dan Tekankan Disiplin Prajurit

Namun demikian, hingga saat ini belum diketahui secara pasti alasan yang menyebabkan kedua orang tua tersebut hidup terpisah dari keluarganya dan harus bertahan di gubuk sederhana di pinggir jalan.

“Setahu kami mereka memiliki anak yang tinggal di Palangka Raya. Namun kami belum mengetahui secara jelas bagaimana kondisi hubungan keluarga mereka hingga akhirnya mereka hidup seperti sekarang ini,” ujar RT setempat.

Menurutnya, berbagai kemungkinan masih perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak terkait sebelum dapat disimpulkan penyebab pasangan lansia itu hidup terlantar. Karena itu, pemerintah setempat bersama Dinas Sosial berencana melakukan pendataan dan penelusuran terhadap keluarga yang bersangkutan.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat luas setelah videonya menyebar di media sosial dan memunculkan gelombang kepedulian dari warga. Banyak pihak berharap agar pasangan lansia tersebut segera mendapatkan penanganan yang layak, baik dari sisi tempat tinggal, kebutuhan hidup sehari-hari, maupun pendampingan sosial.

Di tengah berbagai respons yang muncul, pemerintah setempat menegaskan bahwa langkah penanganan akan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek kemanusiaan dan keselamatan kedua lansia tersebut. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi memberikan informasi yang dapat membantu proses penanganan, termasuk penelusuran pihak keluarga agar solusi jangka panjang dapat segera ditemukan.(*/rls/sgn/red)

Berita Terkait

Jelang Kedatangan Atlet Porprov, Jalan Menuju Venue Diperbaiki
Gerakan Nol Sumbatan PUPR Kobar, Satgas SDA Bersihkan Saluran
JADI PERHATIAN! Karhutla Teweh Selatan, H Taufik Nugraha Usulkan Excavator untuk Mempercepat Penanganan
DPRD Barito Utara Dorong Pelatihan Anyaman Rotan Jadi Momentum Naik Kelas bagi Pengrajin Lokal
PTM RB Pangkalan Banteng Kobar Gelar Kejuaraan Tenis Meja Pelajar
Gubernur Kalteng : Karhutla di Kobar Meluas, Akan Mengerahkan Helikopter Bombing Water
Kapolsek Lahei Perkuat Pencegahan Karhutla, Warga Lahei dan Lahei Barat Diimbau Tak Membakar Lahan
RDP DPRD Kobar Bahas Sengketa Lahan Juriat Raden Ira Bakti Dengan PT GSDI dan GSYM

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Gerakan Nol Sumbatan PUPR Kobar, Satgas SDA Bersihkan Saluran

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:05 WIB

JADI PERHATIAN! Karhutla Teweh Selatan, H Taufik Nugraha Usulkan Excavator untuk Mempercepat Penanganan

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:44 WIB

DPRD Barito Utara Dorong Pelatihan Anyaman Rotan Jadi Momentum Naik Kelas bagi Pengrajin Lokal

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:20 WIB

PTM RB Pangkalan Banteng Kobar Gelar Kejuaraan Tenis Meja Pelajar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:15 WIB

Gubernur Kalteng : Karhutla di Kobar Meluas, Akan Mengerahkan Helikopter Bombing Water

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page