Malam Renungan Palagan Sambi : Mengenang 78 Tahun Operasi Penerjunan Pertama RI di Kalimantan

- Jurnalis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Dalam suasana khidmat dan penuh makna, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menggelar Malam Renungan Palagan Sambi di kawasan Monumen Palagan Sambi, Kecamatan Arut Utara, Pangkalan Bun. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati peristiwa heroik operasi penerjunan pertama Republik Indonesia yang terjadi di Desa Sambi, yang saat ini masuk wilayah Kecamatan Arut Utara. Misi tersebut bertujuan membangun perangkat komunikasi bagi para pejuang kemerdekaan di wilayah Kalimantan. Peristiwa penting ini terjadi pada 17 Oktober 1947.

Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Suyanto, S.H., M.H., yang hadir mewakili Bupati, dalam sambutannya mengungkapkan rasa hormat dan penghargaan atas perjuangan para pahlawan Palagan Sambi.

“Palagan Sambi bukan sekadar nama tempat, namun bukti perjuangan para pahlawan kita yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa,” ujar Suyanto, Jumat (17/10/2025) malam.

Ia juga mengajak generasi muda untuk terus menjaga semangat perjuangan tersebut. “Ini adalah bagian historikal perjuangan bangsa yang terjadi di Kotawaringin Barat. Sebagai generasi penerus, kita tidak boleh meninggalkan sejarah kita,” lanjutnya.

Baca Juga :  Fairid Naparin Pastikan Pasokan BBM Ditambah, Pemkot Palangka Raya Dorong SPBU Beroperasi hingga Dini Hari

Pemkab Kobar juga mendorong agar nilai-nilai kepahlawanan dari peristiwa Sambi dapat masuk dalam kurikulum pendidikan sebagai upaya menanamkan patriotisme sejak dini.

“Kita ingin bangun sejak dini nilai-nilai patriotisme. Kisah kepahlawanan ini layak menjadi pelajaran berharga di sekolah-sekolah,” imbuh Suyanto.

Sementara itu, Komandan Lanud Iskandar, Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto, menegaskan pentingnya menjadikan semangat para penerjun sebagai inspirasi dalam mencintai tanah air.

“Semangat para pahlawan ini adalah warisan penting yang harus kita teruskan. Mereka berjuang tanpa pamrih demi Indonesia merdeka,” ujarnya.

Letkol Nugroho juga menyoroti fakta bahwa para penerjun dalam operasi tersebut merupakan putra-putra asli Dayak Kalimantan, bukan dari Jawa, sebagai bukti bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan adalah tanggung jawab seluruh anak bangsa, tanpa memandang suku dan daerah asal.

Baca Juga :  Kapolsek Fajar Sidik Perkuat Kedekatan dengan Warga Lewat “Jum’at Curhat”, Serap Langsung Aspirasi Kamtibmas

“Semangat patriotisme saat ini sangat memudar. Kita masih mudah dipecah belah. Dengan mengenang perjuangan Palagan Sambi, mari kita pupuk kembali semangat ikhlas berbakti kepada negara,” tegasnya.

Selain sebagai bentuk penghormatan sejarah, Letkol Nugroho berharap Monumen Palagan Sambi dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi sejarah. Ia meyakini hal tersebut bisa berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan daerah.

“Monumen ini milik bersama. Jika ke depan dibangun lintasan sejarah di lokasi ini, itu akan menjadi sarana edukatif bagi generasi penerus dalam mengenal perjuangan leluhurnya,” ucapnya.

Dari pihak Kesultanan Kutaringin, Gusti Muhammad Awaluddin turut menyampaikan dukungannya terhadap pelestarian nilai-nilai perjuangan. Ia menekankan pentingnya memperingati 17 Oktober 1947 sebagai tonggak lahirnya Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat).

“Harapan kami, pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap kegiatan-kegiatan yang mengusung nilai perjuangan seperti ini,” tutur Gusti Awaluddin. (*)

Berita Terkait

Nomor Putusan Tak Dicantumkan, Notulen Pemberian Tali Asih PT NPR Dipertanyakan: Pemilik Lahan Tak Hadir, Potensi Konflik Sosial Mengemuka
Janji PLN Dinilai Tak Terbukti, Aksi Kelima GPG Kembali Guncang Kantor PLN UP3 Palangka Raya
252 Calon Jemaah Ikuti Latihan Manasik Umrah PT Alkamila
H. Man Pemilik Molding di Pangkalan Banteng Klarifikasi Dugaan Pengetapan Solar Bersubsidi di SPBU
Damang Lahei Dampingi Cek Lapangan Sengketa Lahan, Ajak Masyarakat Barito Utara Kedepankan Dialog Damai
Kapolsek Lahei Kawal Penyelesaian Sengketa Lahan Warga dan PT Pada Idi, Utamakan Musyawarah Demi Kamtibmas Kondusif
Moulding Disorot di Pangkalan Banteng, Diduga Pengetap Solar Bersubsidi
Demi Terangnya Gunung Purei, 11 Pemerintah Desa Bersatu Gotong Royong Bersihkan Jalur Tiang Induk PLN Tanpa Ganti Rugi

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:57 WIB

Nomor Putusan Tak Dicantumkan, Notulen Pemberian Tali Asih PT NPR Dipertanyakan: Pemilik Lahan Tak Hadir, Potensi Konflik Sosial Mengemuka

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Janji PLN Dinilai Tak Terbukti, Aksi Kelima GPG Kembali Guncang Kantor PLN UP3 Palangka Raya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:19 WIB

252 Calon Jemaah Ikuti Latihan Manasik Umrah PT Alkamila

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:57 WIB

H. Man Pemilik Molding di Pangkalan Banteng Klarifikasi Dugaan Pengetapan Solar Bersubsidi di SPBU

Rabu, 5 Agustus 2026 - 01:32 WIB

Damang Lahei Dampingi Cek Lapangan Sengketa Lahan, Ajak Masyarakat Barito Utara Kedepankan Dialog Damai

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page