LINTAS KALIMANTAN || Palangka raya – Menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat dalam percepatan swasembada pangan nasional, Polsek Pahandut, Polresta Palangka Raya, menggelar aksi nyata optimalisasi lahan tidur menjadi kawasan produktif pertanian jagung, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung serentak di dua lokasi strategis itu menjadi salah satu proyek percontohan ketahanan pangan berbasis kolaborasi lintas sektor di Kalimantan Tengah.
Dipimpin langsung oleh Kapolsek Pahandut, AKP Iyudi Hartanto, S.T.K., S.I.K., personel gabungan yang terdiri atas puluhan anggota Polri, Babinsa, serta kelompok tani turun ke lahan sejak pukul 07.00 WIB. Dua titik utama yang disasar adalah area Polsubsektor Jekan Raya di Jalan Mahir Mahar dan lahan Pondok Pesantren Insan Madani Al-Ikhlas di Jalan Hiu Putih Lanjutan.
Tak kurang dari satu hektare lahan ditanami jagung varietas unggul dalam kegiatan yang berlangsung serempak di berbagai daerah tersebut. Kehadiran Sekretaris Kelompok Tani (Poktan) Kerukunan Sedulur Tani, Ali, serta pengurus ponpes, Warjito, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan kolektif membangun kemandirian pangan.
“Sinergi TNI-Polri dan rakyat adalah kunci. Pekarangan dan lahan tidur yang selama ini tidak tergarap, kami sulap menjadi sumber pangan yang menghidupi masyarakat,” ujar AKP Iyudi di sela-sela penanaman.
Hingga pertengahan Februari 2026, Polsek Pahandut mencatat telah mengelola total lahan jagung seluas 2,5 hektare yang tersebar di sejumlah titik. Angka tersebut diproyeksikan terus bertambah seiring perluasan area tanam pada kuartal berikutnya.
Lebih dari sekadar bercocok tanam, program ini menyasar perubahan paradigma masyarakat agar tidak lagi bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. Dengan metode tanam terukur dan pendampingan dari penyuluh pertanian, hasil panen nantinya diharapkan mampu menopang kebutuhan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
Kapolsek menambahkan, langkah ini merupakan bentuk dukungan konkret terhadap program ketahanan pangan nasional yang digagas pemerintah. “Bukan hanya soal menanam, tetapi bagaimana menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa setiap jengkal tanah bisa memberi manfaat. Kami ingin Jekan Raya menjadi contoh bahwa desa dan kelurahan bisa mandiri pangan,” tegasnya.
Dengan pendekatan partisipatif dan berbasis kearifan lokal, program ini dinilai mampu menjawab tantangan ketersediaan pangan di tingkat akar rumput sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tengah dinamika global.(*/rls/hms/red)







