LINTAS KALIMANTAN | SAMPIT – Aksi penembakan mengejutkan terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit yang berada di Jalan Blok S6 Estate 1, Afdeling 4, Desa Tanjung Jariangau, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, pada Rabu (22/4/2026).
Dalam insiden tersebut, dua petugas satuan pengamanan (satpam) perusahaan perkebunan menjadi korban saat sedang melaksanakan patroli rutin di area kebun. Keduanya mengalami luka akibat tembakan yang diduga dilepaskan oleh pelaku yang berada di lokasi.
Kasus ini kini tengah ditangani secara serius oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kotawaringin Timur guna mengungkap identitas dan motif pelaku.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut. Menurutnya, aparat kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan intensif, termasuk mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti di lokasi kejadian.
“Benar, saat ini kasusnya sedang ditangani Unit Reskrim Polres Kotim,” ujar AKP Edy Wiyoko saat dikonfirmasi, Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan, kedua korban masing-masing berinisial DI (26) dan PO (45). Saat kejadian, korban bersama beberapa rekan lainnya tengah melakukan patroli rutin di area perkebunan untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif.
Peristiwa bermula ketika para petugas menemukan tumpukan buah kelapa sawit yang telah dipanen di dalam kawasan kebun. Temuan tersebut menimbulkan dugaan adanya aktivitas pencurian tandan buah segar sawit yang kerap menjadi perhatian pihak perusahaan.
Saat hendak mendekati lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, para korban melihat seorang pria yang berada di sekitar area kebun. Pelaku diduga sudah dalam posisi siap dan memegang senjata api.
Tanpa banyak peringatan, pria tersebut langsung melepaskan tembakan ke arah petugas keamanan.
Akibat serangan mendadak itu, dua satpam terkena tembakan. Rekan korban yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Hingga kini, kondisi kedua korban masih dalam penanganan medis, sementara polisi terus memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian.
Pihak kepolisian juga masih mendalami apakah aksi penembakan tersebut berkaitan langsung dengan dugaan pencurian buah sawit atau terdapat motif lain di balik insiden tersebut.
Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik juga memeriksa sejumlah saksi dari pihak perusahaan dan petugas keamanan yang berada di lokasi saat kejadian.
Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat penggunaan senjata api dalam aksi kriminal di area perkebunan berpotensi mengancam keselamatan pekerja dan petugas keamanan.
Polres Kotim mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan pelaku agar segera melaporkannya kepada aparat kepolisian terdekat untuk mempercepat proses pengungkapan kasus. (*/rls/hms/red)








