Bidlabfor Periksa Kebakaran Gedung Kesra Kalteng, Penyebab Api Masih Didalami

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalimantan Selatan melakukan pemeriksaan di lokasi kebakaran Gedung Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (14/8/2026).

Pemeriksaan dilakukan atas permintaan Polresta Palangka Raya untuk mencari tahu penyebab pasti kebakaran yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Sejumlah barang bukti turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium forensik di Banjarmasin.

Kasubdit Fisika Komputer (Fiskom) Bidlabfor Polda Kalsel, Kompol Sudarno, mengatakan barang bukti yang dibawa antara lain sampel abu arang, kabel, serta sejumlah material lain dari lokasi kebakaran.

“Abu arang itu akan diuji apakah mengandung hidrokarbon atau bahan lain yang dapat memicu kebakaran. Untuk saat ini kami belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran,” kata Sudarno.

Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Namun, waktu tersebut dapat berubah bergantung pada kompleksitas pemeriksaan dan hasil analisis barang bukti.

Dari pemeriksaan awal di lokasi, Bidlabfor menduga titik awal api berada di bagian lantai atas gedung. Area tersebut diketahui mengalami kerusakan paling parah.

Baca Juga :  Oknum Polisi di Kotim Ditahan di Sel Provos, Polres Tegaskan Proses Berjalan Transparan

“Yang terbakar sebagian besar adalah lantai atas. Lantai bawah lebih banyak terdampak air dan rembesan dari atas,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi, sumber api diduga berada di bagian pojok bangunan yang digunakan sebagai area dapur. Meski demikian, dugaan tersebut masih membutuhkan pembuktian melalui pemeriksaan forensik.

Kondisi bagian dalam gedung dilaporkan mengalami kerusakan berat. Hampir seluruh ruangan di lantai atas terbakar, termasuk dokumen-dokumen yang tersimpan di dalamnya. Material yang masih terlihat antara lain sejumlah perabot berbahan besi.

Sudarno menyebut sekat ruangan berbahan kayu dan lapisan politur pada interior diduga turut mempercepat penyebaran api.

Sementara terkait informasi mengenai tiga kali ledakan saat kebakaran, Bidlabfor masih mendalami sumber suara tersebut. Sejumlah kemungkinan, seperti trafo listrik, alat pemadam api ringan (APAR), maupun dispenser, turut diperiksa.

“Serahkan proses penyelidikan kepada kami dan penyidik,” kata Sudarno.

Pemeriksaan di lokasi berlangsung sekitar pukul 14.00 hingga 16.30 WIB dan melibatkan sekitar 25 personel gabungan dari Bidlabfor Polda Kalsel, Polda Kalteng, serta tim identifikasi Polresta Palangka Raya.

Penyidik Dalami Kemungkinan Kesengajaan

Baca Juga :  Suriansyah Halim Bantah Tudingan, Serukan Penyelesaian Sengketa Lewat Jalur Hukum

Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya AKP Eka Paltie mengatakan pelibatan Bidlabfor diperlukan karena Kalimantan Tengah belum memiliki laboratorium forensik khusus untuk pemeriksaan kebakaran.

Menurutnya, pemeriksaan ilmiah diperlukan untuk menentukan apakah kebakaran terjadi akibat faktor alamiah, kelalaian, atau terdapat unsur kesengajaan.

“Memang ini permintaan dari Polresta Palangka Raya. Kami membutuhkan kajian ilmiah dari Bidlabfor untuk menentukan apakah kebakaran ini disengaja atau tidak,” ujarnya.

Polisi masih mendalami sejumlah kemungkinan, termasuk motif, dugaan kesengajaan, serta kemungkinan adanya upaya menghilangkan barang bukti. Namun hingga kini belum ada kesimpulan mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran tersebut.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa enam saksi yang merupakan petugas Satpol PP yang sedang berjaga saat kejadian. Mereka menyebut pertama kali melihat kobaran api sekitar pukul 02.30 WIB.

“Untuk motif atau pelaku, kami belum bisa menyimpulkan,” kata Eka.

Polresta Palangka Raya akan melakukan gelar perkara setelah hasil pemeriksaan Bidlabfor diterima. Hasil tersebut nantinya menjadi salah satu bahan bagi penyidik untuk menentukan arah penanganan perkara selanjutnya.(*/rls/sgn/red)

Berita Terkait

Dugaan Kasus Pengadaan Hewan Kurban di Kapuas Disorot, FKM Desak Kejari Buka Status Penanganan
SI ARTIS KOBAR, Inovasi Kejari Antar Barang Bukti
Delapan Bulan Kinerja Kejari Kobar, Ini Yang Telah Dicapai
Kejati Kalteng Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah KPU Kotim, Total Jadi Tujuh Orang
Insiden di Markas Polresta Palangka Raya: Kasat Lantas Terluka, Kanit Reskrim Dicopot
Suriansyah Halim: Sepuluh Surat Pernyataan Tak Serta-Merta Buktikan Kepemilikan Tanah
Suriansyah Halim Tegaskan Advokat Harus Siap Hadapi KUHAP Baru, DPD PPKHI Kalteng Ikuti Bimtek Pengadilan Tinggi Palangkaraya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 08:35 WIB

Dugaan Kasus Pengadaan Hewan Kurban di Kapuas Disorot, FKM Desak Kejari Buka Status Penanganan

Selasa, 1 September 2026 - 14:45 WIB

SI ARTIS KOBAR, Inovasi Kejari Antar Barang Bukti

Selasa, 1 September 2026 - 14:22 WIB

Delapan Bulan Kinerja Kejari Kobar, Ini Yang Telah Dicapai

Selasa, 1 September 2026 - 09:36 WIB

Kejati Kalteng Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah KPU Kotim, Total Jadi Tujuh Orang

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:57 WIB

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page