GUNUNG MAS – Pembangunan 50 unit rumah khusus di Desa Tumbang Sepan, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, resmi dimulai melalui kegiatan ground breaking, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, S.E., M.Si., Kepala Kejaksaan Negeri Gunung Mas, perwakilan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Yuli Kristina, S.T., M.P.W.K., serta unsur pemerintah dan masyarakat setempat.
Pembangunan rumah khusus ini merupakan bagian dari program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI untuk mendukung penataan hunian masyarakat, khususnya warga yang sebagian masih bermukim di kawasan bantaran Sungai Manuhing.
Berdasarkan laporan dalam kegiatan tersebut, pembangunan mencakup 50 unit rumah. Pekerjaan telah berlangsung sekitar 30 hari dengan progres pembangunan mencapai 30 persen.
Adapun kondisi permukiman di bantaran Sungai Manuhing menjadi salah satu latar belakang program tersebut. Dalam bahan kegiatan disebutkan terdapat sekitar 10 unit rumah yang dihuni 65 kepala keluarga.
Kapolres Gunung Mas mengatakan pihaknya mendukung pembangunan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami mendukung pelaksanaan pembangunan yang berjalan sesuai ketentuan dan berharap prosesnya dapat memberikan manfaat bagi warga yang menjadi sasaran,” ujar AKBP Arum Sari Puspita Dewi saat dikonfirmasi PS Kasihumas Ipda Abner, S.Sos., Rabu (30/9/2026).
Kapolres juga mengajak seluruh pihak yang terlibat menjaga komunikasi, ketertiban, dan keamanan selama proses pembangunan berlangsung.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk menjaga komunikasi, ketertiban, dan keamanan selama pembangunan berlangsung sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Ground breaking tersebut turut dihadiri Camat Manuhing, Kapolsek Manuhing Iptu Teguh Triyono, S.H., M.M., Danramil Manuhing, pimpinan perusahaan se-Kecamatan Manuhing, serta lurah dan seluruh kepala desa se-Kecamatan Manuhing.
Pembangunan 50 rumah khusus tersebut kini masih berjalan dengan progres sekitar 30 persen dan selanjutnya dilanjutkan sesuai tahapan program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI.
(sp)







