Ribuan Umat Padati TPU Kristen di Palangka Raya Jelang Paskah, Tradisi Ziarah Sarat Makna Spiritual

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Palangka Raya – Menjelang perayaan Paskah, ribuan umat Kristiani di Kota Palangka Raya memadati sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU), khususnya TPU Kristen di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 dan Km 12, Jumat (3/4/2026). Tradisi ziarah makam yang telah berlangsung secara turun-temurun ini kembali menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan hari suci umat Kristiani.

Sejak pagi hingga sore hari, arus peziarah terus berdatangan. Mereka hadir bersama keluarga, membawa perlengkapan untuk membersihkan makam, menabur bunga, serta menyalakan lilin sebagai simbol doa dan penghormatan bagi anggota keluarga yang telah wafat.

Suasana khidmat terasa menyelimuti area pemakaman. Di antara deretan pusara, umat tampak khusyuk memanjatkan doa. Aktivitas ini tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga sarat makna spiritual sebagai bentuk refleksi iman dan pengingat akan kehidupan kekal.

Salah seorang peziarah, Shinta, mengungkapkan bahwa tradisi ziarah makam telah menjadi bagian dari kehidupan keluarganya sejak lama. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud penghormatan sekaligus momen untuk memperdalam iman.

Baca Juga :  Tanamkan Disiplin Sejak Usia Dini, Satlantas Polresta Palangka Raya Gelar Polisi Sahabat Anak

“Membersihkan makam keluarga sambil berdoa sudah menjadi kebiasaan sejak dulu, terutama saat menyambut Paskah. Ini momen untuk mengenang sekaligus mendoakan mereka yang telah lebih dahulu dipanggil Tuhan,” ujarnya saat ditemui di TPU Kristen Km 12.

Ia menjelaskan, ziarah umumnya dilakukan usai mengikuti ibadah Jumat Agung. Tradisi tersebut kemudian berlanjut hingga Sabtu Suci, di mana sebagian umat bahkan memilih bermalam di area pemakaman sebagai bagian dari perenungan iman. Puncaknya, pada Minggu pagi, dilaksanakan ibadah Paskah di lokasi pemakaman.

Rangkaian kegiatan ini, lanjut Shinta, mencerminkan keyakinan umat Kristiani terhadap makna Paskah, yakni peristiwa penyaliban, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga.

“Paskah adalah perayaan yang sangat sakral. Melalui ziarah ini, kami menghayati kembali makna pengorbanan dan kebangkitan Kristus, sekaligus mempererat ikatan batin dengan keluarga yang telah tiada,” tuturnya.

Dari pantauan di lapangan, meningkatnya jumlah peziarah turut berdampak pada kepadatan arus lalu lintas di sekitar kawasan TPU. Antrean kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, terlihat mengular di pintu masuk pemakaman, terutama pada jam-jam ramai.

Baca Juga :  3 Tokoh Di Barito Utara Berharap Semua Investasi Memberi Dampak Positip Untuk Masyarakat Dibumi Iya mulik Bengakang Turan

Di sisi lain, momentum tahunan ini juga membawa berkah ekonomi bagi para pedagang musiman. Sejumlah lapak dadakan tampak berjajar di sekitar area pemakaman, menjajakan berbagai kebutuhan ziarah seperti lilin, bunga, hingga parfum. Pedagang makanan dan minuman pun tak luput dari ramainya pengunjung.

Kehadiran para pedagang tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi ziarah, sekaligus memberikan kemudahan bagi peziarah dalam memenuhi kebutuhan selama berada di lokasi.

Tradisi ziarah makam menjelang Paskah di Palangka Raya bukan hanya menjadi bentuk penghormatan kepada mereka yang telah meninggal dunia, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan kekeluargaan di tengah masyarakat. Dalam suasana penuh makna ini, umat Kristiani diajak untuk merefleksikan iman serta meneguhkan harapan akan kebangkitan dan kehidupan yang kekal. (*/rls/sgn/red)

Berita Terkait

Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas
PT BGA Salurkan Sembako, Masker dan BBM untuk Penanganan Karhutla
Monitoring Sarana dan Prasarana Pendidikan di Lahei Barat, Iman Topik: Pastikan Kebutuhan Sekolah Terdata
Kades Pangkalan Satu Diduga Tidak Konsisten Dengan Pernyataan Dalam Sengketa Lahan
Dispora Kobar Lepas Atlet Tenis Meja ke Kejurnas
PT Pelindo Regional 3 Pelabuhan Kumai Pastikan Arus Kapal Penumpang dan Roro Tetap Terkendali
Sengketa Tanah di Pangkalan Satu Diharapkan Tetap Jaga Kondusifitas Kobar
Kerapatan Mantir Adat Imbau Para Pihak Dapat Menahan Diri Dalam Sengketa Lahan di Desa Pangkalan Satu

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:49 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas

Minggu, 20 September 2026 - 20:16 WIB

PT BGA Salurkan Sembako, Masker dan BBM untuk Penanganan Karhutla

Sabtu, 19 September 2026 - 20:17 WIB

Monitoring Sarana dan Prasarana Pendidikan di Lahei Barat, Iman Topik: Pastikan Kebutuhan Sekolah Terdata

Sabtu, 19 September 2026 - 13:36 WIB

Kades Pangkalan Satu Diduga Tidak Konsisten Dengan Pernyataan Dalam Sengketa Lahan

Jumat, 18 September 2026 - 10:39 WIB

Dispora Kobar Lepas Atlet Tenis Meja ke Kejurnas

Berita Terbaru

LINTAS UMUM

Ketika Asap Disebut Tak Mengganggu, Data ISPA Berkata Lain

Jumat, 25 Sep 2026 - 09:04 WIB

You cannot copy content of this page