Pria Diduga Mabuk Lem Resahkan Warga Kereng Bangkirai, Polisi Turun Tangan

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Seorang pria yang diduga berada di bawah pengaruh lem atau “ngelem” dilaporkan meresahkan warga di kawasan Jalan RTA Milono Km 8, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, Selasa (16/6/2026) malam.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket SPKT III Polsek Sabangau segera mendatangi lokasi di belakang Angkringan Mbah Jo sekitar pukul 22.30 WIB. Petugas yang terdiri dari Aiptu Supriyanto dan Aiptu F.E. Sihotang bergerak cepat untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Baca Juga :  Janji Akhiri Pemadaman Bergilir di Barito Utara, Manager ULP PLN Muara Teweh Tuangkan Komitmen Tertulis

Setelah berkoordinasi dengan warga sekitar dan melakukan pengecekan di lokasi, petugas menemukan seorang pria yang diduga dalam kondisi mabuk akibat menghirup lem. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat apabila tidak segera ditangani.

Polisi kemudian mengambil langkah persuasif dengan memberikan pembinaan serta imbauan kepada yang bersangkutan agar segera pulang ke rumah dan tidak mengulangi perbuatannya. Pendekatan humanis dilakukan guna mencegah potensi gangguan kamtibmas tanpa menimbulkan konflik yang lebih luas.

Kapolsek Sabangau, Iptu Agung Setiyanto, S.Sos., menegaskan bahwa pihaknya akan terus merespons cepat setiap laporan masyarakat, termasuk terkait perilaku yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Baca Juga :  Revalina Palangka Raya Lolos ke Babak Berikutnya D'Academy 8, Siap Harumkan Nama Kalimantan Tengah

“Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti dengan cepat sebagai bentuk pelayanan kepada warga. Tujuannya agar situasi kamtibmas tetap aman dan masyarakat merasa nyaman dalam beraktivitas,” ujarnya.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan bahaya penyalahgunaan lem yang tidak hanya berdampak pada kesehatan pelaku, tetapi juga berpotensi menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.(*/rls/hms/red)

Berita Terkait

Ketika Asap Tak Normal, Mengapa Kehidupan Disebut Normal?
Tampil di Pentas Nasional, Keireen Wakili Kalteng, Raih Juara 3 Tenis Meja U-13
Wapres Gibran Tinjau Langsung Karhutla Kalteng, Soroti Sulitnya Padamkan Api di Lahan Gambut
Akademisi Soroti Kerusakan Berulang Jalan Runtu-Kujan
PT RMMI Klarifikasi Proyek Jalan Simpang Runtu-Lamandau, Yang Terlihat Tambalan
Proyek Jalan Runtu-Lamandau Disorot, Aspal Baru Sudah Ditambal
Presiden Prabowo Pimpin Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan
Pemilik Lahan Tolak Hasil Rapat Camat Lahei, Desak Bupati Ambil Alih Proses Tali Asih PT NPR

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 05:40 WIB

Ketika Asap Tak Normal, Mengapa Kehidupan Disebut Normal?

Kamis, 24 September 2026 - 14:38 WIB

Tampil di Pentas Nasional, Keireen Wakili Kalteng, Raih Juara 3 Tenis Meja U-13

Kamis, 10 September 2026 - 13:34 WIB

Wapres Gibran Tinjau Langsung Karhutla Kalteng, Soroti Sulitnya Padamkan Api di Lahan Gambut

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Akademisi Soroti Kerusakan Berulang Jalan Runtu-Kujan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:58 WIB

PT RMMI Klarifikasi Proyek Jalan Simpang Runtu-Lamandau, Yang Terlihat Tambalan

Berita Terbaru

LINTAS DAERAH

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Selasa, 6 Okt 2026 - 16:34 WIB

LINTAS TNI

Pra TMMD, Kodim 1016/Plk Mulai Rehab Rumah Tidak Layak Huni

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:37 WIB

You cannot copy content of this page