Pelantikan PCNU Kabupaten Kobar dan Lamandau Dihadiri Ketua Umum PBNU

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 04:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan Kabupaten Lamandau masa bakti 2026 – 2031, berlangsung khidmat dengan dihadiri langsung Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf. Kegiatan yang dirangkai dengan Pengajian Akbar itu digelar di Gedung PCNU, Jalan Pangeran Diponegoro, Pangkalan Bun, Rabu (22/7/2026).

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Tengah, Wahyudie F. Dirun. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran PBNU, pengurus PWNU, unsur Forkopimda Kobar, sejumlah pengurus PCNU se-Kalimantan Tengah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga Nahdliyin.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziah PCNU Kobar, Sayyid Muhammad Sulaiman Basyaiban, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya pelantikan tersebut, terlebih dengan kehadiran langsung Ketua Umum PBNU.

“Kami sangat bahagia atas kehadiran saudara-saudara kami dari berbagai daerah, terlebih dikunjungi langsung Ketua Umum PBNU. Mudah-mudahan kehadiran beliau membawa keberkahan dan menjadi penyemangat bagi kami untuk berkhidmat lebih baik lagi, lebih maslahat lagi, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Kotawaringin Barat, khususnya warga Nahdliyin,” ujarnya.

Ia menyampaikan, pembentukan lembaga di lingkungan PCNU Kobar telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan rampung seluruhnya pada akhir tahun ini.

“Insya Allah akhir tahun ini seluruh lembaga sudah terbentuk,” katanya.

Menurutnya, sejumlah program kerja telah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di bidang pendidikan dengan diresmikannya SMP dan SMA Ma’arif NU di Pondok Pesantren Darul Hikmah.

Ke depan, pihaknya juga menargetkan pengembangan sektor kesehatan melalui pendirian Klinik Kesehatan NU hingga pembangunan Rumah Sakit NU di Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Kami bercita-cita menghadirkan Klinik Kesehatan NU dan Insya Allah ke depan bisa membangun Rumah Sakit NU di Kotawaringin Barat. Pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas yang kami harapkan mendapat dukungan penuh dari PBNU,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ronny F. Sompie Resmi Jadi Dewan Pembina IPJI, Perkuat Sinergi Perlindungan PMI dan Pencegahan TPPO

Ia mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk meninggalkan perbedaan pasca-Konfercab dan bersama-sama membangun organisasi demi kemaslahatan umat.

“Mari kita bergandengan tangan, membangun PCNU Kobar dengan hati yang lapang, pikiran yang bersih, demi kemaslahatan warga Nahdliyin dan masyarakat Kotawaringin Barat. Mudah-mudahan ikhtiar kita mendapat ridha Allah SWT,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Kalimantan Tengah, H. Wahyudie F. Dirun, mengatakan pelantikan bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum memperkuat konsolidasi dan memperluas kontribusi NU di bidang sosial, keagamaan, pendidikan, maupun pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap pelantikan ini menjadi spirit bagi seluruh pengurus untuk berkhidmat lebih baik lagi ke depan. Alhamdulillah, pendidikan kaderisasi Nahdlatul Ulama di Kalimantan Tengah juga terus menunjukkan perkembangan yang semakin baik,” katanya.

Dalam arahannya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyambut baik cita-cita PCNU Kobar membangun klinik kesehatan dan rumah sakit NU. Menurutnya, hal tersebut memiliki peluang besar untuk diwujudkan.

Ia mengungkapkan, dalam pertemuannya dengan Menteri Kesehatan, PBNU memperoleh dukungan untuk mempermudah berbagai aspek administrasi pemerintahan dalam pengembangan program-program kesehatan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Dengan dukungan itu, cita-cita PCNU Kobar memiliki klinik kesehatan hingga rumah sakit Insya Allah tidak akan sulit untuk dicapai,” ujarnya.

Gus Yahya juga menegaskan bahwa kiprah Nahdlatul Ulama kini tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga mendapat pengakuan di dunia internasional. Menurutnya, para ulama NU kerap dipercaya menjadi bagian dari delegasi Indonesia dalam berbagai forum penting dunia.

“Namun, agenda internal kita tetap harus berjalan. Kaderisasi tidak boleh berhenti dalam keadaan apa pun. Karena itu, PBNU terus berkeliling ke berbagai daerah untuk memperkuat pengkaderan,” katanya.

Baca Juga :  Warga Haragandang Keluhkan Tidak Ada Tenaga Medis, Dua Ibu Melahirkan dan Tiga Warga Sakit Dikabarkan Meninggal

Ia menargetkan jumlah kader terlatih Nahdlatul Ulama terus bertambah hingga mencapai sedikitnya 2,5 juta orang sebagai modal memperkuat organisasi di masa mendatang.

Selain itu, Gus Yahya mengingatkan bahwa menjadi pengurus Nahdlatul Ulama di semua tingkatan merupakan amanah besar, bukan sekadar menjalankan kegiatan rutin atau memperoleh kedekatan dengan para pejabat dan tokoh.

“Menjadi pengurus NU adalah tanggung jawab untuk menjaga keluarga besar kita. Organisasi ini didirikan dengan cita-cita yang sangat besar dan mulia,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus memperkuat kemandirian organisasi agar mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus mengingatkan warga Nahdlatul Ulama di Kalimantan untuk menjaga kelestarian bumi Kalimantan sebagai anugerah Allah SWT.

Menurutnya, kekuatan Nahdlatul Ulama terletak pada soliditas jam’iyah dan jemaah hingga tingkat paling bawah. Karena itu, konsolidasi organisasi harus terus diperkuat dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“NU ini besar karena jemaahnya. Maka kekuatan itu harus terus dirawat sampai ke tingkat bawah. Kita harus tetap istiqamah menjaga nilai-nilai Aswaja sekaligus merawat persatuan di tengah dinamika masyarakat,” katanya.

Gus Yahya juga menekankan pentingnya modernisasi tata kelola organisasi melalui administrasi yang tertib, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kemandirian ekonomi agar seluruh program Nahdlatul Ulama dapat berjalan secara berkesinambungan.

“Organisasi harus dikelola dengan baik, administrasi harus tertib, dan kita harus memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan. Begitu pula kemandirian ekonomi itu penting agar gerakan kita semakin kuat,” jelasnya.

Mengakhiri arahannya, Gus Yahya kembali mengingatkan bahwa jabatan di lingkungan Nahdlatul Ulama merupakan amanah pengabdian yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, kekompakan, dan semangat kebersamaan.

“Jabatan di NU adalah amanah. Karena itu harus dijaga dengan kekompakan dan kerja bersama demi kemaslahatan umat,” pungkasnya. (R)

Berita Terkait

Nomor Putusan Tak Dicantumkan, Notulen Pemberian Tali Asih PT NPR Dipertanyakan: Pemilik Lahan Tak Hadir, Potensi Konflik Sosial Mengemuka
DEMA STAI Al Ma’arif Buntok Pimpin BEM SI Wilayah Kalteng, Siap Perkuat Konsolidasi dan Kawal Isu Strategis Daerah
Bias Layar: Pancasila Harus Menjadi Kompas Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital
The Palace Resmikan Gerai Baru di Lippo Plaza Palangka Raya, Perluas Akses Perhiasan Berkualitas
BMKG Prediksi El Niño Berlanjut hingga 2027, Musim Kemarau Lebih Kering
Janji Akhiri Pemadaman Bergilir di Barito Utara, Manager ULP PLN Muara Teweh Tuangkan Komitmen Tertulis
Ronny F. Sompie Resmi Jadi Dewan Pembina IPJI, Perkuat Sinergi Perlindungan PMI dan Pencegahan TPPO
Revalina Palangka Raya Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8, Siap Harumkan Nama Kalimantan Tengah

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:57 WIB

Nomor Putusan Tak Dicantumkan, Notulen Pemberian Tali Asih PT NPR Dipertanyakan: Pemilik Lahan Tak Hadir, Potensi Konflik Sosial Mengemuka

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:12 WIB

DEMA STAI Al Ma’arif Buntok Pimpin BEM SI Wilayah Kalteng, Siap Perkuat Konsolidasi dan Kawal Isu Strategis Daerah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:48 WIB

Bias Layar: Pancasila Harus Menjadi Kompas Bangsa Hadapi Tantangan Era Digital

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:26 WIB

The Palace Resmikan Gerai Baru di Lippo Plaza Palangka Raya, Perluas Akses Perhiasan Berkualitas

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:42 WIB

BMKG Prediksi El Niño Berlanjut hingga 2027, Musim Kemarau Lebih Kering

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page