LINTAS KALIMANTAN | PALANGKARAYA – DPP Sahawung Penyang Provinsi Kalimantan Tengah resmi mencabut dukungan terhadap Priyatno atau Tono. Keputusan tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Sahawung Penyang Kalteng, Rangkap, usai menyampaikan pernyataan sikap di kawasan Tugu Soekarno, Minggu (16/3/2026).
Rangkap mengungkapkan, pencabutan dukungan dilakukan setelah organisasi menerima berbagai informasi dan data yang berkaitan dengan dugaan persoalan yang tengah dihadapi Priyatno dengan salah satu perusahaan batu bara.
“Keputusan ini diambil bukan tanpa dasar. Kami telah mendapatkan informasi, data, dan fakta dari pihak Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, yang dinilai dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Menurutnya, dinamika sikap di tengah masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan merupakan hal lumrah dalam sistem demokrasi. Ia menilai perbedaan pandangan terhadap kasus yang menjerat Priyatno tidak seharusnya menimbulkan konflik horizontal.
Rangkap menegaskan, organisasi tetap menghormati pihak-pihak yang masih memberikan dukungan kepada Priyatno. Namun, Sahawung Penyang memilih mengambil posisi berbeda dengan mempertimbangkan stabilitas sosial dan keharmonisan hubungan antar elemen masyarakat.
“Perbedaan sikap adalah bagian dari demokrasi. Kami berharap semua pihak dapat saling menghargai agar tidak menimbulkan gesekan di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung falsafah Huma Betang sebagai nilai kearifan lokal Kalimantan Tengah yang menekankan persatuan di tengah keberagaman.
Pernyataan sikap ini menambah dinamika dukungan terhadap Priyatno di tingkat daerah, khususnya di Kabupaten Kapuas, di tengah mencuatnya isu dugaan persoalan dengan sektor pertambangan yang kini menjadi sorotan publik. (*/rls/tim/red)








