Pangdam XXII/Tambun Bungai Tegaskan Kesiapsiagaan Maksimal Hadapi Karhutla 2026, Dukung Pencegahan hingga Penegakan Hukum

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., menegaskan komitmen penuh jajaran TNI dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah pada tahun 2026.

Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan Karhutla 2026 yang digelar di Lapangan Barigas, Mapolda Kalimantan Tengah, Jumat (17/4/2026).

Kehadiran Pangdam dalam apel tersebut menjadi penegasan kuat bahwa penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab satu institusi, melainkan memerlukan kerja sama lintas sektor yang terukur, cepat, dan terpadu.

Apel yang dipimpin langsung oleh Kapolda Kalimantan Tengah itu turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah daerah, instansi terkait, serta elemen relawan kebencanaan.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan potensi karhutla harus dimulai sejak dini melalui langkah konkret di lapangan.

“Apel ini merupakan langkah awal yang nyata untuk memastikan seluruh personel, perlengkapan, dan sarana pendukung berada dalam kondisi siap operasional,” ujarnya.

Menurut Pangdam, ancaman karhutla di Kalimantan Tengah selalu menjadi perhatian serius karena dampaknya yang luas, tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta stabilitas wilayah.

Baca Juga :  RESAHKAN WARGA KOTA MUTE..!! Dua Pengedar Sabu Ditangkap Polisi, Yang Belum Ditangkap Menunggu Giliran

Ia menegaskan, Kodam XXII/Tambun Bungai siap mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla bersama Polda Kalteng dan pemerintah daerah.

Fokus utama, kata dia, adalah upaya pencegahan sejak dini, yang dinilai jauh lebih efektif dibanding penanganan saat kebakaran sudah meluas.

Karena itu, Pangdam menyoroti pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah rawan kebakaran lahan, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus potensi munculnya titik api.

Selain langkah preventif, Mayjen TNI Zainul Arifin juga menegaskan pentingnya patroli terpadu yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, dan relawan.

Patroli ini bertujuan untuk mendeteksi dini titik rawan, memantau kondisi lapangan, serta mempercepat respons apabila ditemukan indikasi kebakaran.

Lebih lanjut, Pangdam menekankan bahwa tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran lahan secara ilegal harus menjadi bagian dari strategi bersama.

Menurutnya, penegakan hukum yang konsisten akan memberikan efek jera sekaligus menjadi pesan kuat bahwa negara tidak memberi ruang terhadap aktivitas yang merusak lingkungan dan membahayakan masyarakat.

Baca Juga :  Polsek Mantangai Kawal Peringatan May Day 2026, Kegiatan Buruh PT GIJ Berlangsung Aman dan Kondusif

“Penegakan hukum harus berjalan tegas agar tidak ada lagi pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan,” tegasnya.

Kodam XXII/Tambun Bungai, lanjut Pangdam, berkomitmen penuh menjaga stabilitas keamanan wilayah Kalimantan Tengah, termasuk dalam menghadapi bencana ekologis seperti karhutla.

Ia juga memastikan seluruh satuan teritorial di jajaran Kodam telah diperintahkan untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat kepolisian di masing-masing wilayah.

Langkah tersebut dilakukan demi memastikan setiap potensi kebakaran dapat diantisipasi secara cepat dan efektif.

Apel kesiapsiagaan ini juga diisi dengan pengecekan personel, kendaraan operasional, alat pemadam kebakaran, hingga sarana pendukung lainnya sebagai bagian dari evaluasi kesiapan menghadapi potensi bencana di tahun 2026.

Dengan sinergi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, Pangdam optimistis Kalimantan Tengah mampu menghadapi musim rawan karhutla dengan lebih siap.

Ia berharap kolaborasi seluruh pihak dapat menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak buruk asap dan kebakaran lahan. (*/rls/pen/red)

 

Berita Terkait

Nomor Putusan Tak Dicantumkan, Notulen Pemberian Tali Asih PT NPR Dipertanyakan: Pemilik Lahan Tak Hadir, Potensi Konflik Sosial Mengemuka
Janji PLN Dinilai Tak Terbukti, Aksi Kelima GPG Kembali Guncang Kantor PLN UP3 Palangka Raya
252 Calon Jemaah Ikuti Latihan Manasik Umrah PT Alkamila
H. Man Pemilik Molding di Pangkalan Banteng Klarifikasi Dugaan Pengetapan Solar Bersubsidi di SPBU
Damang Lahei Dampingi Cek Lapangan Sengketa Lahan, Ajak Masyarakat Barito Utara Kedepankan Dialog Damai
Kapolsek Lahei Kawal Penyelesaian Sengketa Lahan Warga dan PT Pada Idi, Utamakan Musyawarah Demi Kamtibmas Kondusif
Moulding Disorot di Pangkalan Banteng, Diduga Pengetap Solar Bersubsidi
Demi Terangnya Gunung Purei, 11 Pemerintah Desa Bersatu Gotong Royong Bersihkan Jalur Tiang Induk PLN Tanpa Ganti Rugi

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:57 WIB

Nomor Putusan Tak Dicantumkan, Notulen Pemberian Tali Asih PT NPR Dipertanyakan: Pemilik Lahan Tak Hadir, Potensi Konflik Sosial Mengemuka

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Janji PLN Dinilai Tak Terbukti, Aksi Kelima GPG Kembali Guncang Kantor PLN UP3 Palangka Raya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:19 WIB

252 Calon Jemaah Ikuti Latihan Manasik Umrah PT Alkamila

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:57 WIB

H. Man Pemilik Molding di Pangkalan Banteng Klarifikasi Dugaan Pengetapan Solar Bersubsidi di SPBU

Rabu, 5 Agustus 2026 - 01:32 WIB

Damang Lahei Dampingi Cek Lapangan Sengketa Lahan, Ajak Masyarakat Barito Utara Kedepankan Dialog Damai

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page