LINTAS KALIMANTAN | Polres Kotawaringin Barat (Kobar) menegaskan komitmennya dalam mendukung Asta Cita Presiden RI, khususnya di bidang ketahanan pangan, melalui pelaksanaan program swasembada jagung sepanjang tahun 2025.
Komitmen tersebut disampaikan Kapolres Kobar, AKBP Theodorus Priyo Santosa, dalam kegiatan Press Release Akhir Tahun 2025 yang digelar pada Rabu (31/12/2025).
Dalam kesempatan itu, Kapolres memaparkan capaian ketahanan pangan berbasis pemanfaatan lahan pertanian di wilayah hukum Polres Kotawaringin Barat.
Berdasarkan data per November 2025, total potensi lahan jagung di wilayah Polres Kobar tercatat mencapai 327,36 hektare. Dari jumlah tersebut, lahan yang telah ditanami mencapai 343,16 hektare, sementara lahan yang sudah dipanen seluas 263,56 hektare, dengan total hasil panen mencapai 622,94 ton jagung.
Capaian tersebut diperoleh melalui tiga skema pengelolaan lahan, yakni monokultur, tumpang sari, serta program satu desa satu hektare.
Pada skema monokultur, potensi lahan yang tersedia sebesar 69,7 hektare. Adapun lahan yang telah ditanami mencapai 121,4 hektare, dengan luas panen 107,2 hektare dan hasil panen sebanyak 349,1 ton jagung.
Sementara itu, pada skema tumpang sari, potensi lahan tercatat 163,66 hektare. Lahan yang ditanami mencapai 179,21 hektare, dengan luas panen 131,46 hektare dan hasil panen sebesar 246,93 ton jagung.
Sedangkan melalui program 1 Desa 1 Hektare, Polres Kobar mencatat potensi lahan seluas 94 hektare. Dari jumlah tersebut, lahan yang telah ditanami mencapai 42,55 hektare, dengan luas panen 24,90 hektare dan hasil panen sebanyak 26,87 ton jagung.
AKBP Theodorus Priyo Santosa mengatakan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan bentuk nyata sinergi Polri bersama masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Program swasembada jagung ini merupakan wujud dukungan Polres Kotawaringin Barat terhadap Asta Cita Presiden RI dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan,” tuturnya.
Ke depan, Polres Kotawaringin Barat berharap pengelolaan dan pemanfaatan lahan pertanian dapat terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat secara luas.

Selain itu, Ia menyampaikan Gerakan Pangan Murah dan penyaluran Beras SPHP. Menurutnya, Polres Kobar berkomitmen membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan pokok. Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun 2025.
“Program Gerakan Pangan Murah dan Beras SPHP kami laksanakan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan masyarakat,” ujar Kapolres.
Berdasarkan data Polres Kobar, total penyaluran pangan hingga November 2025 mencapai 150.650 kilogram.Pada bulan Desember 2025, penyaluran tambahan tercatat sebesar 11.100 kilogram. Dengan demikian, total penyaluran pangan Polres Kobar sepanjang tahun 2025 mencapai 161.750 kilogram.Jumlah tersebut melampaui target hingga 175,21 persen.
Adapun target penyaluran pangan sampai Desember 2025 ditetapkan sebesar 92.317,86 kilogram.
Capaian tersebut menunjukkan keseriusan Polres Kobar dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
AKBP Theodorus Priyo Santosa menyampaikan, kegiatan ini juga bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menekan dampak fluktuasi harga pangan di lapangan.
“Kami berharap program ini dapat meringankan beban masyarakat dan terus berlanjut ke depannya,” katanya.
Polres Kobar akan terus bersinergi dengan instansi terkait guna memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kotawaringin Barat. (Rhd)






