Palangka Raya — Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya bersama Puskesmas Bukit Hindu melakukan pengasapan (fogging) di permukiman warga RT 02 RW 07 Jalan Mendawai Induk Ujung, Senin, 26 Januari 2026. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menyebabkan puluhan warga harus menjalani perawatan medis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan fogging dilakukan untuk menekan populasi nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor utama penularan virus dengue. “Fogging merupakan respons cepat atas laporan kasus DBD di wilayah ini,” kata Riduan.
Namun, Riduan menegaskan bahwa pengasapan hanya bersifat sementara dan tidak dapat menjadi solusi utama pencegahan DBD. Menurut dia, upaya paling efektif tetap berasal dari peran aktif masyarakat melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Ia mengimbau warga menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras dan menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas, serta melakukan langkah pencegahan tambahan seperti menggunakan obat anti-nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan. “Pencegahan DBD dimulai dari rumah masing-masing,” ujarnya.
Seorang warga RT 02 RW 07 menyampaikan apresiasi atas respons cepat Dinas Kesehatan dan Puskesmas Bukit Hindu. Ia berharap kegiatan fogging dapat menekan jumlah nyamuk dan mencegah penularan lebih luas di lingkungan tempat tinggalnya.
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya bersama puskesmas setempat menyatakan akan terus melakukan pemantauan, pendataan kasus, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat guna mencegah meluasnya penyebaran DBD di wilayah kota tersebut.(*/rls/tim/red)







