Diancam Sebar Foto Syur oleh Teman Aplikasi, Pelajar Katingan Curhat ke Cak Sam Polda Kalteng; Pelaku Dibina Secara Virtual

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palangka Raya – Seorang pelajar perempuan berinisial Bunga (17) asal Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, mengadu secara virtual kepada Cak Sam Polda Kalteng setelah diduga menjadi korban ancaman penyebaran foto dan video syur oleh seorang pemuda asal Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (25/11/2025).

Ancaman itu dilakukan oleh pemuda berinisial Kumbang (25), yang dikenal Bunga melalui aplikasi pertemanan Omi. Hubungan pertemanan keduanya diduga berubah menjadi tekanan psikologis setelah Kumbang mengetahui bahwa Bunga telah memiliki kekasih.

Dalam curhatnya kepada Cak Sam, Bunga mengaku menjadi korban manipulasi dan ancaman setelah tanpa sengaja mengirim pesan sayang yang seharusnya untuk pacarnya, namun justru terkirim ke Kumbang. Kesalahan itu disebut memicu kecemburuan dan kemarahan pelaku.

Baca Juga :  Buka Kegiatan Koordinasi Dan Sosialisasi Pengelolaan Pustu Dan Posyandu Dalam Transformasi Layanan Primer, Hj. Hasanah Rifa’i Harapkan Kerjasama Semua Pihak Mendukung Penerapan Posyandu 6 SPM

Situasi semakin memburuk ketika Kumbang meminta foto dan video tidak senonoh dari Bunga. Karena takut diancam dan ditekan secara verbal, Bunga akhirnya memenuhi permintaan tersebut. Namun pelaku kemudian diduga membuat akun Facebook yang menggambarkan seolah-olah Bunga menawarkan jasa prostitusi, lengkap dengan nomor WhatsApp korban.

Bunga baru menyadari dirinya telah difitnah dan “diviralkan” setelah menerima pesan dari orang tak dikenal yang menanyakan layanan open BO. Ia pun panik dan meminta bantuan Cak Sam Polda Kalteng untuk mencari perlindungan.

Baca Juga :  Tak Lagi Terpencar, 14 Kantor SKPD Bakal Dipusatkan di Sebelimbangan

Menindaklanjuti laporan itu, Cak Sam segera menghubungi Kumbang dan memberikan pembinaan serta peringatan tegas agar menghentikan segala bentuk ancaman, mematuhi Undang-Undang Pornografi, dan tidak menyebarluaskan konten pribadi milik korban. Pelaku juga diminta menghapus akun Facebook yang memuat informasi palsu tersebut.

Dalam proses mediasi virtual yang difasilitasi Cak Sam, Kumbang akhirnya mengakui perbuatannya, meminta maaf kepada Bunga, dan berjanji tidak mengulangi tindakan serupa.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya remaja, akan pentingnya berhati-hati berinteraksi melalui aplikasi pertemanan dan tidak mudah mengirim konten pribadi yang rawan disalahgunakan. (*/rls/hms/red)

 

Berita Terkait

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari
Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir
Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan
Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau
Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah
Maksimalkan Pengerjaan Drainase Sasaran TMMD, Alat Berat Dikerahkan
Bupati Kotabaru Perkuat Transformasi Digital Lewat Kerjasama Dengan Telkomsel
Sugie: Karhutla Tanggung Jawab Bersama, HKT Ajak Semua Pihak Bergerak 

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:25 WIB

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page