Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah Kotabaru Gelar Kegiatan Worksop Forum Kecamatan dan Desa Sehat

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN || Dilaksanakan di ruang rapat Pulau inspirasi Lantai II, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kotabaru melaksanakan Workshop Penguatan Kapasitas Forum Kecamatan Sehat dan Kelompok Kerja (Pokja) Desa Sehat, Jumat 5 Desember 2025.

 

Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari percepatan persiapan Kabupaten Kotabaru dalam menghadapi Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tahun 2027, khususnya pada aspek pembentukan kelembagaan forum di tingkat kecamatan hingga desa.

 

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Bapperida Kotabaru, Ir. Rurien Srihardjanti, MM, ia menegaskan bahwa Kotabaru wajib mengikuti penilaian KKS 2027, mengingat hingga kini masih menjadi salah satu daerah di Kalimantan Selatan yang belum mengikutinya.

 

“Saat ini capaian Open Defecation Free (ODF) Kotabaru berada di angka 79 persen dan tinggal dikejar menjadi 80 persen sebagai syarat utama untuk mengikuti penilaian KKS. Selain itu, kelengkapan data dan kelembagaan forum hingga tingkat desa menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama,” kata Rurien.

Baca Juga :  Polresta Palangka Raya Tangkap Pengedar Narkoba, Sita Shabu dan Ekstasi Siap Edar

 

Rurien juga menyampaikan, pentingnya penerapan satu data terpadu lintas sektor sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan, termasuk dalam pemenuhan sembilan tatanan KKS.

 

Sementara itu, H. Sugianor, menyampaikan bahwa hingga akhir 2025 capaian desa ODF di Kotabaru telah mencapai 80 persen dari total desa yang ada, sehingga secara teknis sudah memenuhi syarat untuk pengajuan sertifikasi ODF tingkat kabupaten.

 

“Meski demikian bahwa syarat berikutnya yang harus segera dipenuhi adalah pembentukan Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Desa Sehat minimal 50 persen sebagai bagian dari kesiapan penilaian KKS 2027,” jelasnya.

 

Hingga saat ini kata dia, pembentukan kelembagaan masih perlu percepatan. Ini menjadi tugas bersama agar target dapat tercapai tepat waktu.

Baca Juga :  Dua Satpam Ditembak Saat Patroli di Kebun Sawit Kotim, Polisi Buru Pelaku Bersenjata

 

Ia juga menguraikan bahwa penilaian Kabupaten/Kota Sehat mencakup sembilan tatanan, yakni:

1. Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri

2. Permukiman dan Fasilitas Umum

3. Satuan Pendidikan

4. Pasar Sehat

5. Perkantoran dan Perindustrian

6. Pariwisata Sehat

7. Transportasi dan Tertib Lalu Lintas Jalan

8. Perlindungan Sosial

9. Penanggulangan Bencana

 

“Kesembilan tatanan tersebut memerlukan kerja sama lintas sektor agar dapat dipenuhi secara optimal,” jelasnya.

 

Di tempat yang sama, Ketua Forum Kabupaten Kota Sehat (FKKS) Kotabaru yang diwakili oleh H. Kamaruz Zaman menambahkan bahwa fokus utama saat ini bukan semata mengejar penghargaan, melainkan memastikan Kabupaten Kotabaru dapat masuk terlebih dahulu dalam sistem penilaian resmi KKS.

 

“Kondisi geografis Kotabaru yang sangat luas menjadi tantangan tersendiri. Namun dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis target ini bisa tercapai,” ungkapnya. (*/rls/duk).

Berita Terkait

Legalitas Penggunaan Pelabuhan Jelapat untuk CPO Dipertanyakan, PT BKI dan Dishub Barsel Kompak Bungkam
Musim Kemarau Picu Karhutla dan Kebakaran Permukiman di Palangka Raya, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
BREAKING NEWS Kebakaran Hebat Hanguskan Kawasan Pasar Besar Jalan Seram,Jalan Jawa Palangka Raya
Bias Layar Ajak Masyarakat Palangka Raya Amalkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Gubernur Kalteng Tinjau Karhutla, Ikut Padamkan Titik Api
Gubernur Agustiar Minta Tambahan Armada, Penanganan Karhutla Kalteng Diperkuat Pemerintah Pusat
Sambut HUT ke-25 DPC Partai Demokrat Pulang Pisau Gelar Aksi ‘Gerakan Langit Biru’ di Masjid Noor Hidayah
Pengusaha Bengkel Las Kalteng Siap Tempuh Aksi Damai jika Pemadaman Listrik Tak Kunjung Teratasi

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Legalitas Penggunaan Pelabuhan Jelapat untuk CPO Dipertanyakan, PT BKI dan Dishub Barsel Kompak Bungkam

Minggu, 2 Agustus 2026 - 05:19 WIB

Musim Kemarau Picu Karhutla dan Kebakaran Permukiman di Palangka Raya, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:16 WIB

BREAKING NEWS Kebakaran Hebat Hanguskan Kawasan Pasar Besar Jalan Seram,Jalan Jawa Palangka Raya

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Bias Layar Ajak Masyarakat Palangka Raya Amalkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:36 WIB

Gubernur Kalteng Tinjau Karhutla, Ikut Padamkan Titik Api

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page