LINTAS KALIMANTAN || Musim kemarau belum sepenuhnya tiba, tapi kewaspadaan sudah mulai dibangun. PT Sinar Mas bersama pemangku kepentingan menggelar apel kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Lapangan Sepak Bola sebelas maret Desa Tegal Rejo, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Kamis 30 April 2026.
Langkah ini dilakukan seiring dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi bahwa musim kemarau 2026 berpotensi datang lebih awal, berlangsung lebih panjang, dan cenderung lebih kering dibandingkan kondisi normal. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko karhutla.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasubbagkerma Bagops, Kompol Eko Abdi Prayitno mewakili Kapolres Kotabaru AKBP Dolly M Tanjung.
Kegiatan Apel persiapan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan(Karhutla) ini disuport penuh oleh Perusahaan raksasa ternama yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yaitu PT. Sinas Mas.
Ratusan peserta dari berbagai unsur berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotabaru, TNI Polri. Damkar Kotabaru hingga unsur kecamatan dan desa.
Kesiapan terlihat dari bagaimana seluruh tim di lapangan menunjukkan perannya. Peralatan pemadam diperiksa, tim tanggap darurat bersiap, dan koordinasi antarpihak dibangun sejak awal. Komitmen bersama pun ditegaskan sebagai bentuk keseriusan semua pihak dalam menghadapi potensi karhutla.
Keseriusan mencegah karhutla semakin nyata saat simulasi pemadaman dilakukan. Tim tanggap darurat bergerak cepat memadamkan api, menunjukkan bagaimana respons dilakukan secara terkoordinasi di lapangan dengan peralatan teknologi yang dimiliki.
“Mudah-mudahan kebakaran kebun, hutan, dan lahan di Kecamatan khususnya dan Kabupaten Kotabaru pada umumnya dapat teratasi dengan baik,” ujar Bambang selaku perwakilan managamant PT Sinar Mas.
Selain kesiapan teknis lanjutnya, kegiatan ini juga membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan karhutla adalah tanggung jawab bersama. Edukasi kepada masyarakat, kesiapan tim, hingga koordinasi lintas pihak menjadi fondasi penting dalam menghadapi musim kemarau.
“Persiapan matang adalah kunci. Kita tidak boleh lengah menghadapi situasi musim panas mendatang. Ketika semua pihak siap dan bergerak bersama, risiko dapat ditekan,” jelasnya.
Melalui inisiatif ini, PT Sinar Mas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan. Dengan kesiapan yang lebih matang dan kolaborasi yang terbangun, perusahaan berupaya menjaga lingkungan tetap aman serta memastikan aktivitas masyarakat dapat berjalan tanpa gangguan.
Sementara, Kepala Desa Tegalrejo, Firmansyah, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat peran masing-masing pihak, termasuk dalam meningkatkan edukasi kepada masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan diikuti oleh berbagai unsur. Kami juga akan terus mengimbau masyarakat, khususnya petani, untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” turus Kades muda yang baru saja dilantik Bupati Kotabaru beberapa pekan lalu. (*/rls/duk).







