LINTAS KALIMANTAN | Gunung Mas – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Gunung Mas menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan 200 paket daging ayam kepada masyarakat Muslim menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yakni halaman Masjid Al-Muhajirin dan Masjid Agung Darun Najah, Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun, Jumat (19/3/2025).
Ketua DPD PSI Gunung Mas, Dodi Eduardo Sitanggang, S.E., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus wujud penghormatan terhadap umat Muslim yang telah menjalankan ibadah puasa Ramadan.
“200 paket berkat kemenangan ini saya bagikan untuk saudara-saudara kita yang beragama Muslim sebagai tanda syukur dan keimanan atas perjuangan melawan lapar, haus, amarah, serta godaan nafsu selama bulan Ramadan,” ujar Dodi, yang akrab disapa BD.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar berbagi secara materi, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan lintas agama di Kabupaten Gunung Mas.
Menurut BD, selama bulan Ramadan tahun ini pihaknya telah melaksanakan sejumlah kegiatan sosial lainnya. Di antaranya pembagian 1.000 paket takjil serta bantuan buku tulis bagi anak-anak sekolah di Desa Taringen, Kecamatan Manuhing.
“Hari ini saya secara pribadi kembali berbagi berkat kemenangan berupa 200 paket daging ayam yang disalurkan di dua masjid, yakni Masjid Agung Darun Najah dan Masjid Al-Muhajirin,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai toleransi dan saling menghormati antarumat beragama sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.
“Indahnya berbagi dan saling menghormati antarumat beragama merupakan kewajiban kita sebagai sesama manusia dan hamba Tuhan,” tuturnya.
Sementara itu, pengurus Masjid Agung Darun Najah dan Masjid Al-Muhajirin menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Mereka menilai aksi sosial yang dilakukan DPD PSI Gunung Mas mencerminkan nilai toleransi yang patut dijadikan teladan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan bersyukur atas bantuan ini. Kegiatan seperti ini sangat mencerminkan sikap saling menghargai dan toleransi antarumat beragama,” ujar A. Yani.
Hal senada juga disampaikan oleh Sugito, S.Pd. Ia menegaskan bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk saling berbagi dan mempererat persaudaraan.
“Kita semua bersaudara walaupun berbeda agama. Sesuai semboyan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Dalam budaya kita juga dikenal falsafah Huma Betang,” jelasnya.
Menurut Sugito, nilai-nilai tersebut telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Kalimantan Tengah.
“Artinya, perbedaan agama bukanlah masalah untuk berbagi berkat, karena pada dasarnya kita semua adalah saudara,” pungkasnya.(red/)








