Siswi SMK di Palangka Raya Curhat Dugaan Pelecehan dan Ancaman Mantan Pacar, Minta Perlindungan ke Cak Sam Polda Kalteng

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Seorang siswi sekolah menengah kejuruan (SMK) berusia 16 tahun di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, akhirnya memberanikan diri mencari perlindungan setelah mengaku mengalami tekanan psikologis, dugaan pelecehan, serta ancaman dari mantan pacarnya.

Remaja yang disamarkan dengan nama Bunga itu mengungkapkan keluh kesahnya kepada Cak Sam Polda Kalimantan Tengah. Ia mengaku sudah tidak sanggup menjalani hubungan yang menurutnya penuh paksaan dan intimidasi.

Menurut penuturan Bunga, hubungan asmara tersebut bermula pada November 2024. Namun, tidak lama setelah berpacaran, ia mengaku mulai mengalami perlakuan yang membuatnya tertekan.

Bunga menuturkan, sekitar satu bulan setelah resmi berpacaran, dirinya diajak bertemu di sebuah wisma dengan alasan untuk menenangkan dirinya yang saat itu sedang memiliki masalah pribadi.

“Awalnya saya diajak ke wisma dengan alasan mau menenangkan saya. Tapi di sana saya merasa takut dan terpojok,” ungkapnya saat menyampaikan curhat kepada Cak Sam.

Dalam kondisi tertekan, Bunga mengaku mendapatkan perlakuan yang tidak diinginkan dan merasa dipaksa menuruti kemauan pacarnya.

Setelah peristiwa tersebut, siswi SMK itu mengaku beberapa kali berusaha mengakhiri hubungan. Namun, upayanya selalu mendapat penolakan.

Baca Juga :  "134 Program Dituntaskan, Pemkab Kotabaru Apresiasi Pengabdian Mahasiswa KKN-PPM UGM"

Ia bahkan mengaku sempat diminta mengganti jaket pemberian pacarnya dengan jaket baru sebagai syarat untuk mengakhiri hubungan.

“Karena bingung memenuhi permintaan itu, saya akhirnya bertahan sambil mencari jalan keluar,” tuturnya.

Seiring berjalannya waktu, Bunga menyadari bahwa sikap baik dan perhatian yang diberikan pacarnya diduga memiliki maksud lain.

Menurut pengakuannya, ia kembali mengalami tekanan ketika diajak bertemu untuk menyelesaikan pertengkaran yang terjadi melalui media sosial.

Awalnya Bunga menolak, namun karena merasa lelah dengan konflik berkepanjangan, ia akhirnya menyetujui ajakan pertemuan tersebut.

Sesampainya di lokasi, Bunga mengaku kembali diajak ke sebuah kamar wisma dengan alasan menunggu hujan reda.

Ia mengungkapkan sempat merasa takut karena khawatir kejadian serupa akan terulang.

Dalam pengakuannya, Bunga menyebut dirinya sempat diberikan makanan berupa cokelat sebelum kembali mengalami tindakan yang menurutnya tidak senonoh.

“Saya menangis, tapi tidak dihiraukan,” ujarnya.

Tak hanya itu, setelah kembali meminta putus, Bunga mengaku menerima ancaman dari pria yang disebut berusia 22 tahun tersebut.

Ia menyebut mantan pacarnya mengancam akan memesan paket menggunakan alamat rumahnya, sehingga seluruh biaya pembayaran akan dibebankan kepadanya.

Baca Juga :  Ketua DPW IPJI Kalteng Ucapkan Selamat HUT ke-69 Kalimantan Tengah

Ancaman itu membuat siswi SMK tersebut semakin tertekan dan akhirnya memutuskan meminta bantuan.

“Saya ingin putus, tolong saya,” kata Bunga dalam curhatnya.

Menanggapi laporan tersebut, Cak Sam disebut sempat menanyakan apakah persoalan itu ingin diproses secara hukum serta kemungkinan untuk melibatkan orang tua korban.

Namun, Bunga memohon agar persoalan tersebut tidak disampaikan kepada keluarganya.

Ia hanya meminta agar pria tersebut diberikan peringatan keras, tidak lagi mengganggunya, dan menyampaikan permintaan maaf.

Menindaklanjuti permintaan itu, Cak Sam mendatangi pria yang bersangkutan di tempat kerjanya.

Dalam mediasi tersebut, yang bersangkutan diberikan pembinaan dan peringatan agar tidak lagi mengulangi perbuatannya maupun menghubungi korban.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan seorang pelajar yang masih berada di bawah umur serta dugaan adanya unsur paksaan dan intimidasi dalam hubungan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, untuk tidak ragu melapor apabila mengalami tindakan serupa yang mengarah pada kekerasan, pelecehan, maupun ancaman. (*/rls/hms/red)

 

Berita Terkait

Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam
DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis
PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut
Tanpa Pamrih, Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya
Bantu Tangani Karhutla di Tanah Laut, Sinar Mas Agribusiness and Food Berikan Bantuan Peralatan Pemadam
PPN Kritik Pernyataan Kepala BNPB soal Kondisi Kalteng, Minta Suharyanto Dicopot
Ketika Asap Disebut Tak Mengganggu, Data ISPA Berkata Lain
WAGUB EDY PRATOWO: PEMERINTAH TAK BISA SENDIRI BANGUN EKONOMI KALTENG, KADIN HARUS JADI MITRA STRATEGIS

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 15:15 WIB

Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam

Senin, 28 September 2026 - 09:58 WIB

DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis

Sabtu, 26 September 2026 - 18:07 WIB

PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut

Sabtu, 26 September 2026 - 17:01 WIB

Tanpa Pamrih, Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya

Jumat, 25 September 2026 - 14:37 WIB

Bantu Tangani Karhutla di Tanah Laut, Sinar Mas Agribusiness and Food Berikan Bantuan Peralatan Pemadam

Berita Terbaru

LINTAS DAERAH

Upaya Gubernur Agustiar Sabran Tingkatkan Kesejahteraan di Kalteng

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:35 WIB

LINTAS DAERAH

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Selasa, 6 Okt 2026 - 16:34 WIB

You cannot copy content of this page