LINTAS KALIMANTAN | Banjarbaru – Panglima Kodam (Pangdam) XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Lambung Mangkurat Rindam XXII/Tambun Bungai, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (22/5/2026).
Sebanyak 314 mantan siswa resmi dilantik menjadi Prajurit Dua (Prada) TNI AD setelah menyelesaikan pendidikan dasar keprajuritan selama dua bulan. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penutupan pendidikan serentak terhadap sekitar 17.000 tamtama TNI AD di berbagai lembaga pendidikan militer di seluruh Indonesia.
Dalam amanatnya, Pangdam XXII/Tambun Bungai menegaskan bahwa para prajurit muda harus mampu menjadi sosok yang profesional, disiplin, tangguh, dan adaptif dalam menghadapi dinamika tugas di lapangan, khususnya di wilayah Kalimantan yang memiliki tantangan geografis dan sosial tersendiri.
Menurutnya, tugas seorang prajurit TNI AD tidak hanya berorientasi pada kemampuan tempur semata, tetapi juga dituntut memiliki kemampuan pembinaan teritorial guna membantu masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Mereka tidak hanya disiapkan sebagai prajurit petarung, tetapi juga prajurit yang mampu membantu mengatasi kesulitan masyarakat serta mendukung pembangunan di daerah,” ujar Mayjen TNI Zainul Arifin dalam amanatnya.
Pangdam juga mengingatkan para prajurit yang baru dilantik agar senantiasa memegang teguh nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman moral dan etika dalam setiap pelaksanaan tugas.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri, keluarga, dan satuan dengan menghindari berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merugikan institusi TNI maupun masyarakat.
Prosesi upacara berlangsung khidmat dengan rangkaian pelantikan serta penyematan pangkat Prajurit Dua kepada perwakilan lulusan sebagai simbol resmi berakhirnya pendidikan pertama tamtama TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026.
Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai penampilan dan atraksi, di antaranya demonstrasi drama kolosal bertema Batalyon Teritorial Pembangunan, penampilan yel-yel para prajurit, penyerahan piagam penghargaan kepada siswa berprestasi, sesi foto bersama, hingga ramah tamah.
Suasana penuh semangat dan kebanggaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan, baik dari para prajurit muda, pelatih, maupun keluarga yang turut hadir menyaksikan momen pelantikan tersebut.
Dengan berakhirnya pendidikan pertama ini, para prajurit tamtama TNI AD diharapkan siap menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara melalui berbagai penugasan di satuan masing-masing, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas pertahanan dan membantu masyarakat di wilayah penugasan. (*/rls/sgn/red)
Sumber Pendam







