Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai 18 April 2026, Warga Kalteng Khawatir Beban Hidup Kian Berat

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku pada Sabtu, 18 April 2026. Kenaikan harga ini terjadi pada sejumlah jenis BBM, terutama bahan bakar beroktan tinggi dan solar nonsubsidi, yang dinilai berpotensi memicu kenaikan biaya operasional di berbagai sektor usaha dan transportasi.

Berdasarkan informasi yang diumumkan, kenaikan paling signifikan terjadi pada Pertamax Turbo yang kini dibanderol sebesar Rp19.400 per liter, naik tajam dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp13.100 per liter.

Selain itu, Dexlite juga mengalami lonjakan harga menjadi Rp23.600 per liter, sementara Pertamina Dex naik menjadi Rp23.900 per liter.

Penyesuaian harga tersebut disebut dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak mentah dunia yang mengalami fluktuasi dalam beberapa waktu terakhir, ditambah kondisi geopolitik global yang masih belum stabil dan turut memberi tekanan pada sektor energi internasional.

Pertamina menyebut kebijakan ini merupakan bagian dari mekanisme penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mengikuti pergerakan pasar dan biaya pengadaan energi global.

Baca Juga :  Dishut Kalteng Tingkatkan Siaga Karhutla, Hujan Mulai Bantu Tekan Risiko Kebakaran

Meski demikian, pemerintah memastikan harga BBM subsidi dan BBM penugasan tetap dipertahankan guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat.

Untuk saat ini, Pertalite masih berada di harga Rp10.000 per liter, BioSolar tetap Rp6.800 per liter, dan Pertamax berada di kisaran Rp12.300 per liter.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini langsung menjadi perhatian masyarakat, khususnya para pengguna kendaraan pribadi, pelaku usaha transportasi, serta sektor logistik yang sangat bergantung pada konsumsi bahan bakar.

Salah seorang warga Palangka Raya, Rudi Hartono (42), mengaku kenaikan harga tersebut cukup memberatkan, terutama bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk bekerja sehari-hari.

“Kalau naiknya sampai sebesar ini tentu terasa sekali. Biaya transportasi untuk kerja dan antar anak sekolah pasti bertambah. Kami khawatir harga kebutuhan pokok juga ikut naik,” ujarnya saat ditemui Media ini , Sabtu pagi.

Hal senada disampaikan Siti Aminah (35), seorang pedagang kecil di kawasan Pasar Besar Palangka Raya. Ia menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi dapat berdampak langsung terhadap ongkos distribusi barang dagangan.

Baca Juga :  Polsek Pahandut Hadiri Sosialisasi Peningkatan Drainase Utama Pengendalian Banjir 2026, Perkuat Sinergi Penanganan Banjir di Palangkaraya

“Biasanya kalau BBM naik, ongkos kirim barang dari distributor juga ikut naik. Ujung-ujungnya harga jual ke konsumen pasti menyesuaikan. Yang berat masyarakat kecil,” katanya.

Sementara itu, sejumlah pengemudi transportasi online juga menyuarakan kekhawatiran terhadap kebijakan tersebut.

Menurut Fajar (29), seorang pengemudi ojek online, kenaikan harga BBM dapat mengurangi pendapatan bersih harian.

“Kalau tarif aplikasi tidak naik, sementara bensin naik, otomatis penghasilan kami berkurang. Padahal kebutuhan rumah tangga sekarang juga sudah tinggi,” tuturnya.

Pengamat ekonomi daerah menilai kenaikan BBM nonsubsidi berpotensi memberikan efek berantai terhadap inflasi, terutama pada sektor transportasi, distribusi logistik, dan harga bahan kebutuhan pokok.

Karena itu, sejumlah pihak berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat mengambil langkah antisipatif, termasuk pengawasan harga pasar dan stabilisasi distribusi barang, agar dampaknya tidak semakin membebani masyarakat.

Kondisi ini juga memunculkan harapan agar kebijakan subsidi tetap dipertahankan untuk kelompok masyarakat menengah ke bawah di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung. (*/rls/tim/red)

 

Berita Terkait

Kasus ISPA Palangka Raya Tembus 6.041, Kabut Asap Karhutla Jadi Sorotan
Sugie Gerakkan APPI Kalteng, Siapkan Kopdar Perdana
Tambun Bungai Run Bergemuruh, Agustiar Sabran Serukan Semangat Bersama Menuju Indonesia Emas Menulis
Kapolda Kalteng Hadiri Syukuran HUT ke-69 Yansen A. Binti, Tekankan Sinergi Jaga Kamtibmas
“Tembus Pelosok Kotabaru, Kodim 1004 Bangun Jembatan dan Buka Akses Warga”
Inovasi SKPD Kotabaru Digenjot, Bapperida Bidik Juara IGA
Klinik Lapas Kotabaru Resmi Jadi FKTP, Layanan Kesehatan Warga Binaan Naik Kelas
Peringati 1 Tahun Kodam XXII TB,Agustan Saining: Jaga Hutan Kalteng Tak Bisa Sendiri, Sinergi TNI dan Pemda Harus Diperkuat

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Kasus ISPA Palangka Raya Tembus 6.041, Kabut Asap Karhutla Jadi Sorotan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Sugie Gerakkan APPI Kalteng, Siapkan Kopdar Perdana

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Tambun Bungai Run Bergemuruh, Agustiar Sabran Serukan Semangat Bersama Menuju Indonesia Emas Menulis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Kapolda Kalteng Hadiri Syukuran HUT ke-69 Yansen A. Binti, Tekankan Sinergi Jaga Kamtibmas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:25 WIB

“Tembus Pelosok Kotabaru, Kodim 1004 Bangun Jembatan dan Buka Akses Warga”

Berita Terbaru

LINTAS HUKUM

Minggu, 23 Agu 2026 - 06:57 WIB

LINTAS DAERAH

MTQH Kobar Dorong Generasi Muda Cintai Al-Qur’an

Sabtu, 22 Agu 2026 - 23:22 WIB

LINTAS NASIONAL

Presiden Prabowo Pimpin Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan

Sabtu, 22 Agu 2026 - 15:12 WIB

You cannot copy content of this page