Kebakaran Landa Permukiman Padat di Palangka Raya Menjelang Berbuka, Enam Rumah Ludes Dan 1 Barak

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN || Palangka Raya – Kepanikan melanda warga Komplek Sosial di kawasan Mendawai Ujung, Palangka Raya, Sabtu (21/2/2026) sore, ketika api melalap permukiman padat penduduk hanya beberapa menit menjelang waktu berbuka puasa. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 16.50 WIB itu menghanguskan enam rumah dan satu barak, serta memicu upaya penyelamatan harta benda secara tergesa-gesa oleh penghuni.

Api pertama kali muncul dari sebuah rumah di Gang Rawa dan dengan cepat membesar. Material bangunan yang dominan kayu serta jarak antarrumah yang saling berdekatan membuat kobaran api sulit dikendalikan dan merambat dalam hitungan menit.

Baca Juga :  Rumkit Bhayangkara Palangka Raya Bagikan Takjil Gratis, Wujud Kepedulian Polri di Bulan Ramadan

Puluhan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya diterjunkan ke lokasi. Dibantu relawan, petugas berjibaku melakukan pemadaman dari berbagai sisi sekaligus membentuk sekat untuk mencegah perluasan api ke blok permukiman lainnya.

“Pendataan sementara ada tujuh bangunan terdampak, terdiri dari enam rumah dan satu barak,” ujar Sucipto, petugas DPKP Kota Palangka Raya, di lokasi kejadian.

Ia menambahkan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Informasi awal di lapangan masih simpang siur, sementara sejumlah rumah diketahui dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang berjualan takjil menjelang buka puasa.

Baca Juga :  Oknum Karyawan Bank BPD Kalteng Dituntut 12 Tahun Penjara, Diduga Gelapkan Dana Rp16,47 Miliar

Proses pemadaman terkendala akses jalan yang sempit di kawasan padat penduduk, sehingga menyulitkan manuver armada pemadam. Kerumunan warga yang ingin menyaksikan juga sempat menghambat pergerakan petugas di lapangan.

Meski demikian, upaya keras petugas membuahkan hasil setelah kurang lebih satu setengah jam. Api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 18.15 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan cukup besar akibat seluruh isi rumah hangus terbakar.

Aparat kelurahan setempat masih melakukan pendataan lanjutan terhadap warga terdampak serta memastikan lokasi aman dari potensi api susulan.

Berita Terkait

Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam
DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis
PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut
Tanpa Pamrih, Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya
Bantu Tangani Karhutla di Tanah Laut, Sinar Mas Agribusiness and Food Berikan Bantuan Peralatan Pemadam
PPN Kritik Pernyataan Kepala BNPB soal Kondisi Kalteng, Minta Suharyanto Dicopot
Ketika Asap Disebut Tak Mengganggu, Data ISPA Berkata Lain
WAGUB EDY PRATOWO: PEMERINTAH TAK BISA SENDIRI BANGUN EKONOMI KALTENG, KADIN HARUS JADI MITRA STRATEGIS

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 15:15 WIB

Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam

Senin, 28 September 2026 - 09:58 WIB

DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis

Sabtu, 26 September 2026 - 18:07 WIB

PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut

Sabtu, 26 September 2026 - 17:01 WIB

Tanpa Pamrih, Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya

Jumat, 25 September 2026 - 14:37 WIB

Bantu Tangani Karhutla di Tanah Laut, Sinar Mas Agribusiness and Food Berikan Bantuan Peralatan Pemadam

Berita Terbaru

LINTAS DAERAH

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Selasa, 6 Okt 2026 - 16:34 WIB

LINTAS TNI

Pra TMMD, Kodim 1016/Plk Mulai Rehab Rumah Tidak Layak Huni

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:37 WIB

You cannot copy content of this page