Jalan Rusak KM 49 Muara Teweh–Puruk Cahu Picu Kemacetan Puluhan Kilometer, Pengguna Jalan Keluhkan Lambatnya Penanganan BPJN

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTASKALIMANTAN.CO | Kerusakan parah ruas jalan nasional di KM 49 jalur Muara Teweh–Puruk Cahu kembali menjadi sorotan masyarakat dan pengguna jalan. Lambatnya penanganan perbaikan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Palangka Raya di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dinilai telah berdampak besar terhadap kelancaran arus transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Barito Utara dan Murung Raya.

Kerusakan badan jalan yang terjadi di titik tersebut menyebabkan kendaraan kesulitan melintas, terutama truk bermuatan berat yang mendominasi jalur penghubung antar kabupaten tersebut. Kondisi jalan yang amblas dan menyempit membuat para sopir harus ekstra hati-hati saat melewati lokasi kerusakan.

Akibatnya, kendaraan terpaksa melintas secara bergantian sehingga menimbulkan antrean panjang dari kedua arah. Kemacetan tidak hanya melibatkan kendaraan roda empat, tetapi juga truk roda enam, roda delapan hingga roda sepuluh yang harus mengantre selama berjam-jam menunggu giliran melintas.

Sejumlah sopir mengaku kesulitan menghindari titik jalan yang rusak karena ruang gerak kendaraan sangat terbatas. Apalagi kendaraan bermuatan berat memiliki risiko tergelincir atau terperosok apabila mengambil jalur yang salah saat melewati ruas jalan yang mengalami kerusakan.

Baca Juga :  TINDAK TEGAS!!! BBM Langka di Barito Utara, Warga Pergoki Mobil Diduga Pelansir Ikut Antri di SPBU KM 18

“Kalau kendaraan besar lewat harus sangat pelan. Tidak bisa menghindar karena badan jalan sempit dan rusak. Akibatnya kendaraan di belakang ikut menumpuk dan antre panjang,” ungkap salah seorang sopir yang melintas di jalur tersebut.

Berdasarkan kondisi di lapangan, antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga puluhan kilometer. Kemacetan terjadi sejak pagi hingga malam hari, terutama pada saat volume kendaraan meningkat. Tidak sedikit kendaraan yang harus menunggu berjam-jam sebelum dapat melanjutkan perjalanan menuju Muara Teweh maupun Puruk Cahu.

Masyarakat menilai lambatnya respons dan penanganan permanen dari BPJN Palangka Raya telah memperparah kondisi. Padahal ruas Muara Teweh–Puruk Cahu merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan pusat-pusat perekonomian di wilayah utara Kalimantan Tengah.

Selain menghambat mobilitas masyarakat, kemacetan panjang juga berdampak terhadap distribusi logistik, bahan pokok, hasil perkebunan, hingga operasional dunia usaha yang bergantung pada kelancaran transportasi darat. Keterlambatan pengiriman barang berpotensi meningkatkan biaya operasional dan mempengaruhi harga kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Kapolres Kobar Beri Kejutan Tumpeng ke Kodim 1014/Pbn di HUT ke-80 TNI

Para pengguna jalan berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan BPJN Palangka Raya segera mengambil langkah cepat dan konkret untuk menangani kerusakan tersebut. Penanganan sementara dinilai tidak lagi cukup mengingat kerusakan jalan terus bertambah parah dan berulang setiap kali memasuki musim hujan.

Masyarakat juga meminta adanya pengawasan dan percepatan pelaksanaan perbaikan agar akses transportasi antara Kabupaten Barito Utara dan Kabupaten Murung Raya tidak terus terganggu. Pasalnya, apabila kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kemacetan yang akan terjadi, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas serta menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagai jalur nasional yang menjadi urat nadi transportasi di kawasan DAS Barito, ruas Muara Teweh–Puruk Cahu seharusnya menjadi prioritas dalam program pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur jalan. Masyarakat berharap pemerintah segera hadir memberikan solusi nyata sehingga aktivitas transportasi dapat kembali normal, aman, dan lancar bagi seluruh pengguna jalan. (*/rls/anung/red)

Berita Terkait

Kapolda Kalteng Bersama Gubernur Tinjau Antisipasi karhutla Di Pulang Pisau Lewat Udara
JADI SOROTAN! Beberapa Lokasi Galian C Batu Belah di Bayas Tersinyalir Tanpa Izin, Warga Minta APH Bertindak Tegas
DPRD Barito Utara Dukung Pelebaran Lima Ruas Jalan di Muara Teweh, H. Nurul Anwar: Infrastruktur Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Talenta Muda Kobar Siap Tampil Membela Kalimantan Tengah
Dukung Batara Expo 2026, Wakil Ketua I DPRD Barito Utara Harapkan UMKM Maju dan Budaya Daerah Tetap Lestari
Ketua DPRD Barito Utara Terima Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025, Tegaskan Komitmen Pengawasan dan Transparansi Anggaran
Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Dukung Pembangunan WFC Berikan Dampak Positif Untuk Ekonomi Masyarakat
Sekretaris DPRD Barito Utara: Sholat Berjamaah Perkuat Spiritualitas ASN dan Sinergi Antarperangkat Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:48 WIB

Kapolda Kalteng Bersama Gubernur Tinjau Antisipasi karhutla Di Pulang Pisau Lewat Udara

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:15 WIB

JADI SOROTAN! Beberapa Lokasi Galian C Batu Belah di Bayas Tersinyalir Tanpa Izin, Warga Minta APH Bertindak Tegas

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:04 WIB

DPRD Barito Utara Dukung Pelebaran Lima Ruas Jalan di Muara Teweh, H. Nurul Anwar: Infrastruktur Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:47 WIB

Talenta Muda Kobar Siap Tampil Membela Kalimantan Tengah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:19 WIB

Dukung Batara Expo 2026, Wakil Ketua I DPRD Barito Utara Harapkan UMKM Maju dan Budaya Daerah Tetap Lestari

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page