Dishut Kalteng Respons Positif Kritik Mahasiswa, Tegaskan Transparansi dan Pengawasan Karhutla Sepanjang Tahun

- Jurnalis

Minggu, 16 November 2025 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALANGKA RAYA — Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Tengah, Agustan Saining, menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan dari mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Hutan (AMPEHU). Ia menyebut sebagian besar tuntutan yang disampaikan telah ditindaklanjuti oleh Dishut.

“Kaitannya dengan mediasi ini, kita merespons positif. Apa yang dikendaki oleh adik-adik mahasiswa, sebagian besar sudah kita laksanakan di Dinas Kehutanan,” ujar Agustan, Jumat (14/11/2025).

Dua Isu Utama: Transparansi Data dan Pengendalian Karhutla

Agustan menjelaskan bahwa dua isu utama yang menjadi perhatian mahasiswa adalah keterbukaan data kehutanan dan penguatan pengawasan kebakaran hutan. Menurutnya, kedua aspek tersebut telah berjalan.

“Untuk kebakaran, dari awal tahun sampai akhir tahun kita selalu siaga. Untuk transparansi, kita bisa akses informasi apa pun,” tegasnya.

Dishut mendorong publik untuk memanfaatkan aplikasi SISKAHUT (Sistem Informasi Kehutanan) yang tersedia di Playstore. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengakses berbagai data terkait PBPH (Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan), pelepasan kawasan hutan, penggunaan kawasan, hingga status APL, hutan lindung, dan hutan konservasi.

Baca Juga :  "Pemkab Kotabaru Segera Perbaiki Jalan Rusak dan Jembatan Berlubang di Pamukan Selatan"

Tidak Semua Tuntutan Bisa Ditangani Langsung Dishut

Meski demikian, Agustan mengakui bahwa tidak semua tuntutan mahasiswa berada dalam kewenangan Dishut. Salah satunya terkait penindakan kendaraan bermuatan hasil hutan di jalan raya.

“Kalau dianggap salah, kita tidak bisa langsung bertindak. Kita harus bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian,” jelasnya.

Dishut juga menunggu kepastian lokasi dan waktu apabila mahasiswa menginginkan peninjauan lapangan bersama. “Kita menunggu dari kawan-kawan itu, kapan maunya dan di mana tempatnya. Mereka mengatakan ada lokasi di daerah Barito,” ujarnya.

Patroli KPH Temukan Penguasaan Lahan Turun-Temurun

Agustan memaparkan bahwa jajaran KPH telah melakukan patroli di sejumlah lokasi yang dilaporkan mahasiswa sebagai wilayah rawan. Dari hasil pengecekan, ditemukan beberapa temuan penting, termasuk wilayah yang dikuasai masyarakat secara turun-temurun namun masih berstatus kawasan hutan.

Baca Juga :  Kapolri Beri Motivasi dan Apresiasi kepada Anggota Polri Terdampak Bencana di Sumbar

“Solusinya melalui TORA atau PPTKH,” kata Agustan, merujuk pada mekanisme penyelesaian penguasaan lahan dalam kawasan hutan.

Terkait PETI: Perlu Sinergi Banyak Instansi

Menanggapi laporan mahasiswa soal maraknya pertambangan emas tanpa izin (PETI), Agustan menegaskan bahwa tidak semua kasus dapat langsung ditangani Dishut. Beberapa aktivitas PETI berada di tanah masyarakat atau di bantaran sungai, sehingga membutuhkan koordinasi lintas sektor.

“Itu harus melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, kepolisian, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Kita harus bekerja sama dengan pihak terkait,” tegasnya.

Kasus ini menunjukkan upaya Dishut Kalteng untuk menyeimbangkan pengawasan kawasan hutan, menjawab tuntutan publik, serta memperkuat koordinasi antar instansi dalam menangani persoalan kehutanan dan PETI di wilayah Kalimantan Tengah. (*/rls/tim/red).

Berita Terkait

Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam
DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis
PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut
Tanpa Pamrih, Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya
Bantu Tangani Karhutla di Tanah Laut, Sinar Mas Agribusiness and Food Berikan Bantuan Peralatan Pemadam
PPN Kritik Pernyataan Kepala BNPB soal Kondisi Kalteng, Minta Suharyanto Dicopot
Ketika Asap Disebut Tak Mengganggu, Data ISPA Berkata Lain
WAGUB EDY PRATOWO: PEMERINTAH TAK BISA SENDIRI BANGUN EKONOMI KALTENG, KADIN HARUS JADI MITRA STRATEGIS

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 15:15 WIB

Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam

Senin, 28 September 2026 - 09:58 WIB

DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis

Sabtu, 26 September 2026 - 18:07 WIB

PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut

Sabtu, 26 September 2026 - 17:01 WIB

Tanpa Pamrih, Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya

Jumat, 25 September 2026 - 14:37 WIB

Bantu Tangani Karhutla di Tanah Laut, Sinar Mas Agribusiness and Food Berikan Bantuan Peralatan Pemadam

Berita Terbaru

LINTAS DAERAH

Upaya Gubernur Agustiar Sabran Tingkatkan Kesejahteraan di Kalteng

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:35 WIB

LINTAS DAERAH

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Selasa, 6 Okt 2026 - 16:34 WIB

You cannot copy content of this page