LINTAS KALIMANTAN | JAKARTA – Upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mendorong kemajuan Indonesia terus digencarkan. Hal ini tercermin dalam pertemuan antara Wakil Rektor IV Asean University International Malaysia yang juga Ketua DPW Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI) Sumatera Barat, Prof. Anul Zufri, dengan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Djamari Chaniago, di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Menko Polkam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, berjalan dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Anul Zufri didampingi Wakil Sekretaris Naufal Zahtian, S.Kom.
Dialog yang terjalin tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum strategis untuk membahas arah pembangunan nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Sejumlah isu krusial mengemuka, mulai dari penguatan sumber daya manusia, stabilitas nasional, hingga pentingnya peran pendidikan dan media dalam menjaga keseimbangan informasi publik.
Usai pertemuan, Prof. Anul Zufri menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Ia menilai, sinergi antara dunia pendidikan, media, dan pemerintah dapat menciptakan ekosistem yang saling mendukung dalam mencetak generasi unggul sekaligus memperkuat fondasi bangsa.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak SDM berkualitas, sementara media berfungsi sebagai penjaga arus informasi yang sehat dan berimbang. Jika keduanya bersinergi dengan pemerintah, maka arah pembangunan akan lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perubahan global, termasuk perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga bersaing di tingkat internasional.
Sementara itu, Menko Polkam Djamari Chaniago menekankan bahwa stabilitas nasional merupakan fondasi utama dalam menjalankan pembangunan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dari berbagai elemen, termasuk akademisi dan insan pers.
“Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan. Kolaborasi ini akan memperkuat daya saing Indonesia di masa depan,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan global yang semakin dinamis menuntut adanya pendekatan kolaboratif dalam setiap kebijakan strategis. Dengan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan kebijakan yang dihasilkan lebih komprehensif dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Pertemuan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama berkelanjutan antara institusi pendidikan, media, dan pemerintah. Sinergi tersebut dinilai krusial dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, aman, dan berdaya saing tinggi di kancah global.
Sebagai informasi, hubungan antara Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dengan IPJI bukanlah hal baru. Pada masa kepemimpinan sebelumnya, Menko Polkam saat itu, Wiranto, bersama IPJI pernah berperan dalam mendorong pendirian asosiasi media online. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan insan pers dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Dengan terjalinnya komunikasi yang semakin erat, diharapkan kolaborasi lintas sektor ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (*/rls/sgn/red)








