LINTAS KALIMANTAN | Palangka Raya – Prestasi gemilang kembali ditorehkan generasi muda Kalimantan Tengah di kancah internasional. Seorang putri daerah asal Kota Palangka Raya, Callysta, sukses meraih medali emas dan perak dalam ajang danza internasional yang digelar di Jakarta pada 10 April 2026. Kompetisi bergengsi tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai negara, menjadikannya salah satu panggung unjuk bakat seni tari modern yang kompetitif di tingkat global.
Keberhasilan Callysta tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga, tetapi juga mengangkat nama Kalimantan Tengah di mata dunia. Penampilannya dinilai memukau dewan juri berkat teknik yang matang, ekspresi artistik yang kuat, serta disiplin tinggi dalam setiap gerakan yang ditampilkan.
Callysta merupakan putri dari Agatisansyah, Ketua LSR–LPMT Kalimantan Tengah yang akrab disapa Gatis. Dukungan keluarga yang solid menjadi fondasi penting dalam perjalanan Callysta mengembangkan bakatnya hingga mampu bersaing di tingkat internasional.
Dalam keterangannya, Agatisansyah mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas capaian sang anak.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi yang diraih Callysta. Ini adalah buah dari kerja keras, latihan yang konsisten, serta doa dan dukungan dari banyak pihak,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran berbagai pihak yang selama ini memberikan perhatian terhadap pengembangan generasi muda di Kalimantan Tengah. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Agustiar Sabran, Edi Pratowo, Agustan Saining, Sigit Widodo, serta Andreas Wayan , Davidson lambung (Icong) dan beberapa tokoh masyarakat, pengusaha yang dinilai telah memberikan dukungan moril.
Menurut Agatisansyah, perhatian dari para pemangku kepentingan tersebut menjadi energi tambahan bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan percaya diri tampil di panggung dunia. Ia juga berharap keberhasilan ini dapat membuka ruang yang lebih luas bagi pembinaan talenta-talenta muda di berbagai bidang.
Prestasi Callysta sekaligus menjadi bukti bahwa putra-putri daerah memiliki potensi besar untuk bersaing secara global. Dengan pembinaan yang tepat, akses terhadap pelatihan berkualitas, serta dukungan berkelanjutan, talenta lokal mampu menembus batas dan mencatatkan prestasi di tingkat internasional.
Di sisi lain, capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Kalimantan Tengah untuk terus mengembangkan diri, baik di bidang seni, olahraga, maupun akademik. Pemerintah daerah pun didorong untuk memperkuat ekosistem pembinaan prestasi, termasuk melalui penyediaan fasilitas, pelatihan, serta dukungan terhadap ajang kompetisi.
Dengan torehan emas dan perak di ajang internasional tersebut, Callysta tidak hanya membawa pulang kemenangan, tetapi juga harapan baru bahwa Kalimantan Tengah akan terus melahirkan generasi unggul yang mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia. (*/rls/sgn/red)








