Banjarmasin — Kehangatan terasa sejak wartawan senior Hartany Soekarno melangkah masuk ke kantor redaksi Kalsel Post. Senyum, sapaan, dan jabat tangan penuh keakraban menjadi penanda bahwa silaturahmi antar insan pers masih menjadi tradisi yang hidup dan memiliki makna mendalam bagi profesi ini.
Kehadiran Hartany disambut langsung oleh H. Lutfi selaku tuan rumah. Dengan sikap ramah yang mencerminkan kultur dunia jurnalistik, ia menegaskan bahwa kebersamaan adalah identitas pers dari masa ke masa.
“Di manapun berada, wartawan itu selalu kompak,” ujar H. Lutfi sambil tersenyum, menggambarkan eratnya persaudaraan yang terjalin di antara para jurnalis meski berasal dari media berbeda.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga menjadi ruang refleksi mengenai marwah profesi wartawan. Dalam kesempatan itu, Hartany Soekarno mengingatkan bahwa jurnalis memiliki kompas moral yang tak boleh ditinggalkan, yakni Kode Etik Jurnalistik.
“Dimanapun wartawan berada, mereka tetap memegang teguh kode etik jurnalistik. Itu yang membuat kita tetap dipercaya,” tutur Hartany dengan nada tegas namun menenangkan. Ia menilai, integritas adalah modal utama pers di tengah derasnya arus informasi dan tantangan media digital.
Hartany juga berpesan agar insan pers menghindari persaingan tidak sehat yang justru melemahkan profesi. Menurutnya, dunia jurnalistik adalah ruang pengabdian yang lebih membutuhkan kolaborasi ketimbang rivalitas.
“Jangan ada persaingan. Kita ini satu keluarga besar. Kalau kompak, marwah pers akan tetap terjaga,” katanya.
Momen kebersamaan itu menjadi pengingat bahwa profesi wartawan bukan hanya soal menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga menjaga kepercayaan dan integritas melalui persatuan. Silaturahmi semacam ini, menurut banyak pihak yang hadir, menggambarkan sisi lain dunia pers: jurnalis yang saling menguatkan di balik tugas-tugas mereka.
Di tengah perubahan lanskap media yang cepat, nilai kebersamaan dan integritas yang kembali digaungkan di kantor Kalsel Post tersebut menjadi peneguh bahwa pers tetap memiliki fondasi kuat untuk terus menjalankan fungsinya sebagai pilar demokrasi. (*/rls/tim/red)





