Antrean BBM Tak Kunjung Usai, SUMBO Desak Pemerintah dan Pertamina Evaluasi Distribusi

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN| PALANGKARAYA – Antrian panjang kendaraan masih terjadi di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir meski PT Pertamina menyatakan kuota bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Kalimantan Tengah berada dalam kondisi normal. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait lemahnya distribusi dan pengawasan penyaluran BBM di lapangan, Kamis (07/05/2026).

 

Pantauan di sejumlah SPBU menunjukkan antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular sejak pagi hingga malam hari. Warga bahkan mengaku harus menunggu hingga berjam-jam hanya untuk mendapatkan Pertalite maupun Pertamax.

 

“Kami bingung, kalau memang kuota normal kenapa antrean tetap panjang hampir setiap hari,” ujar seorang warga saat ditemui di kawasan Jalan RTA Milono, Palangka Raya.

Kondisi tersebut memicu dugaan masyarakat, persoalan utama bukan berada pada ketersediaan kuota, melainkan pada distribusi dan pola penyaluran BBM ke SPBU. Kekhawatiran masyarakat terhadap habisnya stok juga disebut memicu peningkatan pembelian secara bersamaan.

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Tinjau Pengamanan Natal, Pastikan Ibadah Berlangsung Aman dan Damai

Ketua LSM Suara Masyarakat Borneo (SUMBO) , Diamon, menilai antrean panjang yang terus terjadi tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, kondisi itu mengindikasikan adanya persoalan serius dalam sistem distribusi maupun pengawasan di lapangan.

“Kalau kuota memang normal, seharusnya tidak terjadi antrean panjang hampir setiap hari. Artinya ada yang harus dievaluasi dalam distribusi maupun pengawasan penyaluran BBM,” tegas Diamon.

Ia menyebut fenomena tersebut dapat dipicu sejumlah faktor, mulai dari keterlambatan distribusi, lonjakan konsumsi, panic buying, hingga dugaan pembelian dalam jumlah besar oleh oknum tertentu. Selain itu, perbedaan jadwal distribusi ke masing-masing SPBU juga dinilai berpotensi memicu penumpukan antrean pada titik tertentu.

Di sisi lain, PT Pertamina sebelumnya menyampaikan kuota BBM subsidi dan nonsubsidi untuk wilayah Palangka Raya tetap tersedia sesuai alokasi. Pertamina juga memastikan distribusi BBM masih berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-69 Kalteng, Gubernur Agustiar Sabran Pimpin Upacara Khidmat dan Ziarah di TMP Sanaman Lampang

Namun, pernyataan tersebut dinilai belum mampu meredam keresahan warga yang setiap hari menghadapi antrean panjang di SPBU. Masyarakat meminta adanya keterbukaan informasi terkait kondisi distribusi di lapangan agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.

“Kami hanya ingin pasokan lancar dan antrean tidak separah sekarang. Pemerintah jangan hanya jadi penonton atas keadaan ini,” kata Diamon.

SUMBO juga mendesak Pemerintah Kota Palangka Raya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dan aparat kepolisian turun langsung melakukan pengawasan di SPBU. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan distribusi berjalan normal sekaligus mencegah dugaan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa penanganan konkret, masyarakat khawatir aktivitas ekonomi dan mobilitas warga akan semakin terganggu, terutama bagi pelaku usaha kecil dan pekerja harian yang bergantung pada ketersediaan BBM.(*/)

Berita Terkait

Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam
DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis
PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut
Tanpa Pamrih, Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya
Bantu Tangani Karhutla di Tanah Laut, Sinar Mas Agribusiness and Food Berikan Bantuan Peralatan Pemadam
PPN Kritik Pernyataan Kepala BNPB soal Kondisi Kalteng, Minta Suharyanto Dicopot
Ketika Asap Disebut Tak Mengganggu, Data ISPA Berkata Lain
WAGUB EDY PRATOWO: PEMERINTAH TAK BISA SENDIRI BANGUN EKONOMI KALTENG, KADIN HARUS JADI MITRA STRATEGIS

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 15:15 WIB

Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam

Senin, 28 September 2026 - 09:58 WIB

DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis

Sabtu, 26 September 2026 - 18:07 WIB

PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut

Sabtu, 26 September 2026 - 17:01 WIB

Tanpa Pamrih, Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya

Jumat, 25 September 2026 - 14:37 WIB

Bantu Tangani Karhutla di Tanah Laut, Sinar Mas Agribusiness and Food Berikan Bantuan Peralatan Pemadam

Berita Terbaru

LINTAS DAERAH

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Selasa, 6 Okt 2026 - 16:34 WIB

LINTAS TNI

Pra TMMD, Kodim 1016/Plk Mulai Rehab Rumah Tidak Layak Huni

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:37 WIB

You cannot copy content of this page