Tradisi Pengantin Bausung, Warisan Adat Banjar yang Kian Jarang Ditampilkan

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi pengantin bausung merupakan salah satu warisan adat budaya masyarakat Banjar yang kini semakin jarang ditampilkan dalam prosesi pernikahan. Pada masa lalu, pengantin bausung identik dengan pesta besar yang hanya dilaksanakan oleh kalangan raja-raja dan kesultanan Kerajaan Banjar sebagai simbol kehormatan, kemuliaan, serta tingginya status sosial.

Dalam prosesi adat ini, kedua mempelai diusung oleh dua orang laki-laki terpilih, disertai iringan kesenian tradisional. Jika pada masa lampau menggunakan wayang gong, kini sebagian masyarakat menggantinya dengan musik panting sebagai bentuk penyesuaian dengan perkembangan zaman. Seluruh rangkaian prosesi dilaksanakan secara sakral dan sarat dengan makna filosofis yang mencerminkan nilai-nilai luhur adat Banjar.

Baca Juga :  Ciptakan Ramadhan Aman, Satlantas Palangka Raya Gencarkan Patroli Malam Hari

Pengantin bausung bukan sekadar bagian dari perayaan pernikahan, melainkan juga simbol penghormatan kepada leluhur serta wujud pelestarian kebesaran adat istiadat Banjar. Tradisi ini menggambarkan kuatnya ikatan antara budaya, sejarah, dan identitas masyarakat Banjar yang diwariskan secara turun-temurun.

Seiring modernisasi dan perubahan gaya hidup, tradisi pengantin bausung mulai jarang dilakukan. Namun, di sejumlah keluarga Banjar, tradisi ini masih tetap dipertahankan. Bahkan, bagi keturunan tertentu yang memiliki garis adat sejak dahulu, pelaksanaan bausung dianggap sebagai sebuah keharusan dalam prosesi pernikahan.

Baca Juga :  Mobil Oleng Tabrak Penjual Kembang Api di Palangka Raya, Satu Orang Tewas

Pelestarian tradisi pengantin bausung dinilai penting sebagai upaya menjaga identitas budaya Banjar agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Selain sebagai warisan leluhur, tradisi ini juga merupakan kekayaan budaya bangsa yang patut dikenalkan kepada generasi muda dan masyarakat luas, sehingga tetap hidup dan dikenal di tengah dinamika modernisasi.(Tim Kreatif/sgn/red).

Berita Terkait

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari
Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir
Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan
Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau
Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah
Maksimalkan Pengerjaan Drainase Sasaran TMMD, Alat Berat Dikerahkan
Bupati Kotabaru Perkuat Transformasi Digital Lewat Kerjasama Dengan Telkomsel
Sugie: Karhutla Tanggung Jawab Bersama, HKT Ajak Semua Pihak Bergerak 

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:25 WIB

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page