Dugaan Pungli Oknum Dishub Palangka Raya Meledak, APEPKA Sebut Pengkhianatan terhadap Rakyat: Uang Keamanan di Hajatan Warga Jadi Sorotan

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Aroma dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencoreng wajah pelayanan publik di Kota Palangka Raya. Kali ini, sorotan tajam mengarah ke lingkungan Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, setelah muncul laporan masyarakat terkait dugaan permintaan sejumlah uang oleh seorang oknum berinisial J dengan dalih “uang keamanan” pada acara pernikahan warga.

Kasus ini sontak memantik gelombang kritik dan kemarahan publik. Dugaan pungli yang menyasar momentum sakral hajatan keluarga dinilai sebagai tindakan yang tidak hanya melanggar etika pelayanan, tetapi juga berpotensi mengarah pada penyalahgunaan kewenangan untuk keuntungan pribadi.

Aliansi Pemuda Peduli Kalimantan Tengah (APEPKA) menjadi pihak pertama yang secara terbuka melontarkan kecaman keras. Ketua APEPKA, Ason, menyebut dugaan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan serius terhadap amanah yang dipercayakan negara kepada aparatur publik.

“Ini bukan sekadar pelanggaran biasa. Jika benar terjadi, ini adalah pengkhianatan terhadap rakyat. Tidak boleh ada oknum yang berlindung di balik nama institusi pemerintah untuk menekan masyarakat demi kepentingan pribadi,” tegas Ason, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, ruang sosial masyarakat seperti pesta pernikahan, syukuran keluarga, dan kegiatan warga seharusnya menjadi area yang bebas dari tekanan maupun pungutan yang tidak memiliki dasar hukum.

Baca Juga :  Polsek Sabangau Laksanakan Pengamanan Salat Tarawih di Masjid Gede Daruttaqwa

Ia menilai, penggunaan istilah “uang keamanan” justru menimbulkan pertanyaan serius: keamanan dari apa, oleh siapa, dan atas dasar aturan mana.

“Jika benar ada permintaan uang dengan alasan keamanan, maka publik berhak bertanya, apakah ini prosedur resmi atau hanya modus untuk menarik keuntungan dari masyarakat yang sedang punya hajatan,” ujarnya tajam.

Ason menegaskan, apabila dugaan ini dibiarkan tanpa tindakan tegas, maka bukan hanya nama instansi yang tercoreng, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah akan semakin runtuh.

Menurutnya, praktik pungli adalah bentuk penyakit birokrasi yang paling merusak karena menyentuh langsung rasa keadilan masyarakat kecil.

“Masyarakat datang kepada pemerintah untuk dilayani, bukan untuk dipalak. Ini yang harus diluruskan. Jangan sampai rakyat merasa harus membayar sesuatu yang tidak pernah diatur secara resmi,” katanya.

APEPKA mendesak Pemerintah Kota Palangka Raya dan pimpinan Dinas Perhubungan untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan internal secara cepat, terbuka, dan tanpa kompromi.

Klarifikasi resmi dinilai menjadi langkah awal yang sangat penting agar polemik tidak berkembang menjadi kegelisahan publik yang lebih luas.

Di sisi lain, APEPKA juga meminta aparat penegak hukum untuk ikut menyelidiki dugaan tersebut, terutama apabila ditemukan unsur penyalahgunaan jabatan dan pemanfaatan nama institusi untuk kepentingan pribadi.

Baca Juga :  IPJI Kalteng Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Mantan Wakil Wali Kota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio

“Kami tidak ingin kasus seperti ini selesai hanya dengan permintaan maaf atau klarifikasi normatif. Jika terbukti ada pungli, harus ada sanksi tegas dan proses hukum. Ini penting untuk efek jera,” tegas Ason.

Lebih jauh, organisasi tersebut menyatakan siap membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang pernah mengalami praktik serupa.

Langkah ini dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya pola pungutan yang lebih luas dan tidak hanya terjadi pada satu peristiwa.

“Jangan takut melapor. Jika ada masyarakat yang pernah dimintai uang dengan modus serupa, sampaikan kepada kami. Suara masyarakat harus dilindungi,” ujarnya.

Kasus ini kini menjadi sorotan karena menyentuh isu sensitif tentang integritas aparatur dan pelayanan publik.

Jika dugaan tersebut terbukti, maka persoalan ini bukan lagi sekadar masalah oknum, melainkan alarm serius bagi tata kelola pelayanan di lingkungan pemerintah kota.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan yang berkembang.(*/rls/sgn/tim)

 

Berita Terkait

Kasus ISPA Palangka Raya Tembus 6.041, Kabut Asap Karhutla Jadi Sorotan
Sugie Gerakkan APPI Kalteng, Siapkan Kopdar Perdana
Tambun Bungai Run Bergemuruh, Agustiar Sabran Serukan Semangat Bersama Menuju Indonesia Emas Menulis
Kapolda Kalteng Hadiri Syukuran HUT ke-69 Yansen A. Binti, Tekankan Sinergi Jaga Kamtibmas
“Tembus Pelosok Kotabaru, Kodim 1004 Bangun Jembatan dan Buka Akses Warga”
Inovasi SKPD Kotabaru Digenjot, Bapperida Bidik Juara IGA
Klinik Lapas Kotabaru Resmi Jadi FKTP, Layanan Kesehatan Warga Binaan Naik Kelas
Peringati 1 Tahun Kodam XXII TB,Agustan Saining: Jaga Hutan Kalteng Tak Bisa Sendiri, Sinergi TNI dan Pemda Harus Diperkuat

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Kasus ISPA Palangka Raya Tembus 6.041, Kabut Asap Karhutla Jadi Sorotan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Sugie Gerakkan APPI Kalteng, Siapkan Kopdar Perdana

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Tambun Bungai Run Bergemuruh, Agustiar Sabran Serukan Semangat Bersama Menuju Indonesia Emas Menulis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Kapolda Kalteng Hadiri Syukuran HUT ke-69 Yansen A. Binti, Tekankan Sinergi Jaga Kamtibmas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:25 WIB

“Tembus Pelosok Kotabaru, Kodim 1004 Bangun Jembatan dan Buka Akses Warga”

Berita Terbaru

LINTAS HUKUM

Minggu, 23 Agu 2026 - 06:57 WIB

LINTAS DAERAH

MTQH Kobar Dorong Generasi Muda Cintai Al-Qur’an

Sabtu, 22 Agu 2026 - 23:22 WIB

LINTAS NASIONAL

Presiden Prabowo Pimpin Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan

Sabtu, 22 Agu 2026 - 15:12 WIB

You cannot copy content of this page