LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan mencetak sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang kompeten di Kalimantan Tengah, Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya resmi menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Palangka Raya (UPR). Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini dilakukan secara khusus dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UPR, bertempat di Aula Gawi Hapakat Rumkit Bhayangkara, Rabu (29/4/2026) pagi.
Kerja sama ini menandai babak baru dalam kolaborasi antara institusi penegak hukum yang bergerak di bidang kesehatan dengan dunia akademik. Fokus utama dari PKS ini adalah penyelenggaraan Program Studi Diploma IV (D-IV) Teknologi Laboratorium Medis (TLM) serta implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Visi Strategis Karumkit Bhayangkara
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya, AKBP dr. Anton Sudarto, M.A.R.S., M.H., memimpin langsung penerimaan rombongan akademisi UPR. Dalam sambutannya, AKBP dr. Anton menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah kebutuhan strategis untuk menjawab tantangan kesehatan modern di wilayah Kalimantan Tengah.
“Rumah Sakit Bhayangkara tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan bagi anggota Polri dan masyarakat umum, tetapi juga harus menjadi pusat edukasi dan pengembangan ilmu pengetahuan,” ujar AKBP dr. Anton Sudarto.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa Program Studi D-IV Teknologi Laboratorium Medis di lingkungan rumah sakit akan menciptakan ekosistem belajar yang dinamis. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman praktis langsung di lapangan, sementara rumah sakit mendapatkan manfaat dari pembaruan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru yang dibawa oleh para akademisi.
“Melalui kerja sama ini, kami berkomitmen penuh untuk mendukung proses pendidikan. Rumkit Bhayangkara siap menjadi wahana praktik klinik yang ideal bagi mahasiswa TLM. Kami percaya bahwa kompetensi lulusan yang tinggi berbanding lurus dengan kualitas pelayanan diagnostik yang kami berikan kepada pasien,” tambahnya.
AKBP dr. Anton juga menyoroti pentingnya aspek penelitian bersama. Ia berharap ke depan, kolaborasi ini dapat menghasilkan riset-riset terapan di bidang laboratorium medis yang dapat diterapkan langsung untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan efisiensi penanganan penyakit di Kalimantan Tengah.
Dukungan Pucuk Pimpinan Polda Kalteng
Sinergitas ini juga mendapat dukungan penuh dari pimpinan tertinggi Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah. Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., melalui keterangan yang disampaikan oleh Karumkit Bhayangkara, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata kepolisian dalam berkontribusi terhadap pembangunan sektor kesehatan dan pendidikan.
“Ini adalah langkah strategis dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa sekaligus peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Polisi hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani, termasuk dalam memastikan ketersediaan tenaga kesehatan profesional yang handal,” kata Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Respons Positif Akademisi UPR
Dari sisi akademis, kehadiran Dekan FMIPA UPR, Prof. Dr. Agus Haryono, M.Si., beserta jajaran, menunjukkan keseriusan universitas dalam mempersiapkan lulusannya menghadapi dunia kerja. Turut hadir mewakili Dekan Fakultas Kedokteran UPR, Dr. dr. Natalia Sri Martani, M.Si., adalah Kaprodi D-IV Teknologi Laboratorium Medis, Abi Bakring Balyas, S.Pd., M.Kes.
Pihak UPR menyampaikan apresiasi tinggi terhadap keterbukaan dan fasilitas yang ditawarkan oleh Rumkit Bhayangkara. Mereka menilai bahwa rumah sakit polisi memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang ketat dan disiplin, yang sangat baik untuk membentuk karakter profesionalisme mahasiswa kedokteran dan sains.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata dalam peningkatan kualitas lulusan yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Dengan adanya tempat praktik yang memadai seperti di Rumkit Bhayangkara, kepercayaan masyarakat terhadap lulusan UPR juga akan meningkat,” ungkap perwakilan Fakultas Kedokteran UPR.
Ruang Lingkup Kerja Sama yang Komprehensif
Berdasarkan dokumen PKS yang ditandatangani, ruang lingkup kerja sama mencakup beberapa poin krusial, antara lain:
1. Penyelenggaraan Praktik Klinik: Penyediaan tempat dan pembimbing klinis bagi mahasiswa D-IV TLM.
2. Penelitian Bersama: Kolaborasi riset antara dosen UPR dan tenaga medis Rumkit Bhayangkara dalam pengembangan teknologi laboratorium.
3. Pengembangan IPTEK: Pertukaran pengetahuan terkini di bidang laboratorium medis.
4. Pengabdian Masyarakat: Pelaksanaan kegiatan sosial kesehatan bersama untuk masyarakat sekitar Kalimantan Tengah.
Dengan disahkannya PKS ini, Rumkit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya dan Universitas Palangka Raya berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi. Langkah ini diharapkan tidak hanya mencetak SDM unggul di bidang kesehatan, tetapi juga secara langsung berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat di Bumi Tambun Bungai. (*/rls/sgn/hms/red)
(Har/Adji)








