LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Linae Victoria Aden menerima audiensi Tim Pokja Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Bidang Ketahanan Energi, Sumber Daya Alam (SDA), dan Lingkungan Hidup (LH) di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (19/5/2026). Pertemuan tersebut membahas sinergi pelestarian hutan dan penguatan ketahanan wilayah, khususnya di Kalimantan Tengah yang memiliki kawasan hutan luas dan strategis.
Audiensi itu dipimpin langsung oleh IGBN Tedjasukma E. bersama jajaran Tim Pokja Staf Ahli Kasad. Hadir pula sejumlah pejabat TNI, di antaranya Brigjen TNI Faisol Izuddin Karimi, Brigjen TNI Zulfriman Caniago, Kolonel Inf Ujang Sudrajad, Kolonel Inf Gunawan Permadi, Serka Yudhi Kurniawan, serta Deni Rahmat Kurnia.
Dalam sambutannya, Linae Victoria Aden menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim Pokja Staf Ahli Kasad ke Kalimantan Tengah. Menurutnya, audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung kepentingan strategis nasional.
“Kami menyambut baik kehadiran Tim Pokja Staf Ahli Kasad di Kalimantan Tengah. Informasi yang kami peroleh, kunjungan ini berkaitan dengan upaya menjaga kelestarian hutan guna mendukung pertahanan pulau-pulau besar dan strategis, khususnya wilayah Kalimantan,” ujar Linae.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menaruh perhatian serius terhadap isu kehutanan dan lingkungan hidup, mengingat posisi daerah tersebut sebagai salah satu paru-paru dunia yang memiliki kekayaan sumber daya alam sangat besar.
Karena itu, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sengaja dihadirkan dalam audiensi tersebut agar dapat mendengar langsung berbagai masukan dan gagasan yang disampaikan Tim Pokja. Menurut Linae, hal tersebut penting sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah ke depan.
“Nantinya, berbagai masukan yang disampaikan tentu akan kami laporkan kepada Bapak Gubernur sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan, khususnya terkait kehutanan, lingkungan hidup, serta sektor strategis lainnya,” katanya.
Lebih lanjut, Linae menilai sinergi lintas sektor sangat diperlukan dalam menjaga keberlanjutan kawasan hutan di Kalimantan Tengah. Selain berfungsi sebagai penyangga ekosistem, kawasan hutan juga memiliki nilai strategis dalam mendukung ketahanan wilayah dan mitigasi bencana lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan.
Sementara itu, Mayjen TNI IGBN Tedjasukma E. menjelaskan bahwa kunjungan Tim Pokja bertujuan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai peran dan tantangan pemerintah daerah dalam pengelolaan kawasan hutan. Menurutnya, TNI Angkatan Darat memiliki potensi besar untuk turut mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui jajaran hingga tingkat bawah, seperti Koramil dan Babinsa.
“Selama ini jajaran TNI AD di daerah juga terlibat aktif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Karena itu kami melihat perlu adanya penguatan peran dan sinergi lintas lembaga dalam mendukung pelestarian hutan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya tengah menggagas pembentukan sebuah lembaga yang melibatkan unsur TNI AD, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta pegiat lingkungan dan kehutanan. Lembaga tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan rekomendasi terhadap penggunaan kawasan hutan sebelum ditetapkan untuk pemanfaatan tertentu.
Menurut Tedjasukma, gagasan itu terinspirasi dari pola koordinasi di sektor penerbangan, di mana pembangunan di sekitar kawasan bandara harus mendapatkan rekomendasi dari pihak terkait, termasuk TNI Angkatan Udara dan Kementerian Perhubungan.
“Kami ingin mendengar langsung pengalaman daerah, hambatan yang dihadapi, hingga kemungkinan penerapan konsep ini di lapangan. Kalimantan Tengah kami pilih karena memiliki kawasan hutan yang sangat luas dan strategis,” ujarnya.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh diskusi konstruktif. Pertemuan tersebut turut dihadiri Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah Darliansjah, sejumlah kepala OPD lingkup Pemprov Kalteng, serta Kapoksahli Pangdam XXII/Tambun Bungai Brigjen TNI Budhi Utomo.
Melalui pertemuan itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan dapat semakin diperkuat guna menjaga kelestarian hutan, memperkuat ketahanan wilayah, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Bumi Tambun Bungai. (*/rls/sgn/red)
Sumber MMC Kalteng







