Palangka Raya – Di tengah hiruk pikuk awal tahun, sekelompok relawan memilih memulai 2026 dengan cara berbeda: duduk bersama, bertukar gagasan, dan meneguhkan niat untuk terus berbagi. Relawan Habar Kalimantan Tengah (HKT) menggelar pertemuan internal sebagai penanda dimulainya rangkaian aksi sosial yang akan mereka jalankan sepanjang tahun ini.
Bertempat di sebuah kafe sederhana di Kota Palangka Raya, Jumat (2/1/2026) sore, pertemuan berlangsung dalam suasana santai namun sarat makna. Cangkir kopi dan obrolan ringan menjadi pembuka, sebelum diskusi mengalir serius dan produktif. Bagi para relawan HKT, kebersamaan seperti inilah yang menjadi fondasi utama dalam setiap gerak langkah mereka.
Ketua HKT, Dwi Sugiarto, menyebut awal tahun sebagai momentum penting untuk menyatukan visi dan memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat. Pria yang akrab disapa Sugie itu menegaskan bahwa HKT berkomitmen untuk terus hadir dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan keagamaan di Kalimantan Tengah.
“Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi langkah awal untuk memastikan bahwa setiap program yang kami jalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Sugie.
Salah satu agenda besar yang turut dibahas adalah rencana keterlibatan HKT dalam pelaksanaan Haul Guru Sekumpul ke-21 yang akan digelar di Kereng Pangi, Kabupaten Katingan. Dalam kegiatan keagamaan berskala besar tersebut, HKT siap mengambil peran sebagai penghubung kebaikan antara para dermawan dan panitia pelaksana.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, baik melalui donasi barang maupun bentuk lainnya. Amanah yang diberikan akan kami salurkan langsung kepada panitia haul,” kata Sugie, menegaskan prinsip transparansi dan kepercayaan yang dipegang HKT.
Semangat yang sama juga disampaikan Sekretaris HKT, Ferawati Agustin. Menurutnya, kekuatan HKT tidak terletak pada besarnya organisasi, melainkan pada soliditas relawan dan keikhlasan dalam bergerak.
“HKT ingin terus menjadi wadah kebaikan. Apa pun yang kami lakukan, niatnya sederhana: membantu dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tuturnya.
Dari pertemuan sederhana di sudut kota Palangka Raya itu, HKT menegaskan satu hal: kepedulian tidak selalu lahir dari hal besar. Ia tumbuh dari kebersamaan, niat yang tulus, dan komitmen untuk terus hadir bagi sesama. Tahun 2026 pun menjadi lembaran baru bagi relawan HKT untuk terus merajut kepedulian di Bumi Tambun Bungai. (*/rls/tim/red)






