Luapan Sungai Barito Rendam Permukiman Bangkuang, Jalur Vital Antarwilayah Lumpuh

- Jurnalis

Kamis, 1 Januari 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUNTOK – Ancaman banjir kembali menghantui warga di penghujung 2025 hingga awal 2026. Luapan Sungai Barito secara perlahan namun pasti menggenangi permukiman penduduk di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, Kalimantan Tengah.

Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, menjadi salah satu wilayah terdampak cukup parah. Air sungai yang meluap merendam sejumlah rumah warga dan menggenangi beberapa ruas jalan utama, sehingga menghambat aktivitas masyarakat.

Tak hanya permukiman, banjir juga merendam jalur vital penghubung Kelurahan Bangkuang menuju Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur. Akibatnya, arus lalu lintas pengangkut barang dan penumpang terganggu. Di sejumlah titik, pengendara sepeda motor terpaksa menyeberang menggunakan perahu atau feri darurat yang disediakan warga setempat.

Baca Juga :  Kadishut Kalteng Buka Bimtek Rehabilitasi DAS 2025, Tegaskan Komitmen Percepatan Pemulihan Ekosistem

Kondisi tersebut memicu kecemasan masyarakat. Toni, warga Kelurahan Bangkuang, mengatakan banjir kali ini datang lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Air mulai naik sejak beberapa hari terakhir. Sekarang sudah masuk ke jalan dan sebagian rumah warga. Aktivitas terganggu, mau keluar masuk kampung juga sulit,” ujar Toni, Kamis (1/1/2026).

Baca Juga :  Terapkan Prinsip BETAH, Polda Kalteng Gelar Pengambilan Sumpah dan Pakta Integritas Penerimaan SIPSS Tahun 2026

Ia menilai banjir musiman di wilayah tersebut seolah menjadi siklus tahunan yang belum mendapatkan penanganan menyeluruh. Warga berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret dan berkelanjutan untuk mengatasi persoalan banjir yang terus berulang dan kian mengancam keselamatan serta perekonomian masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih bertahan di sejumlah titik. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit Sungai Barito, terutama jika hujan kembali mengguyur wilayah hulu dalam beberapa hari ke depan. (*/rls/tim/red)

Berita Terkait

Benteng Hijau Penjaga Pesisir: Mengapa Mangrove Penting bagi Masa Depan Indonesia? 
Heboh! Belasan Makam di Barito Timur Ditemukan Berlubang Misterius, Polisi Selidiki Dugaan Pembongkaran
Puluhan Awak Media Hadiri Makan Siang dan Silaturahmi di Rumah Makan Shanghai Palangka Raya
Pengadaan Jasa Publikasi Diskominfo Kalteng Jadi Sorotan, Publik Minta Penjelasan Soal Mekanisme dan Perbedaan Tarif
Wagub Edy Pratowo Tinjau Layanan Kesehatan Gratis Polda Kalteng pada Puncak Hari Bhayangkara ke-80
LPG 3 Kg Langka di Kawasan Mandawai Palangka Raya, Pedagang dan Warga Keluhkan Sulitnya Pasokan
Pimpin IWO Kalteng Lima Tahun ke Depan, Endra Setiawan Siapkan Program Strategis
Penyelesaian Polemik Zheze Galuh Ditempuh Lewat Jalur Adat, Damang Pahandut Siapkan Prosesi Perdamaian

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:14 WIB

Benteng Hijau Penjaga Pesisir: Mengapa Mangrove Penting bagi Masa Depan Indonesia? 

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:27 WIB

Heboh! Belasan Makam di Barito Timur Ditemukan Berlubang Misterius, Polisi Selidiki Dugaan Pembongkaran

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:31 WIB

Puluhan Awak Media Hadiri Makan Siang dan Silaturahmi di Rumah Makan Shanghai Palangka Raya

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:26 WIB

Pengadaan Jasa Publikasi Diskominfo Kalteng Jadi Sorotan, Publik Minta Penjelasan Soal Mekanisme dan Perbedaan Tarif

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:31 WIB

Wagub Edy Pratowo Tinjau Layanan Kesehatan Gratis Polda Kalteng pada Puncak Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page