Masjid Kubah Hijau Al Abrar Disorot, Warga Kritik Pemberitaan Dinilai Tak Berimbang

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Masjid Kubah Hijau Al Abrar kembali menjadi perhatian publik setelah munculnya sebuah artikel yang menyoroti dugaan ketidaknyamanan jamaah usai pelaksanaan salat Subuh pada 14 Mei 2026. Namun, sejumlah kalangan menilai pemberitaan tersebut tidak profesional karena dianggap tidak berimbang dan berpotensi menggiring opini masyarakat.

Artikel yang dimuat salah satu media lokal itu disebut hanya mengutip pengakuan sepihak dari seorang jamaah tanpa menghadirkan klarifikasi resmi dari pihak pengurus masjid. Kondisi tersebut memicu kritik karena dinilai tidak sejalan dengan prinsip dasar jurnalistik yang mengedepankan asas cover both sides demi menjaga objektivitas informasi.

Selain itu, penggunaan ayat Al-Qur’an dan hadis dalam narasi pemberitaan juga menuai sorotan. Sebagian masyarakat menilai penyisipan dalil agama dalam konteks tersebut berpotensi menjadi bentuk penghakiman moral terselubung terhadap pengurus masjid, tanpa disertai penjelasan utuh mengenai kondisi teknis maupun alasan sebenarnya di lapangan.

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Perkuat Sinergi dengan Insan Pers melalui Jamuan Makan Malam

“Kalau memang ada lampu dimatikan, harusnya dikonfirmasi dulu kenapa. Bisa saja karena penghematan listrik, pergantian sistem pencahayaan, atau alasan keamanan. Jangan langsung dibangun opini seakan pengurus masjid tidak peduli jamaah,” ujar salah seorang warga Palangka Raya.

Sejumlah jamaah juga mengingatkan bahwa kritik terhadap pengurus masjid merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, kritik dinilai sebaiknya disampaikan secara proporsional dan melalui proses tabayyun agar tidak memunculkan prasangka di tengah masyarakat.

Mereka menilai para pengurus masjid selama ini telah bekerja secara sukarela dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan rumah ibadah. Karena itu, pemberitaan yang dinilai tendensius dikhawatirkan dapat merusak hubungan harmonis antara jamaah dan pengurus.

Baca Juga :  Mudik Lebaran Makin Hemat, PELNI Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen Untuk Kelas Ekonomi

Ironisnya, di bagian akhir artikel tersebut justru disinggung pentingnya tabayyun dan adab dalam menyampaikan kritik. Pernyataan itu dianggap bertolak belakang dengan pola pemberitaan yang sejak awal dinilai telah membentuk persepsi negatif tanpa memberikan ruang penjelasan bagi pihak yang diberitakan.

Praktisi komunikasi di Palangka Raya menilai media memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga suasana kondusif, terutama dalam isu yang berkaitan dengan rumah ibadah dan kehidupan keagamaan masyarakat.

“Pers seharusnya menjadi jembatan informasi yang adil, bukan alat pembentuk opini sepihak. Kritik boleh disampaikan, tetapi proses jurnalistik juga harus mencerminkan prinsip keberimbangan,” tegasnya.

Masyarakat berharap polemik ini menjadi pembelajaran bersama agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi langsung, klarifikasi terbuka, dan semangat saling menghormati demi menjaga persatuan serta keharmonisan di lingkungan masyarakat.

Berita Terkait

Keberagaman Organisasi Pers Adalah Kekuatan Demokrasi, Bukan Ancaman
Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Stranas PK Bukan Sekadar Kewajiban Pelaporan, Tapi Komitmen Nyata untuk Rakyat Kalimantan Tengah
Warga Rasakan Manfaat RTH Bundaran Besar, dari Olahraga hingga Ruang Berkumpul
GUBERNUR AGUSTIAR SABRAN SAMPAIKAN DUKA CITA, HADIRI LANGSUNG RUMAH DUKA IBUNDA TIMERASI LABAT
Gubernur Kalteng Ajak Perkuat Persatuan dan Pelestarian Budaya di HUT ke-16 GERDAYAK Indonesia
Gerdayak Tekankan Soliditas Organisasi dan Penguatan Ketahanan Pangan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Kadishut Kalteng: Semangat Huma Betang Harus Menjadi Landasan Pembangunan Daerah Berkelanjutan
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kadishut Kalteng Dr. Agustan Saining Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Peduli Lingkungan

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 21:48 WIB

Keberagaman Organisasi Pers Adalah Kekuatan Demokrasi, Bukan Ancaman

Senin, 8 Juni 2026 - 16:15 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Stranas PK Bukan Sekadar Kewajiban Pelaporan, Tapi Komitmen Nyata untuk Rakyat Kalimantan Tengah

Senin, 8 Juni 2026 - 09:57 WIB

Warga Rasakan Manfaat RTH Bundaran Besar, dari Olahraga hingga Ruang Berkumpul

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:08 WIB

GUBERNUR AGUSTIAR SABRAN SAMPAIKAN DUKA CITA, HADIRI LANGSUNG RUMAH DUKA IBUNDA TIMERASI LABAT

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:40 WIB

Gubernur Kalteng Ajak Perkuat Persatuan dan Pelestarian Budaya di HUT ke-16 GERDAYAK Indonesia

Berita Terbaru

LINTAS POLRI

Kadiv Humas Polri Ajak Masyarakat Aktif Melapor

Jumat, 12 Jun 2026 - 20:56 WIB

You cannot copy content of this page