LINTAS KALIMANTAN | Momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah menjadi ajang mempererat silaturahmi antara Polres Kotawaringin Barat (Kobar) dan insan pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia Kobar. Dengan melaksanakan kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Kantor PWI Kobar, Selasa (3/3/2026).
Acara ini bertujuan memperkuat sinergi antara kepolisian dan insan pers dalam mendukung pembangunan serta menjaga kondusivitas daerah selama bulan Ramadan.

Ketua PWI Kobar, Syamsudin Danuri, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terjalinnya komunikasi yang baik antara kepolisian dan wartawan selama ini.
“Alhamdulillah selama ini komunikasi kita masih selalu terjalin dengan baik. Mudah-mudahan berkat jalinan komunikasi yang baik ini, kita terus bisa bersinergi dalam menjalankan tupoksi kita masing-masing,” jelas Syamsudin Danuri.
Ia menambahkan, Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai momentum memperkuat nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam menjalankan profesi.
“Bulan puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga semata, tetapi di dalamnya terkandung nilai kejujuran dan rasa tanggung jawab. Mari kita junjung tinggi nilai tersebut, terutama dalam menjalankan tugas kita,” tegasnya.
Syamsudin juga mengajak seluruh insan pers menjadikan Ramadan sebagai momen refleksi diri dalam bekerja.
“Pada kesempatan ini saya mengajak rekan-rekan sekalian, mari kita merefleksikan nilai-nilai Ramadan untuk penjernihan diri dalam menjalankan tugas. Mudah-mudahan tugas mulia yang kita emban mendapat berkah dari Allah SWT,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Kobar berharap hubungan baik antara kepolisian dan insan pers semakin erat, sehingga setiap persoalan di daerah dapat dikomunikasikan dan diselesaikan bersama.
“Semoga hubungan ini semakin akrab. Bila ada kendala terkait pembangunan di Kobar, harap bisa dikoordinasikan agar mencegah masalahnya semakin besar,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya koordinasi sejak dini agar persoalan kecil tidak berkembang menjadi masalah besar yang sulit ditangani.
“Ini merupakan upaya untuk segera menyelesaikan masalah apa pun. Jangan sampai permasalahan kecil tersebut menjadi besar dan susah tertangani,” pungkasnya. (*)







