LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA — Pelantikan Agustiar Sabran sebagai Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia masa bakti 2026–2030 dinilai menjadi titik awal kebangkitan baru olahraga catur Indonesia. Harapan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, yang menaruh optimisme besar terhadap arah pembinaan catur nasional ke depan.
Menurut Agustan Saining, momentum pergantian kepemimpinan ini tidak sekadar seremonial organisasi, tetapi merupakan peluang strategis untuk memperkuat fondasi pembinaan atlet sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di panggung internasional.Minggu 12-4-2026.
“Ini adalah momentum penting bagi dunia catur Indonesia. Dengan kepemimpinan yang kuat dan visi yang jelas, kami percaya PB Percasi mampu melahirkan atlet-atlet unggulan yang bisa bersaing, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga dunia,” ujarnya.
Ia menilai sosok Agustiar Sabran memiliki kapasitas kepemimpinan yang mumpuni serta rekam jejak yang mampu membawa energi baru dalam tubuh organisasi. Terlebih, tantangan olahraga catur saat ini tidak hanya sebatas kompetisi, tetapi juga menyangkut pembinaan usia dini, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kualitas turnamen.
Agustan menekankan bahwa daerah, termasuk Kalimantan Tengah, memiliki potensi besar dalam melahirkan pecatur berbakat. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan sistem yang kuat dan berkelanjutan dari tingkat pusat hingga daerah.
“Dari daerah, kami siap mendukung penuh. Kalimantan Tengah memiliki banyak talenta muda yang perlu dibina secara serius. Dengan sinergi yang baik antara pusat dan daerah, saya yakin kita bisa mencetak pecatur-pecatur kelas dunia,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berharap kepengurusan baru PB Percasi mampu menghadirkan program-program inovatif, seperti peningkatan kompetisi berjenjang, pelatihan berbasis teknologi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas ekosistem olahraga catur di Indonesia.
Agustan juga menyoroti pentingnya menjadikan catur sebagai olahraga yang lebih populer dan diminati generasi muda. Menurutnya, catur bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga sarana membangun karakter, kecerdasan, serta daya saing.
“Catur adalah olahraga intelektual yang membentuk pola pikir strategis. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi kekuatan besar bangsa dalam mencetak generasi unggul,” tegasnya.
Dukungan dari Kalimantan Tengah, lanjut Agustan, akan terus mengalir sebagai bagian dari komitmen daerah dalam mendorong prestasi olahraga nasional. Ia pun mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga masyarakat, untuk bersama-sama mendukung kemajuan catur Indonesia.
Menutup pernyataannya, Agustan Saining menyampaikan harapan besar agar di bawah kepemimpinan Agustiar Sabran, catur Indonesia mampu mencetak prestasi gemilang dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
“Semoga catur Indonesia semakin berprestasi. Dari Kalimantan Tengah untuk prestasi dunia,” pungkasnya. (*/rls/sgn/red)







