LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat peran generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital. Komitmen tersebut salah satunya ditunjukkan melalui kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah, Rangga Lesmana, sebagai narasumber dalam kegiatan Training Legislatif yang digelar SEMA UIN Palangka Raya, Minggu (10/05/2026).
Kehadiran Rangga Lesmana dalam forum tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan kapasitas mahasiswa, khususnya dalam membangun karakter kepemimpinan yang kritis, adaptif, dan berintegritas di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Dalam pemaparannya di hadapan peserta kegiatan, Rangga menegaskan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibandingkan era sebelumnya. Kemajuan teknologi digital, media sosial, hingga arus informasi yang bergerak cepat menuntut mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi digital yang baik.
Menurutnya, kemampuan memilah informasi, memahami etika komunikasi publik, hingga menjaga ruang digital tetap sehat menjadi kebutuhan utama bagi calon pemimpin masa depan.
“Mahasiswa hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, kemampuan literasi digital menjadi sangat penting agar tidak mudah terpengaruh hoaks, provokasi, maupun informasi yang menyesatkan,” ujar Rangga Lesmana dalam sesi penyampaian materi.
Ia menilai, media sosial kini bukan sekadar ruang hiburan, tetapi telah menjadi instrumen strategis dalam membangun opini publik, menyampaikan aspirasi, hingga memengaruhi arah kebijakan sosial dan politik. Oleh sebab itu, penggunaan media sosial harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.
Rangga juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang sehat di kalangan mahasiswa. Menurutnya, generasi muda harus mampu menyampaikan gagasan secara konstruktif, kritis, namun tetap mengedepankan etika dan data yang valid.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Mahasiswa harus hadir sebagai bagian dari solusi. Gunakan kemampuan dan ruang digital untuk menyebarkan edukasi, semangat kolaborasi, serta nilai-nilai positif bagi pembangunan Kalimantan Tengah,” katanya.
Ia menambahkan, tantangan pembangunan daerah di masa depan akan sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan transformasi digital. Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan generasi muda dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan produktif.
Kegiatan Training Legislatif SEMA UIN Palangka Raya tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas dengan antusias. Forum itu menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa untuk memperkuat wawasan kepemimpinan, organisasi, komunikasi publik, serta pemahaman mengenai dinamika sosial di era digital.
Sejumlah peserta terlihat aktif berdialog dan menyampaikan pandangan terkait tantangan penggunaan media sosial, penyebaran informasi hoaks, hingga peran mahasiswa dalam menjaga persatuan di ruang digital.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran sosial, etika digital, dan semangat kontribusi terhadap kemajuan daerah.
Di akhir pemaparannya, Rangga Lesmana kembali menegaskan bahwa masa depan Kalimantan Tengah berada di tangan generasi muda yang mampu berpikir terbuka, adaptif terhadap perubahan, serta tetap memegang nilai integritas dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat.(*/rls/sgn/red)







