Antrean BBM Mengular di Palangka Raya, Warga Keluhkan Sulitnya Mendapat Pertalite dan Solar, Eceran Pinggir Jalan Langka

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Palangka Raya — Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir memicu keluhan masyarakat. Warga mengaku kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM), terutama jenis Pertalite dan solar, akibat terbatasnya stok dan tingginya antrean di lapangan.

Pantauan di sejumlah SPBU pada hari  Kamis pagi 7  Mei 3026 , antrean kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular hingga keluar area pengisian. Di beberapa titik, antrean bahkan memakan badan jalan dan menyebabkan perlambatan arus lalu lintas, khususnya pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Kondisi tersebut membuat banyak warga harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM. Tidak sedikit pengendara yang memilih berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain karena khawatir stok habis sebelum giliran mereka tiba.

Seorang pengemudi ojek online di Palangka Raya, Rahmat (32), mengaku harus mengurangi jam kerja akibat sulit memperoleh BBM dalam dua hari terakhir. Ia mengatakan antrean panjang membuat waktu operasionalnya banyak terbuang di SPBU.

“Biasanya pagi langsung narik penumpang, sekarang harus antre dulu. Kadang satu sampai dua jam baru dapat. Kalau begini terus, pendapatan kami pasti turun,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Siti Nurhayati (41), warga Jalan Yos Sudarso, yang mengaku harus mendatangi tiga SPBU berbeda sebelum akhirnya berhasil mengisi BBM untuk sepeda motornya.

Baca Juga :  Kapolsek Kapuas Hulu Pimpin Langkah Tegas Penertiban PETI, Aparat Gabungan Pasang Police Line dan Spanduk Larangan

“Di SPBU pertama katanya Pertalite habis, pindah ke tempat lain antreannya sangat panjang. Kami jadi kesulitan karena kendaraan dipakai untuk aktivitas sehari-hari,” katanya.

Menurut warga, antrean panjang mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir dan terus meningkat seiring banyaknya masyarakat yang khawatir kehabisan BBM. Sebagian pengendara bahkan memilih mengantre sejak pagi untuk memastikan kendaraan mereka bisa terisi bahan bakar.

Selain di SPBU, dampak keterbatasan BBM juga dirasakan para pedagang eceran di pinggir jalan. Stok BBM dalam botol maupun jeriken yang biasa dijual kepada masyarakat disebut ikut menipis bahkan habis.

Bandi (45), penjual BBM eceran di kawasan Jalan G. Obos, mengatakan dirinya kesulitan memperoleh pasokan karena distribusi di lapangan tidak normal seperti biasanya.

“Biasanya kami masih bisa beli untuk stok eceran, sekarang susah sekali dapatnya. Banyak pelanggan datang, tapi stok kosong,” kata Bandi.

Ia menyebut warga yang biasanya membeli BBM eceran untuk kebutuhan darurat kini juga ikut terdampak. Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat semakin bergantung pada SPBU yang saat ini sedang dipadati antrean kendaraan.

Baca Juga :  Bentrok di Jalan Hauling PT ABB Bronang Kapuas, Kapolres Tegaskan Pendekatan Humanis

Di sejumlah ruas jalan kota, beberapa pengendara bahkan terlihat mendorong sepeda motor karena kehabisan BBM saat sedang mencari SPBU yang masih memiliki stok. Pemandangan itu terlihat terutama di kawasan padat lalu lintas dan sekitar pusat kota.

Pelaku usaha kecil juga mulai merasakan dampak dari kondisi tersebut. Andi Saputra (38), pemilik usaha katering di Palangka Raya, mengatakan distribusi pesanan menjadi terganggu karena kendaraan operasional sulit mendapatkan BBM tepat waktu.

“Kami harus atur ulang jadwal pengantaran karena mobil operasional ikut antre lama di SPBU. Kalau terlambat terus tentu pelanggan bisa kecewa,” ujarnya.

Warga berharap persoalan distribusi dan ketersediaan BBM dapat segera ditangani agar aktivitas masyarakat kembali normal. Mereka juga meminta pemerintah daerah maupun pihak terkait memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab antrean panjang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Kalau memang ada kendala distribusi, masyarakat sebaiknya diberi penjelasan supaya tidak panik. Yang penting stok cepat normal lagi,” kata seorang warga lainnya, Rudi Hartono (50).

Hingga Rabu malam, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya. Masyarakat berharap pasokan BBM segera stabil agar mobilitas warga dan aktivitas ekonomi tidak terus terganggu. (*/rls/sgn/red(

Berita Terkait

Sekum DAD Barito Utara Klarifikasi Polemik Pemberitaan, Tegaskan Hinting Pali dan Portal Adat Tetap Dihormati sebagai Kearifan Lokal
Jalan Rusak KM 49 Muara Teweh–Puruk Cahu Picu Kemacetan Puluhan Kilometer, Pengguna Jalan Keluhkan Lambatnya Penanganan BPJN
FKM Soroti Proyek Jalan Desa Pulau Kaladan Rp1 Miliar, Minta Klarifikasi Dinas PUPR Kapuas
Anggota DPRD Patih Herman AB: Kapolres Cup 2026 Adalah Bukti Nyata Dukungan Polri Terhadap Atlet PBVSI Barito Utara
Satresnarkoba Polres Barito Utara Tangkap AS Pengedar Sabu di Kecamatan Teweh Baru
Reklamasi Lahan Eks Tambang PT REM di Barito Timur Jadi Sorotan, Publik Dorong Transparansi dan Percepatan Pemulihan
Aktivitas PETI dengan Lanting Sedot di Sungai Kahayan Dikeluhkan Warga, Alur Pelayaran Kian Dangkal
Bukti Kehadiran Pemerintah, Anggota DPRD Apresiasi Perekaman KTP-el Untuk Penyandang Disabilitas Mental oleh Disdukcapil

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:28 WIB

Sekum DAD Barito Utara Klarifikasi Polemik Pemberitaan, Tegaskan Hinting Pali dan Portal Adat Tetap Dihormati sebagai Kearifan Lokal

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:03 WIB

Jalan Rusak KM 49 Muara Teweh–Puruk Cahu Picu Kemacetan Puluhan Kilometer, Pengguna Jalan Keluhkan Lambatnya Penanganan BPJN

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:16 WIB

FKM Soroti Proyek Jalan Desa Pulau Kaladan Rp1 Miliar, Minta Klarifikasi Dinas PUPR Kapuas

Senin, 15 Juni 2026 - 16:52 WIB

Anggota DPRD Patih Herman AB: Kapolres Cup 2026 Adalah Bukti Nyata Dukungan Polri Terhadap Atlet PBVSI Barito Utara

Senin, 15 Juni 2026 - 13:00 WIB

Satresnarkoba Polres Barito Utara Tangkap AS Pengedar Sabu di Kecamatan Teweh Baru

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page