Desakan Publik dan Sorotan Media Dinilai Jadi Kunci Meredanya Antrean BBM di Palangka Raya

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Permasalahan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang dalam beberapa hari terakhir sempat memicu keluhan luas masyarakat di Kota Palangka Raya dan sejumlah wilayah Kalimantan Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Kondisi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilaporkan berangsur normal setelah pemerintah daerah, aparat, dan pihak terkait melakukan langkah penanganan distribusi.

Di tengah situasi tersebut, Aliansi Masyarakat Kalteng Bergerak menyampaikan pernyataan resmi sekaligus apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, media, serta instansi yang dinilai telah berperan dalam mendorong percepatan penanganan persoalan BBM di daerah itu.

Pernyataan tersebut disampaikan perwakilan aliansi, Aris, didampingi Koordinator Aksi Afan Safrian, di Kota Palangka Raya, Minggu (10/5/2026).

Menurut Aris, langkah penyelesaian yang saat ini mulai terlihat tidak dapat dilepaskan dari kuatnya tekanan publik dan derasnya sorotan media terhadap kondisi masyarakat di lapangan.

“Kami menyadari bahwa langkah-langkah penyelesaian yang diambil oleh pihak berwenang tidak lepas dari kuatnya tekanan publik dan masifnya pemberitaan,” ujar Aris.

Ia menilai, gelombang perhatian masyarakat yang terus berkembang melalui berbagai pemberitaan membuat persoalan antrean BBM menjadi perhatian serius para pengambil kebijakan. Dalam beberapa hari terakhir, isu kelangkaan dan antrean BBM memang menjadi topik utama di Kalimantan Tengah setelah antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular di sejumlah SPBU.

Baca Juga :  Munas IX RAPI Digelar di Pangkalan Bun

Aliansi Masyarakat Kalteng Bergerak juga secara khusus memberikan penghargaan kepada insan pers yang dinilai konsisten memberitakan kondisi masyarakat selama krisis antrean BBM berlangsung.

Menurut Aris, keberadaan media memiliki peran penting dalam menyuarakan keresahan masyarakat yang harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk memperoleh BBM.

“Tanpa dedikasi rekan-rekan media yang memberitakan penderitaan masyarakat di SPBU, suara rakyat mungkin hanya akan menguap di jalanan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa media telah menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemangku kepentingan, sehingga persoalan yang dialami warga dapat segera memperoleh respons dan tindak lanjut.

Meski kondisi antrean di sejumlah SPBU mulai berkurang, Aliansi Masyarakat Kalteng Bergerak memastikan akan tetap melakukan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah dan distribusi BBM di lapangan. Mereka menilai, persoalan tersebut tidak boleh dianggap selesai begitu saja sebelum akar masalah benar-benar ditemukan dan dibenahi.

Baca Juga :  Apel Pagi Polresta Palangka Raya Dipimpin Kabag SDM

Aris mengatakan gerakan yang mereka lakukan lahir dari rasa keprihatinan melihat masyarakat mengalami kesulitan memperoleh BBM untuk kebutuhan sehari-hari.

Ia menggambarkan bagaimana warga harus rela mengantre sejak pagi, kehilangan waktu bekerja, bahkan mengeluarkan tenaga ekstra hanya demi mendapatkan bahan bakar.

“Jantung kami bergetar dan darah kami mendidih melihat penderitaan rakyat yang harus menguras waktu dan tenaga hanya untuk mendapatkan haknya di SPBU. Kami akan terus mengawal ini hingga ke akar masalah,” tegasnya.

Sejumlah warga sebelumnya mengeluhkan panjangnya antrean di SPBU yang berdampak terhadap aktivitas harian masyarakat maupun distribusi barang dan jasa. Pemerintah daerah bersama pihak Pertamina dan unsur Forkopimda pun telah melakukan berbagai langkah untuk menambah pasokan dan memperbaiki distribusi BBM di wilayah Kalimantan Tengah.

Situasi terkini di beberapa SPBU Kota Palangka Raya mulai menunjukkan perbaikan, meski masyarakat berharap stabilitas pasokan BBM dapat terus dijaga agar antrean panjang tidak kembali terjadi dalam waktu dekat.(*/rls/sgn/red)

Berita Terkait

Legalitas Penggunaan Pelabuhan Jelapat untuk CPO Dipertanyakan, PT BKI dan Dishub Barsel Kompak Bungkam
Musim Kemarau Picu Karhutla dan Kebakaran Permukiman di Palangka Raya, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
BREAKING NEWS Kebakaran Hebat Hanguskan Kawasan Pasar Besar Jalan Seram,Jalan Jawa Palangka Raya
Bias Layar Ajak Masyarakat Palangka Raya Amalkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Gubernur Kalteng Tinjau Karhutla, Ikut Padamkan Titik Api
Gubernur Agustiar Minta Tambahan Armada, Penanganan Karhutla Kalteng Diperkuat Pemerintah Pusat
Sambut HUT ke-25 DPC Partai Demokrat Pulang Pisau Gelar Aksi ‘Gerakan Langit Biru’ di Masjid Noor Hidayah
Pengusaha Bengkel Las Kalteng Siap Tempuh Aksi Damai jika Pemadaman Listrik Tak Kunjung Teratasi

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Legalitas Penggunaan Pelabuhan Jelapat untuk CPO Dipertanyakan, PT BKI dan Dishub Barsel Kompak Bungkam

Minggu, 2 Agustus 2026 - 05:19 WIB

Musim Kemarau Picu Karhutla dan Kebakaran Permukiman di Palangka Raya, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:16 WIB

BREAKING NEWS Kebakaran Hebat Hanguskan Kawasan Pasar Besar Jalan Seram,Jalan Jawa Palangka Raya

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Bias Layar Ajak Masyarakat Palangka Raya Amalkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:36 WIB

Gubernur Kalteng Tinjau Karhutla, Ikut Padamkan Titik Api

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page