Diduga Pasang IUD Tanpa Persetujuan Saat Operasi Caesar, Dokter Dilaporkan ke MKEK Pusat

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN || PALANGKA RAYA – Dugaan malapraktik medis dan pemalsuan rekam medis mencuat di Kota Palangka Raya. Seorang ibu muda berinisial RY melalui kuasa hukumnya resmi melaporkan kasus tersebut ke Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pusat di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Laporan yang diajukan oleh Lembaga Bantuan Hukum Penegak Hukum Rakyat Indonesia (LBH PHRI) itu berkaitan dengan dugaan pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) tanpa persetujuan pasien saat operasi caesar pada November 2025. Selain itu, kuasa hukum juga melaporkan dugaan pemalsuan resume medis oleh tenaga kesehatan yang terlibat.

Baca Juga :  Perkuat Transformasi di Era Digital, Rumkit Bhayangkara Polda Kalteng Launching Website Baru Terintegrasi SIMRS

Kuasa hukum RY, Suriansyah Halim, menegaskan tindakan tersebut diduga melanggar prinsip informed consent serta etika profesi kedokteran.

“Klien kami tidak pernah diberikan penjelasan, apalagi dimintai persetujuan, terkait pemasangan IUD saat operasi caesar. Ini pelanggaran serius terhadap hak pasien,” ujar Suriansyah kepada wartawan.

Kasus bermula saat RY menjalani operasi caesar pada November 2025. Bukannya pulih, korban justru mengalami nyeri perut hebat berkepanjangan selama berbulan-bulan. Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, ditemukan dugaan bahwa IUD telah menembus dinding rahim dan melekat pada usus, sehingga memicu peradangan serius di rongga perut.

Akibat kondisi tersebut, RY terpaksa menjalani operasi besar lanjutan. Dalam tindakan medis itu, sebagian usus korban harus diangkat demi menyelamatkan nyawanya.

Baca Juga :  RS Tegaskan Buka Fakta Dugaan Malapraktik, Plt Direktur: Kronologi Penting Tidak Disampaikan ke Publik

LBH PHRI mendesak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk bertindak tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran etik maupun disiplin profesi. Mereka juga meminta adanya pengawasan ketat terhadap pelayanan kesehatan guna menjamin keselamatan pasien serta mencegah praktik serupa terulang.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena menyangkut dugaan pelanggaran etik kedokteran, keselamatan pasien, serta indikasi manipulasi dokumen medis. Hingga berita ini diturunkan, pihak terlapor belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut. (*/rls/tim/red)

Berita Terkait

Rumkit Bhayangkara Palangka Raya Gelar Anev Triwulan I 2026, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan Profesional dan Modern
Rumkit Bhayangkara Palangka Raya Matangkan Persiapan Reakreditasi 2026, Fokus pada Mutu Layanan
Audit BLU 2025–2026, Rumkit Bhayangkara Palangka Raya Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas
RS Tegaskan Buka Fakta Dugaan Malapraktik, Plt Direktur: Kronologi Penting Tidak Disampaikan ke Publik
Rumkit Bhayangkara Palangka Raya Pastikan Kesehatan Personel Pos Ketupat Jelang Mudik Lebaran
Dewan Pengawas Evaluasi Kinerja Rumkit Bhayangkara Palangka Raya, Bahas Peningkatan Layanan Kesehatan
Jelang Libur Lebaran, Rumkit Bhayangkara Polda Kalteng Matangkan Kesiapan Layanan Kesehatan
Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Malapraktik dan Pemalsuan Rekam Medis ke MKEK dan MDP, IUD Dipasang Tanpa Persetujuan Saat Operasi Caesar
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 15:52 WIB

Rumkit Bhayangkara Palangka Raya Gelar Anev Triwulan I 2026, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan Profesional dan Modern

Selasa, 7 April 2026 - 13:42 WIB

Rumkit Bhayangkara Palangka Raya Matangkan Persiapan Reakreditasi 2026, Fokus pada Mutu Layanan

Kamis, 2 April 2026 - 16:15 WIB

Audit BLU 2025–2026, Rumkit Bhayangkara Palangka Raya Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:37 WIB

RS Tegaskan Buka Fakta Dugaan Malapraktik, Plt Direktur: Kronologi Penting Tidak Disampaikan ke Publik

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:05 WIB

Rumkit Bhayangkara Palangka Raya Pastikan Kesehatan Personel Pos Ketupat Jelang Mudik Lebaran

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page