Tak Mencari Imbalan, Hanya Doa: Pengabdian Cak Sam Menyentuh Hati Warga

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALANGKA RAYA — Di sebuah bangunan sederhana di pinggir jalan Kota Palangka Raya, seorang pria berseragam cokelat duduk berhadapan dengan seorang ibu yang matanya sembab. Di tangannya tergenggam sebuah amplop yang disodorkan penuh harap sebagai ungkapan terima kasih atas bantuan yang telah mengurai persoalan keluarganya selama berbulan-bulan.

Namun pria itu menolaknya dengan halus.

“Cukup bayar saya dengan doa saja, Bu.”

Kalimat itu bukan basa-basi, apalagi sandiwara. Itulah prinsip hidup Iptu  H. Samsudin, yang akrab disapa Cak Sam oleh masyarakat Kalimantan Tengah. Seorang anggota Polri yang memilih jalan pengabdian tanpa mengharapkan imbalan materi.

Lebih dari Sekadar Tugas

Nama Cak Sam kini bukan lagi hal asing di wilayah hukum Polda Kalimantan Tengah. Dari gang-gang kecil di Palangka Raya hingga kampung-kampung di pedalaman, kisah tentang dirinya beredar dari mulut ke mulut, bahkan mulai dikenal di luar Kalimantan.

Yang membuat namanya istimewa bukanlah pangkat atau deretan prestasi dinas, melainkan sesuatu yang kini terasa semakin langka: kehadirannya saat masyarakat membutuhkan pertolongan.

Konflik sosial antarwarga, persoalan rumah tangga yang nyaris berujung perpecahan, masalah asmara remaja yang memicu keributan, hingga sengketa utang piutang yang tak kunjung selesai, kerap menjadi persoalan yang ditanganinya. Meski tidak selalu masuk dalam tugas formalnya, Cak Sam tetap hadir untuk mendengarkan, menengahi, dan membantu mencari jalan keluar.

Baca Juga :  Kasat Narkoba Polresta Palangka Raya Hadiri Launching Program La'Ngopi di Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya

Bahkan ketika masalah yang dihadapi warga tidak memiliki payung hukum yang jelas, ia tetap berusaha menjadi penengah yang adil dan tidak menghakimi.

Pengabdian Tanpa Kalkulator

Di tengah situasi ketika kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian kerap menghadapi berbagai ujian, Cak Sam memilih pendekatan yang sederhana namun bermakna: menjadi manusia terlebih dahulu sebelum menjadi polisi.

Tidak sedikit masyarakat yang merasakan manfaat dari kepeduliannya. Bahkan mahasiswa yang kesulitan menyelesaikan skripsi pun pernah mendapat bantuannya. Semua dilakukan tanpa tarif, tanpa syarat, dan tanpa pamrih.

Baginya, ilmu, waktu, dan tenaga yang dimiliki adalah titipan Tuhan yang harus dimanfaatkan untuk membantu sesama.

Saat ditanya tentang motivasinya, jawabannya terdengar sederhana.

“Gaji dari institusi sudah cukup untuk keluarga saya. Sisanya, biar Tuhan yang menghitung.”

Ketika Ia Sendiri Menghadapi Masalah

Seperti manusia lainnya, Cak Sam juga memiliki beban dan persoalan hidup. Namun cara pandangnya dalam menghadapi ujian hidup menjadi salah satu hal yang menginspirasi banyak orang.

Dengan senyum yang tak pernah jauh dari wajahnya, ia berkata:

“Tuhan tidak pernah tidur. Apa pun yang kita dapatkan dari-Nya, baik yang menurut kita baik maupun kurang baik, semuanya akan bermuara kepada-Nya.”

Baca Juga :  Pantau Karhutla dari Udara, Kapolres Katingan Pastikan Penanganan Api Tepat Sasaran

Sebuah filosofi hidup yang mungkin mudah diucapkan, tetapi tidak selalu mudah dijalani, terlebih di tengah berbagai tekanan dan godaan yang kerap menyertai profesi sebagai aparat penegak hukum.

Indonesia Butuh Lebih Banyak Cak Sam

Tentu tidak semua orang akan sepakat dengan cara yang ditempuhnya. Ada yang meragukan, ada pula yang mungkin menganggap kehadirannya terlalu jauh masuk ke persoalan warga.

Namun satu hal yang sulit dibantah, Indonesia membutuhkan lebih banyak sosok seperti Cak Sam.

Bukan polisi yang hanya menunggu laporan di balik meja. Bukan pula aparat yang bergerak semata karena perintah atasan. Melainkan sosok yang mau mendengar dengan hati, hadir sebelum diminta, dan pulang tanpa membawa apa pun selain rasa syukur.

Di balik seragam cokelat yang dikenakannya, tersimpan keyakinan bahwa pengabdian sejati tidak selalu membutuhkan tepuk tangan atau pujian. Cukup doa dari mereka yang ditolong, serta ridha Tuhan Yang Maha Melihat.

Mungkin hari ini ia hanya satu dari ribuan personel yang bertugas di seluruh Indonesia. Namun ketulusan satu Cak Sam mampu mengubah cara masyarakat memandang sosok polisi di tengah kehidupan mereka. (*/rls/sgn/red)

 

Berita Terkait

Kapolda Kalteng Sambangi Pangkalan Ojek Pasar Kahayan, Serap Aspirasi Warga Demi Kamtibmas Kondusif
Operasi Patuh Telabang 2026, Satlantas Polres Gunung Mas Tempelkan Stiker Imbauan Keselamatan kepada Pengguna Jalan
PEDULI KESELAMATAN, DIRLANTAS POLDA KALTENG BAGIKAN SEJUMLAH HELM KEPADA PENGGUNA JALAN
Polisi Peduli Kamseltibcarlantas, Kapolresta Palangka Raya Terjun ke Lapangan
Dukung Program Prioritas Kapolri, Kapolresta Palangka Raya Pimpin Atur Arus Lalin di Area Padat Pengendara 
Kapolres Gunung Mas Pimpin Sertijab Delapan Pejabat, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan
Kapolres Gunung Mas Sambangi SMA Negeri 1 Kurun, Perkuat Pembinaan dan Edukasi Pelajar
Pimpin Apel Pagi, Kabagops Polresta Palangka Raya Tegaskan Hindari Segala Bentuk Pelanggaran

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:22 WIB

Kapolda Kalteng Sambangi Pangkalan Ojek Pasar Kahayan, Serap Aspirasi Warga Demi Kamtibmas Kondusif

Senin, 2 November 2026 - 16:07 WIB

Operasi Patuh Telabang 2026, Satlantas Polres Gunung Mas Tempelkan Stiker Imbauan Keselamatan kepada Pengguna Jalan

Senin, 2 November 2026 - 15:35 WIB

PEDULI KESELAMATAN, DIRLANTAS POLDA KALTENG BAGIKAN SEJUMLAH HELM KEPADA PENGGUNA JALAN

Senin, 2 November 2026 - 12:57 WIB

Polisi Peduli Kamseltibcarlantas, Kapolresta Palangka Raya Terjun ke Lapangan

Senin, 2 November 2026 - 11:10 WIB

Kapolres Gunung Mas Pimpin Sertijab Delapan Pejabat, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan

Berita Terbaru