LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya konservasi orangutan melalui penguatan data dan informasi spasial yang akurat. Komitmen tersebut diwujudkan dengan keikutsertaan dalam kegiatan Pengolahan Data Distribusi Spasial Orangutan di Kalimantan Tengah untuk Mendukung Konservasi dan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan yang berlangsung di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah pada 17–19 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menghasilkan data yang lebih akurat mengenai sebaran habitat orangutan, kondisi ekologis kawasan, serta berbagai faktor yang memengaruhi keberlangsungan populasi satwa endemik Kalimantan tersebut. Hasil pengolahan data diharapkan dapat menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan konservasi, perlindungan habitat, rehabilitasi ekosistem, hingga mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Agustan Saining, S.Hut., M.Si., melalui Kepala Bidang Perlindungan dan KSDAE, Fritno, S.Hut., menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan harus ditopang oleh data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan harus didukung oleh data dan informasi yang valid serta dapat dipertanggungjawabkan. Melalui pengolahan data distribusi spasial orangutan ini, kita memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi habitat dan sebaran populasi orangutan sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan konservasi yang tepat sasaran,” kata Agustan Saining dalam sambutan yang dibacakan Fritno.
Menurutnya, Kalimantan Tengah memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian orangutan dan ekosistem hutan tropis yang menjadi bagian dari bentang alam Heart of Borneo. Oleh karena itu, upaya konservasi memerlukan sinergi lintas sektor dan dukungan berbagai pihak.
Agustan menambahkan, keberhasilan pelestarian orangutan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga konservasi, akademisi, dunia usaha, masyarakat, serta mitra pembangunan untuk memastikan keberlangsungan habitat dan populasi orangutan di alam liar.
Melalui kegiatan ini, Dishut Kalteng berharap tersedianya basis data yang semakin komprehensif dan terintegrasi guna mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan hutan berkelanjutan serta perlindungan keanekaragaman hayati di Kalimantan Tengah. Dengan dukungan data yang kuat, berbagai program konservasi diharapkan dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan tepat sasaran.(*/rls/sgn/red)
Sumber, Dishutprov kalteng







