“Dulu Gemerlap, Kini Gelap — Nasib Lampu Hias Jembatan Kahayan yang Dirindukan Warga Palangka Raya”

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dulu, Jembatan Kahayan di Kota Palangka Raya dikenal sebagai ikon kota. Menjelang malam, jembatan ini berhias cahaya lampu warna-warni yang membentuk beragam pola indah, memikat siapa saja yang memandangnya.

Saat sore menjelang petang, warga kota maupun pengunjung dari luar daerah ramai berdatangan ke Taman Pesona Kameloh, kawasan tepian sungai di bawah Jembatan Kahayan. Mereka menikmati panorama tepi sungai sembari naik kapal susur sungai, menyaksikan gemerlap lampu hias jembatan dari atas air.

Namun, lebih dari setahun belakangan, suasana itu tak lagi sama. Entah apa sebabnya, lampu-lampu hias di Jembatan Kahayan padam. Jembatan yang dulu berkilau kini gelap saat malam tiba.

Baca Juga :  Satlantas Polresta Palangka Raya Gelar Patroli Objek Vital dan Antisipasi Balapan Liar

Banyak wisatawan, baik warga lokal maupun pengunjung dari luar daerah, berharap gemerlap lampu ikonik Jembatan Kahayan bisa kembali menyala, mengembalikan keindahan yang dulu menjadi kebanggaan Kota Palangka Raya.

Keberadaan lampu hias Jembatan Kahayan bukan sekadar pemanis kota, melainkan bagian dari identitas dan daya tarik wisata Palangka Raya yang turut menggerakkan roda ekonomi warga sekitar, mulai dari pedagang kaki lima hingga pemilik kapal susur sungai. Padamnya lampu selama lebih dari setahun ini tentu menjadi kerugian tersendiri, baik dari sisi citra kota maupun perputaran ekonomi lokal.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera menindaklanjuti persoalan ini, agar Jembatan Kahayan kembali bersinar dan menjadi kebanggaan Kota Palangka Raya seperti sediakala.

Baca Juga :  Diduga Rem Blong, Pikap Masuk Drainase di Jalan Ir. Soekarno Palangka Raya

Keberadaan lampu hias Jembatan Kahayan bukan sekadar pemanis kota, melainkan bagian dari identitas dan daya tarik wisata Palangka Raya yang turut menggerakkan roda ekonomi warga sekitar, mulai dari pedagang kaki lima hingga pemilik kapal susur sungai.

Padamnya lampu selama lebih dari setahun ini tentu menjadi kerugian tersendiri, baik dari sisi citra kota maupun perputaran ekonomi lokal.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera menindaklanjuti persoalan ini, agar Jembatan Kahayan kembali bersinar dan menjadi kebanggaan Kota Palangka Raya seperti sediakala.

 

Berita Terkait

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari
Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir
Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan
Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau
Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah
Maksimalkan Pengerjaan Drainase Sasaran TMMD, Alat Berat Dikerahkan
Bupati Kotabaru Perkuat Transformasi Digital Lewat Kerjasama Dengan Telkomsel
Sugie: Karhutla Tanggung Jawab Bersama, HKT Ajak Semua Pihak Bergerak 

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:25 WIB

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page