LINTAS KALIMANTAN | Palangka Raya — Kelangkaan gas LPG 3 kilogram kembali dikeluhkan warga di kawasan Jalan Mandawai, Kota Palangka Raya. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pelaku usaha kecil, tetapi juga masyarakat yang mengandalkan gas bersubsidi untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Seorang pedagang pentol keliling di kawasan Jalan Mandawai mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram meski telah berkeliling mencari hingga ke wilayah Jalan Rajawali. Namun, sejumlah pengecer yang didatanginya dilaporkan kehabisan stok. Selasa 23-6-2026.
Akibat tidak memperoleh gas untuk memasak, pedagang tersebut terpaksa menghentikan aktivitas berjualannya untuk sementara waktu. Kondisi itu berdampak langsung terhadap pendapatan harian yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan keluarganya.
“Hari ini saya tidak bisa berjualan karena tidak mendapatkan gas. Padahal hasil berjualan menjadi sumber utama untuk kebutuhan anak dan istri,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan sejumlah ibu rumah tangga di kawasan tersebut. Mereka mengaku kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram yang menjadi kebutuhan utama untuk memasak. Beberapa warga bahkan menyebut harga gas bersubsidi di tingkat pengecer mengalami kenaikan hingga mencapai Rp45 ribu per tabung, jauh di atas harga yang biasa mereka beli.
Warga berharap pasokan LPG 3 kilogram segera kembali normal agar aktivitas usaha kecil dan kebutuhan rumah tangga tidak terganggu. Mereka juga meminta pihak terkait untuk melakukan pengawasan terhadap distribusi gas bersubsidi serta menindak praktik penjualan dengan harga yang dinilai memberatkan masyarakat.
Selain itu, masyarakat mendorong pemerintah dan instansi terkait untuk memastikan distribusi LPG 3 kilogram berjalan lancar dan tepat sasaran, sehingga kebutuhan warga yang berhak menerima subsidi dapat terpenuhi di tengah meningkatnya keluhan mengenai kelangkaan pasokan di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya. (*/rls/sgn/red)







