
Palangka Raya – Wabah demam berdarah dengue (DBD) menghantui permukiman warga di Jalan Mendawai Induk Ujung, RT 02 RW 07, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Dalam sepekan terakhir, puluhan warga dilaporkan terserang DBD, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Merebaknya kasus DBD ini menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat. Sejumlah warga mengalami gejala demam tinggi, nyeri sendi, hingga penurunan trombosit, sehingga harus menjalani perawatan medis intensif. Bahkan, beberapa pasien dirujuk dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya serta RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya.
Warga setempat menyebut, kasus DBD muncul hampir bersamaan dan menyebar dengan cepat di lingkungan mereka. Kondisi tersebut memicu kecemasan, terutama bagi keluarga yang memiliki anak-anak dan lansia, kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi akibat penyakit ini.
“Dalam satu minggu ini banyak yang sakit, ada anak-anak dan juga orang tua. Beberapa sampai harus dirawat di rumah sakit,” ujar Sugian, warga setempat, Kamis (22/1/2026).
Sugian yang juga berprofesi sebagai jurnalis di Palangka Raya menuturkan, anaknya sendiri saat ini masih menjalani perawatan akibat terserang DBD. Ia menilai, situasi ini sudah masuk kategori darurat kesehatan lingkungan.
Merebaknya kasus tersebut memunculkan desakan dari warga agar pemerintah daerah bersama instansi kesehatan segera turun tangan. Warga berharap dilakukan langkah cepat dan terukur, mulai dari penyelidikan epidemiologi, pengasapan (fogging) secara menyeluruh, hingga edukasi masif terkait pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Selain itu, warga juga meminta perhatian serius terhadap kondisi lingkungan sekitar yang dinilai berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, seperti genangan air dan sistem drainase yang tidak berfungsi optimal. Tanpa penanganan cepat dan menyeluruh, warga khawatir wabah DBD akan terus meluas dan menelan lebih banyak korban.
“Jangan sampai menunggu korban bertambah baru bertindak. Kami butuh penanganan segera,” tegas salah satu warga.(*/rls/tim/red).







