Perselisihan di Jalan Bhayangkara Pangkalan Bun Diklarifikasi, Kedua Pihak Diharapkan Menahan Diri

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 00:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jefry Era Pranata, SH, M.Kn, saat memberikan keterangan Pers kepada sejumlah awak media (LINTAS KALIMANTAN/Ist)

Jefry Era Pranata, SH, M.Kn, saat memberikan keterangan Pers kepada sejumlah awak media (LINTAS KALIMANTAN/Ist)

LINTAS KALIMANTAN | Pemberitaan terkait dugaan insiden pengeroyokan terhadap pemilik warung di kawasan Jalan Bhayangkara, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mendapat tanggapan dari pihak terlapor melalui kuasa hukumnya. Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk hak jawab agar informasi yang beredar di masyarakat dapat dipahami secara lebih berimbang.

Peristiwa tersebut sebelumnya dilaporkan terjadi di sekitar kawasan seberang Perumahan Pinang Merah, Kota Pangkalan Bun, pada Sabtu (7/3/2026) sore. Dalam pemberitaan sebelumnya disebutkan bahwa pemilik Warung Mama Andre mengalami luka di bagian pelipis kiri dan sempat mendapatkan penanganan medis setelah insiden tersebut.

Menanggapi pemberitaan tersebut, pihak terlapor berinisial Z melalui penasihat hukumnya, Jefry Era Pranata, SH, M.Kn, menyampaikan penjelasan mengenai kronologi kejadian berdasarkan keterangan kliennya. Menurutnya, peristiwa yang terjadi dipicu oleh kesalahpahaman yang bermula dari persoalan parkir kendaraan di sekitar lokasi warung.

“Berdasarkan penjelasan klien kami, kejadian tersebut berawal dari perdebatan yang kemudian berkembang menjadi pertengkaran antara dua orang. Dalam situasi itu sempat terjadi saling dorong dan adu pukul, sementara beberapa orang yang berada di lokasi berupaya melerai agar situasi tidak semakin memanas,” ujar Jefry saat memberikan keterangan, Sabtu malam (14/3/2026).

Baca Juga :  Polresta Palangka Raya Selidiki Kebakaran 11 Rumah di Mendawai II

Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula dari teguran terkait parkir kendaraan yang berada di sekitar lokasi warung. Teguran tersebut kemudian memicu adu mulut antara kedua belah pihak hingga situasi sempat memanas.

“Awalnya hanya persoalan parkir kendaraan. Teguran tersebut kemudian memicu perdebatan sehingga situasi sempat memanas,” jelasnya.

Terkait kabar yang menyebut kliennya mengaku memiliki kedekatan dengan pihak kepolisian, Jefry juga memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa ucapan yang disampaikan kliennya saat itu merupakan respons spontan dalam situasi emosi.

“Kalimat yang diucapkan klien kami saat itu hanya ‘silakan laporkan saja ke Polres, saya tunggu.’ Itu disampaikan setelah pihak lain menyebut akan melaporkan kejadian tersebut. Jadi tidak seperti yang beredar bahwa klien kami mengaku memiliki kedekatan dengan aparat penegak hukum,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa kedua belah pihak sebenarnya telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Pertemuan antara keluarga pelapor dan pihak terlapor bahkan telah dilakukan beberapa hari setelah kejadian.

“Dalam pertemuan itu, klien kami menyampaikan permohonan maaf karena mengakui emosi sempat tidak terkendali. Dari pihak lainnya juga menyampaikan hal serupa sehingga keduanya sempat saling memaafkan,” katanya.

Baca Juga :  JANGAN TUTUP MATA! Pemprov Kalteng Diminta Turun Tangan, Warga Barito Utara Keluhkan Jalan Pendreh Tergenang Air

Meski demikian, pihaknya menegaskan tetap menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan di Polres Kotawaringin Barat. Kliennya juga menyatakan siap memberikan keterangan apabila diminta oleh penyidik guna memperjelas peristiwa yang terjadi.

“Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan klien kami siap bersikap kooperatif apabila diminta memberikan keterangan oleh penyidik,” tegasnya.

Di sisi lain, tokoh masyarakat setempat mengimbau agar persoalan tersebut tidak semakin diperkeruh, terlebih saat ini masyarakat tengah menjalani bulan Ramadan yang identik dengan semangat menjaga kerukunan dan saling memaafkan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama di media sosial, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat memperkeruh suasana.

“Harapannya persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik. Masyarakat juga diimbau menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu lengkap,” ujarnya.

Hingga saat ini, persoalan tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Kedua belah pihak menyatakan tetap menghormati proses hukum yang berjalan, sembari tetap membuka ruang penyelesaian secara damai demi menjaga hubungan baik di lingkungan masyarakat. (Rhd)

Berita Terkait

Bupati Kobar Ungkap Sulitnya Akses Menuju Titik Api Karhutla
Disorot Soal Galian C di Kobar, Banner Tanah Dikaplingkan Sudah Terpasang Sejak 2024
Gapki Kalteng Tegaskan Bukan Eksekutor Karhutla, Perusahaan Terbukti Bersalah Bisa Dikeluarkan dari Keanggotaan
Karhutla Belum Mereda di Kotawaringin Barat, Tim Gabungan Pemadam Siaga 24 Jam
Soal Dugaan Galian C di Kobar, Pemilik Lahan Beri Klarifikasi
Jelang Kedatangan Atlet Porprov, Jalan Menuju Venue Diperbaiki
Gerakan Nol Sumbatan PUPR Kobar, Satgas SDA Bersihkan Saluran
JADI PERHATIAN! Karhutla Teweh Selatan, H Taufik Nugraha Usulkan Excavator untuk Mempercepat Penanganan

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 20:32 WIB

Bupati Kobar Ungkap Sulitnya Akses Menuju Titik Api Karhutla

Selasa, 8 September 2026 - 12:40 WIB

Disorot Soal Galian C di Kobar, Banner Tanah Dikaplingkan Sudah Terpasang Sejak 2024

Senin, 7 September 2026 - 20:59 WIB

Gapki Kalteng Tegaskan Bukan Eksekutor Karhutla, Perusahaan Terbukti Bersalah Bisa Dikeluarkan dari Keanggotaan

Senin, 7 September 2026 - 13:16 WIB

Karhutla Belum Mereda di Kotawaringin Barat, Tim Gabungan Pemadam Siaga 24 Jam

Minggu, 6 September 2026 - 12:26 WIB

Soal Dugaan Galian C di Kobar, Pemilik Lahan Beri Klarifikasi

Berita Terbaru

LINTAS DAERAH

Bupati Kobar Ungkap Sulitnya Akses Menuju Titik Api Karhutla

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:32 WIB

You cannot copy content of this page