Miris TPP Guru di Gunung Mas Dipotong Lebih dari 50 Persen, Peringatan HGN 2025 Berujung Getir

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Mas – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 25 November 2025 yang mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” justru meninggalkan ironi bagi para tenaga pendidik di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Alih-alih menjadi momentum penghargaan, para guru di daerah ini harus menghadapi kenyataan pahit berupa pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) hingga lebih dari 50 persen.

Pemangkasan tersebut langsung memicu gelombang keluhan dari para guru, terutama di kecamatan-kecamatan yang selama ini sangat bergantung pada TPP sebagai penopang utama kebutuhan hidup. Padahal, TPP ASN diberikan untuk meningkatkan motivasi, kinerja, serta kualitas layanan pendidikan. Tak heran pengurangannya dinilai sebagai pukulan berat, baik secara ekonomi maupun psikologis.

Seorang guru dari Kuala Kurun yang diwawancarai melalui WhatsApp mengungkapkan keresahannya.

Baca Juga :  Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi 'Rumah Nyaman' Kaum Perempuan

“Dampaknya sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan guru, karena dari TPP ini kami memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).

Ia menambahkan bahwa pemotongan ini tidak hanya memengaruhi kondisi ekonomi rumah tangga, tetapi juga semangat kerja para pendidik.

“Semangat dan motivasi guru jelas menurun. Etos kerja ikut terpengaruhi,” katanya.

Pengakuan ini menggambarkan kecemasan kolektif para guru yang kini terpaksa beradaptasi dengan pendapatan yang terpangkas, sementara beban profesional tetap tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunung Mas belum memberikan penjelasan mengenai alasan pemotongan maupun mekanisme kebijakan tersebut. Pertanyaan yang diajukan awak media melalui aplikasi WhatsApp belum mendapatkan respons.

Ketiadaan informasi resmi ini menambah ketidakpastian, khususnya bagi para guru yang berharap adanya kejelasan mengenai dasar hukum kebijakan, kemampuan fiskal daerah, durasi pemotongan, serta peluang pemulihan TPP ke depan.

Baca Juga :  Kapolda Kalteng Hadiri Upacara Hari Jadi ke-220 Kapuas, Momentum Perkuat Sinergi dan Kebersamaan

Sebagaimana diketahui, besaran TPP ASN biasanya ditetapkan berdasarkan evaluasi kinerja, kemampuan keuangan daerah, serta prioritas anggaran. Jika terjadi pengurangan, publik—terutama ASN yang terdampak—memiliki hak untuk mengetahui alasan fiskal atau administratif, mekanisme penyesuaian, serta rencana pemulihannya.

Tema HGN 2025 menyerukan penghargaan terhadap peran guru sebagai pilar kemajuan bangsa. Namun situasi di Gunung Mas justru menggambarkan kontras yang dirasakan para pendidik: tuntutan untuk tetap hebat sementara kesejahteraan mereka tengah tertekan.

Para guru menanti jawaban. Publik menanti transparansi. Dan masa depan pendidikan daerah kini bertumpu pada bagaimana pemerintah kabupaten merespons persoalan ini secara adil dan terbuka.(*/rls/tim/red)

 

 

Di lansir dari Media Super Semar,co

Berita Terkait

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari
Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir
Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan
Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau
Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah
Maksimalkan Pengerjaan Drainase Sasaran TMMD, Alat Berat Dikerahkan
Bupati Kotabaru Perkuat Transformasi Digital Lewat Kerjasama Dengan Telkomsel
Sugie: Karhutla Tanggung Jawab Bersama, HKT Ajak Semua Pihak Bergerak 

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:25 WIB

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page