LINTASKALIMANTAN.CO | Pemerintah Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, menunjukkan langkah konkret dalam menjaga stabilitas wilayah dengan menggelar penandatanganan “Komitmen Bersama” yang melibatkan unsur Pemerintahan, Polsek, Koramil, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Pihak Perusahaan, Rabu (29/4/26).
Kegiatan yang berlangsung di wilayah Kecamatan Teweh Timur ini menjadi simbol kuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan suasana aman, tertib, dan kondusif di tengah masyarakat. Komitmen tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam mencegah potensi konflik serta menjaga keharmonisan sosial.
Dalam dokumen komitmen yang ditandatangani bersama, terdapat sejumlah poin penting yang menjadi kesepakatan bersama. Di antaranya adalah menjaga keamanan dan ketertiban wilayah agar masyarakat dapat hidup dengan rasa aman dan tenteram, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dengan sikap saling memperhatikan dan tidak bersikap acuh terhadap potensi gangguan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan, termasuk bijak dalam menggunakan media sosial dengan menyaring informasi sebelum disebarluaskan guna mencegah penyebaran hoaks. Penegakan hukum dan penghormatan terhadap norma yang berlaku juga menjadi bagian penting dalam komitmen tersebut.
Langkah pencegahan konflik sejak dini turut menjadi perhatian utama. Seluruh pihak sepakat untuk mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan, khususnya yang berkaitan dengan isu sensitif seperti suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), serta menghindari provokasi yang dapat memecah belah masyarakat.
Tak hanya itu, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama juga diperkuat guna menjaga stabilitas wilayah. Pemerintah desa didorong untuk mengaktifkan kembali peran Linmas dan sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan di tingkat lokal.
Peran perusahaan yang beroperasi di wilayah Teweh Timur juga menjadi sorotan dalam komitmen ini.
Perusahaan diminta untuk menjaga kondusivitas di wilayah kerjanya masing-masing serta mengedepankan musyawarah apabila terjadi konflik dengan masyarakat, dengan tetap mengacu pada aturan dan ketentuan yang berlaku.
Penandatanganan komitmen ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Camat Teweh Timur Mundawan, Kapolsek Teweh Timur Ade Soemarna, Danramil 1013-14 Teweh Timur diwakili Fahri, Kepala KUA Kec. Teweh Timur Hazman Shaleh, Damang Kepala Adat Kec Teweh Timur diwakili Mantit I Sayun,
Kepala Desa Benangin I Sabaraon, Kepala Desa Benangin II diwakili Yati. D, Kepala Desa Benangin V diwakili Fahri, Ketua Majelis Resort Hindu Kaharingan Teweh Timur Radius, Ketua Resort GKE Sei Teweh Pdt. Ari Yunady, STh, Pastor Paroki Gereja Khatolik Santo Fransiskus Asisi Benangin diwakili Desiono, serta perusahaan PT BEK diwakili Mayor Inf Joni Forta, perusahaan PT PAMA diwakili Vico Randika Putra dan perusahaan PT SNS diwakili JeJeliman.
Camat Teweh Timur dalam keterangannya menyampaikan bahwa komitmen bersama ini bukan sekadar seremonial, melainkan harus menjadi pedoman nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ini adalah bentuk keseriusan kita bersama untuk menjaga wilayah Teweh Timur tetap aman dan harmonis. Semua pihak memiliki peran penting, dan sinergi adalah kunci utama,” tegas Mundawan.
Dengan adanya komitmen bersama ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah, sehingga stabilitas dan pembangunan di wilayah Kecamatan Teweh Timur dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. (*/rls/anung-peli/red).








